The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang Sesi Pertama Ditutup Dengan Manis

Jum'at, 11 Mei 2018 16:39 Penulis: Mahardi Eka
The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang Sesi Pertama Ditutup Dengan Manis
www.thenextdev.id/Syakur Usman

Kapanlagi Plus - Pitch deck The NextDev 2018 Talent Scouting di Semarang sesi pertama ditutup dengan manis oleh Kurirbuku.com, Jumat (11/5). Platform berbagi buku dan tenaga pengajar ini dinilai memiliki nilai dampak sosial tinggi, sehingga dewan juri pun antusias dan menghujaninya dengan beberapa pertanyaan sekaligus saran.

Sebelum Kurirbuku.com menutup sesi pertama ini, beberapa startup Semarang juga tampil memukau di hadapan deretan dewan juri siang itu. Sebut saja Travelite, Qappas, Sampah Muda, Kuis Kesehatan Indonesia, dan Cazh.

Dalam tempo tiga menit, Haning sang founder Kurirbuku.com mampu mempresentasi dengan baik materi startup-nya berikut beragam pencapaian yang telah diraih hingga kini. Suara perempuan yang lantang dan tegas itu pun membuat dewan juri menyimak presentasinya dengan antusias.

Haning mengungkapkan jika platformnya bukan sekadar mendistribusikan buku, tapi juga masa depan. Maksudnya, selain membagi dan menyalurkan buku kepada anak-anak yang tidak memiliki akses, Kurirbuku.com juga mendistribusikan tenaga pengajar yang bersifat relawan.

"Kami membangun socialpreneur lewat Kurirbuku di Semarang," ungkapnya di hadapan dewan juri dengan lugas.

Konsep sosial yang kuat dari Kurirbuku.com pun membuat para dewan juri, seperti Dayu Dara Permata, tertarik untuk melontarkan beragam pertanyaan. Sosok yang juga menjabat sebagai Senior Vice President Go-Jek Indonesia tersebut pun mengakui jika Kurirbuku.com sangat inspiratif. Sebagai startup, social impact yang dapat dihadirkan begitu tinggi. Namun, Dayu juga mengingatkan supaya platform ini tak lupa untuk memikirkan cara agar bisa memperoleh pendapatan atau monetisasi layanan secara jangka panjang.

"Misalnya, Kurirbuku mendapat pemasukan dari orang yang ingin membeli buku untuk dibaca atau konsumsi sendiri. Sedangkan untuk orang yang membeli buku untuk didonasikan, lain lagi perlakuannya," saran Dayu.

David Soukhasing, Head of ANGIN, juga memiliki perhatian sama dengan Dayu. Dia mempertanyakan model bisnis Kurirbuku secara jangka panjang di Indonesia.

"Apakah ada startup lain di dunia yang serupa dengan Anda dan memiliki model bisnis yang sustain," tanya David.

Sebagai penjelasan, Haning memberi penjelasan jika salah satu pemasukan Kurirbuku datang dari hasil penjualan buku dan kerja sama bersama beberapa mitra penerbit. Misalnya saja, ada komisi sekitar 25 persen dari hasil penjualan Kurirbuku kepada para pembaca, komunitas, dan taman bacaan yang menjadi mitra Kurirbuku.

Selain itu, sebuah saran brilian juga dilontarkan oleh Steve Saerang dari Telkomsel, agar Kurirbuku bisa memperoleh pendapatan demi pengorganisasian yang lancar.

"Usul saya, Kurirbuku buat lelang buku-buku eksklusif sehingga orang menarik membelinya," pungkas Steve.

Haning yang tampil berdua di panggung The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang ini menerima dengan open minded segala saran dari dewan juri untuk Kurirbuku.com. Sebab segala saran tersebut memang amat menarik untuk diterapkan demi perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.

Congratulation buat Kurirbuku.com, semoga bisa terpilih dan lolos untuk mengikuti Final Pitching The NextDev 2018 di Jakarta!

(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka



MORE STORIES




REKOMENDASI