Struktur Bata Diduga Peninggalan Kerajaan Singosari Ditemukan di Lokasi Perumahan

Struktur Bata Diduga Peninggalan Kerajaan Singosari Ditemukan di Lokasi Perumahan
Kapanlagi/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - Situs purbakala diduga peninggalan zaman kerajaan Singosari ditemukan di area sebuah kompleks pembangunan perumahan di Kabupaten Malang. Struktur bata kuno sepanjang 5 meter ditemukan saat penggembang sedang mengeruk tanah untuk pondasi plengesengan proyek perumahan.

Lokasi penemuan di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Selain struktur bata juga ditemukan pecahan tembikar, gerabah dan tembaga oleh warga sekitar.

Arkeolog Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono mengatakan, struktur bata berjumlah empat lapis yang tertimbun tanah. Struktur bata berupa sudut pertemuan dari dua buah tembok memanjang yang masih tertutup tanah.

Dugaan sementara, struktur bata tersebut merupakan bagian dari kompleks bangunan, dengan diperkuat lokasi temuan yang tidak jauh dari Sumber Air (Umbulan) Ngenep.

"Keberadaan sumber air sangat penting sebagai kalkulasi area tinggal. Jadi karena itu mereka memilih untuk bermukim di sini. Apalagi kalau kita melihat jejak temuannya memang berbentuk arsitektural," ungkap Dwi Cahyono di Kota Malang, Senin (5/10).

1. Kawasan Tempat Tinggal

Kapanlagi/Darmadi Sasongko

Temuan lain berbentuk pecahan gerabah, lampu dan lain-lain yang merupakan peralatan rumah tangga. Temuan pendukung tersebut semakin memperkuat bahwa sekitar lokasi merupakan kawasan tempat tinggal kuno.

Bata kuno yang ditemukan diduga sisa-sisa bangunan pemukiman masa Kerajaan Singosari atau bahkan sebelumnya. Dugaan tersebut diperkuat dengan dimensi bata sekitar 9 Cm dan lebar 20 Cm, bahkan bata serupa juga pernah ditemukan tidak jauh dari lokasi.

"Ini relatif tebal. Seukuran ini juga ditemukan bata-bata serupa, misalnya di Situs Pendem yang diketahui abad 10-an. Kemudian juga Situs Langlang juga ukurannya besar, tebalnya hampir seukuran ini, relatif seukuran," jelasnya.

Tetapi ditegaskan Dwi, untuk sebuah kawasan pemukiman dipastikan mengalami perkembangan secara panjang. Sehingga awal keberadaannya tentu jauh dari era Singgasari, bahkan prasejarah.

Karena sekitar kawasan tersebut juga ditemukan batu dakon, lumpang batu, batu gores yang menunjukkan tradisi megalitik. Sehingga memang sebagai sebuah kawasan pemukiman berkesinambungan.

"Abad 10 itu pemukimannya sudah mulai permanen, berarti embrionya sudah tua," tegasnya.

Sumber air Ngenep dimungkinkan merupakan sumber kebutuhan air bersih ataupun ritual bagi pemukiman.

Kawasan Ngenep dan sekitarnya pada zaman dahulu merupakan daerah penyangga bagi Kerajaan Singosari. Karena lokasinya memang tidak jauh dari pusat kerajaan atau kedaton.

"Karena lokasinya, desa ini menjadi interland, menjadi penyangga kebutuhan bagi Kedatwan Singosari," tegasnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Langkah Penyelamatan

Saat ini, lokasi temuan telah dipasangi garis polisi guna sterilisasi untuk penyelamatan sementara. Selanjutnya akan dilakukan riset cepat guna mengetahui potensi dan prospek situs tersebut.

"Area ini saja disterilisasi. Ini namanya ekskavasi rescue, memang tidak lama, sekitar 5 hari untuk mengetahui potensi dan prospeknya, luas atau tidak oleh yang berwenang, BPCB," katanya.

Serangkaian prosedur telah ditempuh warga setempat, salah satunya dengan melaporkan temuan tersebut. Koordinasi telah dilakukan dengan Badan Penyelamatan Cagar Budaya (BPCB) dan Pemkab Malang.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/dar/frs)

Rekomendasi
Trending