Terlanjur Booking Tiket, Pengunjung Wisata Bromo Diminta Reschedule Waktu Kunjungan Gara-Gara Corona

Selasa, 24 Maret 2020 16:40 Penulis: Tyssa Madelina
Terlanjur Booking Tiket, Pengunjung Wisata Bromo Diminta Reschedule Waktu Kunjungan Gara-Gara Corona
Kawasan wisata Bromo ditutup gara-gara Corona ©2019 Merdeka.com


Kapanlagi Plus - Pandemi Corona ternyata juga berimbas ke beberapa tempat wisata, salah satunya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Karena hal itu pula, pihak pengelola meminta calon pengunjung yang terlanjur booking tiket secara online untuk mengatur ulang (reschedule) jadwal mereka.

Seperti yang sudah diketahui, kawasan TNBTS sudah ditutup terhitung 19-31 Maret 2020. Nggak cuma itu, beberapa wisata di area Malang dan sekitarnya juga mengikuti kebijakan pusat untuk tutup sementara karena wabah Corona yang makin merajalela.

"Memang SOP-nya kita tidak ada refund, karena itu langsung masuk ke kas negara. Karena ini sifatnya pos majure ya di luar prediksi, kita memberikan diskresi. Mereka boleh melakukan reschedule, di luar masa penutupan," kata Syarief Hidayat, Humas Balai Besar TNBTS, Selasa (24/3).

"Kita kasih diskresi dengan menjadwal ulang, kalau misalnya melaksanakan kunjungan di tanggal 19-31 pas penutupan, nanti di luar tanggal tersebut, kita kasih untuk menjadwal ulang," tambahnya menjelaskan.

1. Berapa Orang yang Sudah Booking Online?

Kata Syarief, tidak banyak wisatawan yang terlanjur memesan tiket, karena memang sudah diantisipasi sebelumnya. Begitu ditetapkan penutupan, fasilitas pesan tiket online langsung dinonaktifkan.

"Sedikit saja, sekitar 9 orang yang booking pas di tanggal penutupan. Karena telah keluarkan kebijakan itu, booking online langsung ditutup, kita nonaktifkan," jelasnya.

Syarief juga menyampaikan, akan melakukan pembahasan terkait waktu penutupan yang berakhir 31 Maret. Segera dilakukan koordinasi dengan mempertimbangkan perkembangan berkaitan penanganan kasus Covid-19.

"Mungkin minggu ini sebelum penutupan, kita diskusikan, evaluasi, juga melihat perkembangan. Nanti kita diskusikan itu, belum bisa memutuskan," tegasnya.

2. Tidak Ada yang Nekat Wisata

Petugas secara bergiliran ditempatkan di pintu masuk dari empat kabupaten yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang yang sekaligus memberikan penjelasan. Sampai hari ke-4 penutupan, tidak menerima laporan dari petugas di lapangan yang bersifat kejadian menonjol.

"Prinsipnya mereka memahami dan mengapresiasi kebijakan yang diambil," ungkapnya.

(kpl/dar/tmd)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI