Tips Menyimpan Opor Lebaran Supaya Awet dan Tidak Cepat Basi

Tips Menyimpan Opor Lebaran Supaya Awet dan Tidak Cepat Basi
(c) Ilustrasi Pexels

Kapanlagi.com -

Opor menjadi salah satu hidangan khas yang hampir selalu hadir saat Lebaran. Karena biasanya dimasak dalam jumlah besar, tidak jarang opor masih tersisa setelah hari raya.

Jika tidak disimpan dengan benar, opor bisa cepat basi karena mengandung santan yang mudah rusak. Oleh karena itu, penting memahami cara penyimpanan yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga.

Dengan teknik yang benar, opor bisa bertahan lebih lama tanpa mengurangi rasa. Selain itu, penyimpanan yang baik juga membantu menjaga keamanan makanan. Simak selengkapnya berikut ini.

Baca artikel lainnya dengan topik yang sama di Liputan6.

1. Dinginkan Opor Sebelum Disimpan

Opor yang masih panas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Uap panas dapat meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri.

Biarkan opor berada pada suhu ruang hingga benar-benar dingin sebelum disimpan. Cara ini membantu menjaga kestabilan suhu di dalam kulkas.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Gunakan Wadah Tertutup Rapat

Simpan opor dalam wadah kedap udara agar tidak terkontaminasi bau makanan lain. Wadah tertutup juga membantu menjaga kesegaran opor lebih lama.

Pilih wadah berbahan kaca atau plastik food grade yang aman digunakan. Pastikan tutupnya rapat untuk mencegah udara masuk.

3. Simpan di Kulkas dengan Suhu Stabil

Letakkan opor di dalam kulkas dengan suhu sekitar 4 derajat Celsius. Suhu ini efektif memperlambat pertumbuhan bakteri.

Jangan sering membuka kulkas karena dapat mengganggu suhu di dalamnya. Stabilitas suhu sangat penting untuk menjaga ketahanan makanan.

4. Pisahkan Kuah dan Daging Jika Perlu

Memisahkan kuah dan daging dapat membantu memperpanjang masa simpan opor. Kuah santan lebih rentan basi dibandingkan dagingnya.

Dengan cara ini, Anda bisa memanaskan hanya bagian yang ingin dikonsumsi. Hal tersebut juga mencegah opor cepat rusak akibat pemanasan berulang.

5. Hindari Memanaskan Berulang Kali

Memanaskan opor berulang kali dapat mempercepat kerusakan makanan. Selain itu, kualitas rasa juga akan menurun.

Ambil secukupnya saja saat ingin disajikan. Sisanya tetap disimpan dalam kondisi dingin di kulkas.

6. Bekukan Opor untuk Penyimpanan Lebih Lama

Jika ingin menyimpan lebih dari dua hari, opor bisa dibekukan di freezer. Pembekuan dapat memperlambat aktivitas mikroorganisme secara signifikan.

Gunakan wadah khusus freezer agar kualitas tetap terjaga. Saat akan dikonsumsi, cairkan terlebih dahulu sebelum dipanaskan.

7. Perhatikan Tanda Opor Mulai Basi

Ciri opor basi biasanya ditandai dengan bau asam atau perubahan warna. Tekstur kuah juga bisa menjadi lebih kental dan pecah.

Jika sudah muncul tanda tersebut, sebaiknya jangan dikonsumsi. Keamanan makanan lebih penting daripada menghindari pemborosan.

8. FAQ

Q: Berapa lama opor bisa bertahan di kulkas?
A: Opor biasanya dapat bertahan 2–3 hari di kulkas jika disimpan dengan benar.

Q: Apakah opor boleh disimpan di suhu ruang?
A: Opor tidak disarankan disimpan di suhu ruang lebih dari 2 jam karena santan mudah basi.

Q: Bolehkah opor langsung dimasukkan ke kulkas saat masih panas?
A: Tidak, sebaiknya tunggu hingga dingin agar tidak merusak suhu kulkas dan kualitas makanan.

Q: Apakah opor bisa dibekukan?
A: Ya, opor bisa dibekukan untuk memperpanjang masa simpan hingga beberapa minggu.

Q: Bagaimana cara memanaskan opor yang benar?
A: Panaskan secukupnya saja dan aduk perlahan agar santan tidak pecah.

Mau baca update terbaru lainnya? Yuk baca di KapanLagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending