Serupa Panjat Pinang Tapi Game Jepang Ini Lebih Ekstrem

Sabtu, 07 Januari 2017 08:18 Penulis: Agista Rully
Serupa Panjat Pinang Tapi Game Jepang Ini Lebih Ekstrem
© dailymail.co.uk

Kapanlagi Plus - Jepang selalu memiliki ide kreatif, unik, sekaligus aneh dalam setiap aspek
kehidupan mereka. Masyarakat negeri Sakura ini tak hanya jenius dalam menciptakan sesuatu tapi juga cenderung berperilaku sedikit nyeleneh. Beberapa festival yang ada di Jepang juga kadang tak lazim di negara lain.

Kali ini Jepang memiliki permainan yang tidak aneh tapi cukup ekstrem. Negara yang populer dengan ninja ini benar-benar memiliki permainan ninja-ninjaan. Dan permainan yang cukup menyakitkan ini dapat dilakukan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Permainan ini dinamai Bo-Taoshi, permainan ini sepintas terlihat mirip dengan panjat pinang tapi dalam pelaksanaannya permainan ini lebih mirip dengan permainan benteng. Yang membuat permainan ini unik adalah jumlah pemain dan cara bermain yang agak ekstrem

Bo-Taoshi, game yang dilakukan oleh 150 orang untuk menjatuhkan tiang © dailymail.co.ukBo-Taoshi, game yang dilakukan oleh 150 orang untuk menjatuhkan tiang © dailymail.co.uk

Sebanyak 150 orang akan bermain dalam permainan yang sering diadakan pada Festival Olahraga Sekolah. 75 orang akan menjadi pemain bertahan dan 75 orang sisanya menjadi pemain penyerang. Pada permainan ini, penyerang diharuskan membengkokkan tiang yang dipertahankan tim bertahan hingga miring sebesar 30 derajat.

Segala tindak kekerasan seperti tackling, mendorong, atau menjatuhkan lawan diperbolehkan selama tiang yang berada di tengah grup bertahan dapat dijatuhkan. Bahkan para pemain penyerang juga tak sungkan-sungkan untuk menendang lawan. Oleh sebab itu setiap pemain diwajibkan menggunakan pelindung kepala dalam permainan ini.

Satu hal lagi, permainan ini tidak memperbolehkan pemainnya mengenakan sepatu atau sandal. Dan game ekstrem ini juga bisa dimainkan bagi anak-anak SD. Kelihatannya seru banget ya? Kalau penasaran coba saja nonton video berikut.

(dai/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI