Temuan Struktur Bata di Kota Batu, Diduga Candi Peninggalan Sebelum Majapahit

Minggu, 15 Desember 2019 16:00 Penulis: Canda Permana
Temuan Struktur Bata di Kota Batu, Diduga Candi Peninggalan Sebelum Majapahit
© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Struktur bata yang ditemukan warga Kota Batu diduga sebuah bangunan candi peninggalan masa sebelum kerajaan Majapahit. Kesimpulan bersifat sementara itu didasari pada ukuran bata serta keberadaan yoni dan arca nandi di lokasi.

"Kita duga struktur batu bata ini berasal dari pra Majapahit, antara Kediri atau Singoshari, karena dari dimensi batanya. Tentunya nanti dari hasil ekskavasi kita akan temukan temuan-temuan lepas, seperti kreweng, porselin mungkin yang akan membantu kita menafsirkan periodisasi peninggalan purbakala di lokasi ini," kata Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur di Kota Batu, Jumat (13/12).

Bata penyusun yang ditemukan di lokasi berukuran panjang 35 Cm, lebar 25 Cm dan tebal 9 Cm. Ukuran tersebut lebih besar dari ukuran bata yang banyak ditemukan sebelum-sebelumnya, seperti di Situs Trowulan dari masa Majapahit yang ukuran batanya panjang 33 Cm, lebar 18 Cm dan tebal 6-7 Cm.

1. Struktur Bangunan Berupa Candi

Sementara keberadaan yoni dan arca nandi di lokasi memperkuat dugaan kemungkinan adanya struktur bangunan berupa Candi. Karena dalam konsep Hindu, dewa Syiwa sebagai sentral pemujaan atau biasa disebut beraliran Hindu Syiwa.

"Keberadaan yoni dan arca nandi, dalam konsep Hindu merupakan pusat pemujaan agama Hindu dengan Syiwa sebagai sentral pemujaan atau beraliran Syiwa. Dari situ menduga ada bangunan Candi, cuma bentuk dan keluasannya kita cari melalui ekskavasi ini," jelasnya.

2. Bentuk Candi Adalah Songgoriti

Wicaksono juga mengungkapkan, peninggalan kepurbakalaan Kota Batu dalam bentuk candi adalah Songgoriti dan Punden Rondo Kuning di Songgokerto. Hampir keseluruhan kesejarahannya selalu dikaitkan dengan Prasasti Sangguran di masa Mpu Sendok pada abad 10 M.

"Apakah peninggalan itu berkaitan dengan itu atau masa setelahnya, yakni masa Singosari. Sementara hipotesisnya dari ukuran bata itu pra Majapahit ya. Tapi nanti Sabtu semoga dapat gambaran utuh, apakah ini Singosari dan potensinya harus diperpanjang atau tidak nanti baru bisa ditentukan," urainya.

3. Lakukan Ekskavasi

BPPC Jawa Timur melakukan ekskavasi atas permintaan Pemerintah Desa dan Pemkot Batu. Ekskavasi akan berlangsung tiga hari, sampai Sabtu mendatang dan dimungkinkan untuk diperpanjang tergantung dari temuan di lapangan.

"Targetnya mendapatkan gambaran tentang bentuk dan luasnya, periodisasi dan korelasinya dengan yoni dan arca nambi di lokasi ini yang memang sudah ada sejak lama," jelasnya.

Sebelumnya Anton Adi Wibowo (40) warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menemukan bata berstruktur di tanah milik keluarganya. Anton saat itu berniat sekadar memanfaatkan tanah kosong yang kurang terurus dengan menanami pohon alpukat pada 26 November lalu.

4. Lokasi Dampingan Dengan Punden

Namun saat membuat lubang untuk pohon alpukat, cangkul Anton mengenai bata merah kuno yang berjajar dan bertumpuk beberapa lapisan. Lokasi tanah tersebut berada di RT 01 RW 01 Desa Pendem, Kecamatan Junrejo yang bersebelahan dengan makam keluarga Anton.

Sekitar lokasi tersebut juga berdampingan bangunan punden yang di dalamnya terdapat batu yoni dan patung nandi. Warga setempat menyebutnya boto-boto atau punden boto-boto.

(kpl/dar/CDP)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI