Tanda Orang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar, Tubuh Bergetar dan Meneteskan Air Mata
(c) Ilustrasi Pexels
Kapanlagi.com -
Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat dahsyat dan disebut lebih baik daripada seribu bulan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al Qadr ayat 2 yang berbunyi, “Wa ma adraka ma lailatul qadar”, yang artinya “Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”.
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa ungkapan wa ma adraka dalam Al-Qur’an digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang sangat besar dan luar biasa. Malam Lailatul Qadar juga disebut sebagai anugerah khusus dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Jumhur ulama menyebut bahwa malam Lailatul Qadar hadir setiap tahun pada bulan Ramadhan. Malam ini diyakini berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Simak selengkapnya berikut ini.
Advertisement
1. Berasal dari Pertanyaan Para Sahabat Tentang Usia Umat Nabi Muhammad
Munculnya malam Lailatul Qadar berkaitan dengan pertanyaan para sahabat mengenai usia umat Nabi Muhammad SAW. Mereka menyadari bahwa usia umat Nabi Muhammad relatif lebih pendek dibandingkan umat-umat sebelumnya yang hidup lebih lama.
Para sahabat kemudian bertanya bagaimana mereka dapat memiliki amal yang banyak jika usia yang dimiliki lebih singkat. Sebagai jawaban atas kegelisahan itu, Allah SWT menganugerahkan malam Lailatul Qadar yang nilainya setara dengan ibadah selama seribu bulan.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Dianjurkan Menghidupkan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Hal ini karena para ulama meyakini bahwa Lailatul Qadar berada pada rentang waktu tersebut.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhan ibadahnya saat memasuki sepuluh malam terakhir. Hadits tersebut berbunyi, “Bila masuk 10 hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari).
3. Lailatul Qadar Diyakini Datang pada Malam Ganjil
Dalam riwayat lain, Sayyidah Aisyah RA menyampaikan anjuran Rasulullah SAW untuk mencari malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil. Hadits tersebut berbunyi, “Carilah malam kemuliaan pada malam-malam ganjil sepuluh terakhir bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari).
Berdasarkan hadits tersebut, para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan terjadi pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. Karena itu umat Islam dianjurkan bersungguh-sungguh beribadah pada malam-malam tersebut.
4. Tanda Mendapat Lailatul Qadar Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani
Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghunyah menjelaskan salah satu tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar. Ia menyebut bahwa malaikat Jibril akan turun dan memberikan salam kepada manusia.
Dalam kitab tersebut disebutkan, “Dikatakan bahwa malaikat Jibril ketika turun dari langit pada malam Lailatul Qadar tidak akan membiarkan seorang manusia pun kecuali mengucapkan salam dan menjabat tangannya.” (Abdul Qadir Al-Jilani, Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq).
5. Tubuh Bergetar, Hati Lembut, dan Air Mata Mengalir
Syekh Abdul Qadir Al-Jilani juga menjelaskan tanda yang dirasakan seseorang ketika mendapat salam dari malaikat Jibril. Tanda tersebut berupa reaksi batin dan fisik yang berbeda dari biasanya.
Ia menjelaskan, “Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran.” (Al-Ghunyah, II/23).
Reaksi tersebut dimaknai sebagai getaran spiritual ketika seseorang berjumpa dengan keberkahan malam Lailatul Qadar. Hati yang lembut menunjukkan kebijaksanaan dan kedekatan kepada Allah, sementara air mata yang mengalir mencerminkan rasa takut sekaligus kebahagiaan kepada-Nya.
6. Kedamaian Hati dan Dorongan Melakukan Kebaikan
Selain tanda yang disebutkan ulama, beberapa penjelasan lain juga menyebut ciri-ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar. Quraish Shihab menjelaskan bahwa salah satu tandanya adalah merasakan kedamaian yang mendalam hingga terbit fajar.
Kedamaian tersebut bahkan dapat dirasakan hingga keesokan harinya dan memberi ketenangan pada orang di sekitarnya. Orang yang merasakan malam tersebut juga terdorong untuk semakin banyak melakukan kebaikan karena malaikat senantiasa menyertainya.
7. FAQ
Q: Apa itu malam Lailatul Qadar?
A: Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang disebut lebih baik daripada seribu bulan dan terjadi pada bulan Ramadhan.
Q: Kapan Lailatul Qadar terjadi?
A: Para ulama menyebut Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil.
Q: Apa tanda seseorang mendapatkan Lailatul Qadar?
A: Beberapa tanda yang disebutkan ulama antara lain hati terasa damai, kulit bergetar, hati menjadi lembut, dan air mata mengalir.
Q: Mengapa umat Islam dianjurkan beribadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan?
A: Karena malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada rentang waktu tersebut sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah.
Mau baca update terbaru lainnya? Yuk baca di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Yuk baca juga:
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/sjn)
Advertisement
