Susul Google, Para Perusahaan Ini Putus Hubungan dengan Huawei

Selasa, 21 Mei 2019 09:21 Penulis: Rezka Aulia
Susul Google, Para Perusahaan Ini Putus Hubungan dengan Huawei
Para penyedia sparepart ini menarik layanan mereka ke Huawei. © Huawei


Kapanlagi Plus - Produsen ponsel pintar Huawei harus menghadapi kenyataan pahit di awal pekan ini. Pasalnya pemerintah Amerika Serikat menyatakan larangan perusahaan Amerika untuk berbisnis dengan Huawei. Google dikabarkan menarik layanan android dari gawai Huawei model terbaru seperti P30, P30 Pro, Mate 20 seterusnya.

Larangan ini datang sebagai tindak lanjut perintah Presiden Donald Trump. Pasalnya Trump merasa Huawei termasuk perusahaan yang terlibat konspirasi perdagangan dengan Iran.

 

 

1. Diblacklist

Menurut laporan Bloomberg, kini Intel, Qualcomm dan Broadcom juga melakukan blacklist pada Huawei. Tiga perusahaan ini adalah penyedia dan desainer chip perangkat Huawei. Bahkan Infineon Technologies, penyedia chio dari Jerman pun melakukan hal yang sama.

Produk Huawei memang tak semata ponsel pintar. Mereka juga menyediakan laptop, tablet, aksesoris, serta smartwatch. Pemutusan suply chip ini tentu akan menjadi masalah dalam produksi Huawei.

Para penyedia chip ponsel pintar ini mengikuti jejak Google. Namun black-list ini tak selalu berakibat buruk. Dengan adanya hal ini pihak Huawei mau tak mau dipaksa mengembangkan teknologi mereka sendiri. Bukan tak mungkin bila nanti Huawei bisa kembali merajai dengan software dan chip yang lebih menarik pasar.

2. Persaingan Dagang?

Dilansir dari The Verge, Huawei sebenarnya telah mengembahkan sistem alternatif selain Android dan Windows. Pengembangan ini telah disiapkan untuk menghadapi situasi yang kini mereka alami. Meski demikian Microsoft hingga saat ini belum menyatakan akan menarik layanan mereka dari laptop Huawei. Namun dapat dipastikan mereka akan mematuhi perintah dari Pemerintah Amerika.

Larangan ini jelas merugikan Huawei, pasalnya produsen ponsel satuini baru saja berhasil memasuki pasar Amerika Serikat. Ketegangan yang terjadi saat ini juga bagian dari persaingan perdagangan yang makin tak kondusif antara China dan Trump.

KLovers sendiri setuju tidak dengan larangan atau blacklist macam ini?

 

(kpl/rna)

Editor:

Rezka Aulia



MORE STORIES




REKOMENDASI