Temukan Pekerjaan Impian Menurut Rasulullah, Simak Penjelasan Menarik dari Gus Baha!

Penulis: M Rizal Ahba Ohorella

Diterbitkan:

Temukan Pekerjaan Impian Menurut Rasulullah, Simak Penjelasan Menarik dari Gus Baha!
Gus Baha (Credit: Instagram @gusbahaofficial)

Kapanlagi.com - Dalam ajaran Islam, bekerja bukan sekadar mencari nafkah; itu juga merupakan bagian dari ibadah. Rasulullah Muhammad SAW menekankan pentingnya mencari rezeki dengan cara yang halal dan penuh berkah. Salah satu hadis yang sering dijadikan pedoman dalam dunia kerja adalah penjelasan Nabi tentang pekerjaan terbaik bagi umat manusia.

Nabi Muhammad SAW sering memberikan arahan mengenai pentingnya usaha yang dilakukan dengan tangan sendiri, yang menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai orang-orang yang bekerja keras tanpa mengandalkan jalan pintas atau cara yang tidak halal.

Salah satu ulama besar asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau akrab disapa Gus Baha, menjelaskan betapa Rasulullah SAW sangat menghormati orang yang berusaha. Dalam sebuah kajian, Gus Baha mengungkapkan bahwa Nabi menilai pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri sebagai yang terbaik.

Dalam satu hadis, ketika ditanya tentang pekerjaan yang paling baik, Nabi menjawab, "Amalu ar-rajuli biyadihi," yang berarti "pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri." Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya usaha yang jujur dan mandiri.

Gus Baha menekankan bahwa bekerja dengan tangan sendiri mencerminkan perjuangan dan kemandirian. Dalam Islam, setiap orang dianjurkan untuk bekerja, entah itu berdagang, bertani, atau menjalankan usaha lainnya, selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh berkah.

Dalam penjelasannya di kanal YouTube @suasvideos, Gus Baha menegaskan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya memberikan motivasi untuk bekerja, tetapi juga menekankan bahwa mencari nafkah dengan cara halal adalah bentuk ibadah.

Menurut Gus Baha, perdagangan adalah salah satu pekerjaan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hal ini karena berdagang mengajarkan kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab. Menariknya, Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pedagang yang sukses sebelum diangkat menjadi Nabi, yang semakin menegaskan pentingnya kerja keras dan integritas dalam mencari rezeki.

1. Berdagang

Dalam pandangan Islam, berdagang bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga merupakan bentuk perlawanan terhadap cara-cara tidak halal dalam meraih rezeki.

Seperti yang disampaikan Gus Baha, membuka warung adalah langkah mulia yang menunjukkan usaha untuk mendapatkan penghasilan dengan cara yang lebih baik dibandingkan mereka yang memilih jalan haram.

Islam mengajarkan bahwa bekerja dengan tangan sendiri adalah cara efektif untuk menjauhkan diri dari kesalahan. Mencuri, menipu, atau merugikan orang lain dalam mencari rezeki adalah hal yang dilarang, dan Rasulullah SAW menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap transaksi.

Hadis beliau menyatakan bahwa jual-beli yang dilakukan dengan kejujuran dan keadilan akan mendatangkan berkah. Sejarah mencatat banyak sahabat Nabi yang sukses dalam berdagang berkat integritas mereka.

Usaha yang halal tidak hanya menjamin keberkahan harta, tetapi juga memberikan kebaikan bagi pemilik dan keluarganya.

Gus Baha menegaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk kaya sebaliknya, Islam mendorong setiap individu untuk meraih penghasilan yang cukup, asalkan diperoleh dengan cara yang benar.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Efek Pekerjaan Halal

Dalam ceramah yang menggugah, Gus Baha menekankan bahwa rezeki yang halal bukan sekadar sumber kebahagiaan di dunia, tetapi juga jaminan kebahagiaan di akhirat.

Ia memperingatkan bahwa harta yang diperoleh dengan cara haram, meski berlimpah, justru akan membawa kesengsaraan.

Seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk mencari rezeki, tetapi juga memastikan bahwa rezeki tersebut bersih dan halal, menjadikannya sebagai bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Kerja keras, menurutnya, adalah jalan untuk meraih ridha Allah, di mana niat baik dan tindakan yang tidak merugikan orang lain akan mendatangkan pahala.

Dalam kehidupan sehari-hari, bekerja juga menjadi sarana untuk menghindari kemalasan yang sangat dikecam dalam Islam. Selain itu, bekerja dengan tangan sendiri melatih kemandirian dan kehormatan, sesuai dengan ajaran Nabi.

Dengan demikian, usaha yang halal, kerja keras, dan kejujuran adalah nilai-nilai inti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang mengingatkan kita bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan cara yang benar adalah bagian dari ibadah kepada Allah.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rao)