Tak Sengaja Robek Kertas, Murid Ini Dihukum Tak Pantas Oleh Guru

Tak Sengaja Robek Kertas, Murid Ini Dihukum Tak Pantas Oleh Guru © metro.co.uk

Kapanlagi.com - Bagi anak-anak bermain dan bersenang-senang merupakan hal yang wajar. Sebab anak-anak perlu banyak eksplorasi untuk berkembang, terutama pada usia sekolah dasar. Anak-anak yang berusia sekitar 6 hingga 12 tahun sangat suka mencoba hal baru dan secara bertahap berada dalam fase kemandirian.

Anak-anak usia sekolah tak lagi membutuhkan pengawasan penuh dari orang dewasa, yakni orang tua dan guru. Yang dibutuhkan oleh mereka adalah pengarahan untuk berbuat lebih baik karena kedisiplinan diri sendiri masih belum terbentuk secara sempurna pada fase ini. Namun yang perlu diingat, dalam mendisiplinkan anak dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran bukan hukuman tak pantas seperti yang dilakukan oleh guru dari Thailand ini.

Seorang murid sekolah dasar di Thailand dihukum tak pantas oleh gurunya karena tak sengaja merobek kertas © metro.co.uk

Dua orang guru sekolah dasar di Surin, Thailand menghukum muridnya dengan menutup mata sang murid dan juga mengikat kedua tangannya. Pendeknya, dua guru ini memperlakukan sang murid seperti seorang kriminal berat. Hukuman ini dijatuhkan pada sang murid karena bocah yang duduk di bangku sekolah dasar tersebut tak sengaja merobek kertas. Agak keterlaluan bukan?

"Seorang guru mengirimkanku foto dan menceritakan bahwa anakku dihukum oleh gurunya dengan cara menutup matanya dan mengikat kedua tangannya." ujar sang Ayah dikutip dari metro.co.uk. "Kami rasa ada murid lain yang dipukuli tapi kami tak memiliki fotonya. Hal ini disebabkan hanya karena anak-anak kami tak sengaja merobek kertas."

Orang tua murid yang ditutup mata dan diikat tangannya ini menuntut guru yang melakukan ini © metro.co.uk

Sementara itu, hukuman yang diterima sang anak didengar oleh orang tua setelah seorang guru lainnya memotret kondisi murid malang tersebut dan mengirimkannya. Ketika orang tua murid perempuan ini, Kepala Sekolah justru membela tindakan sang guru dan mengatakan bahwa hukuman tersebut bertujuan untuk melatih konsentrasi sang murid.

"Guru lain yang menemukan kejadian ini mengatakan bahwa anak-anak menangis dan berteriak memilukan. Rupanya guru yang menghukum anak-anak ini melakukan pengancaman. Sementara anak-anak tak bisa melakukan apapun." lanjut ayah murid yang jadi korban.

Berkat laporan orang tua murid ini ke polisi, akhirnya sang guru harus membayar kompensasi sebesar Rp 3 juta. Tak hanya itu, orang tua juga menuntut tindakan kelewatan para guru ini melalui jalur hukum dan memindahkan anak mereka ke sekolah yang lebih layak.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(met/agt)

Rekomendasi
Trending