Toko Buku Bekas Ini Temukan Bom Palsu di Salah Satu Koleksinya

Rabu, 05 September 2018 16:50 Penulis: Natanael Sepaya
Toko Buku Bekas Ini Temukan Bom Palsu di Salah Satu Koleksinya
Bom Palsu © elperiodicoextremadura.com


Kapanlagi Plus - Toko buku bekas adalah tempat yang tepat kalau seseorang ingin menambah wawasan dengan harga yang tidak terlalu mahal atau mungkin mencari bacaan yang sesuai selera. Hanya saja saat berkeliling toko buku bekas dan tiba-tiba kamu menemukan sebuah buku yang berisi bom, apa jadinya?

Well, inilah yang terjadi di salah satu toko buku bekas di Badajoz, Spanyol Barat yang sukses membuat banyak orang panik. Seperti dilansir dari Oddity Central, seorang petugas sangat terkejut saat menemukan salah satu buku koleksi di toko tempatnya bekerja, One Hundred, menyimpan sebuah bom.

Bom itu sendiri disimpan di tengah-tengah buku yang berjudul THE KING OF BEGGARS dan ditulis oleh Jean Larteguy. Seorang staff sempat merasa curiga karena berat buku tersebut sama sekali tidak wajar. Ketika buku itu dibuka, staf tadi menemukan bom dengan mekanisme yang dilengkapi stopwatch, kapasitor, hingga berbagai benda-benda elektronik dan kabel.

1. Bukan Bom Asli

Terkejut melihat bom buku tersebut, staf dan toko buku bekas tadi mengevakuasi diri dan memanggil Polisi. "Kami menemukan buku bersampul luar negeri, dari sekitar era 80an, antara 85-86 dan saat kami mengambilnya, kami sadar kalau buku itu sangat berat. Kami membukanya dan menemukan sebuah mesin mekanisme di dalamnya," ujar salah seorang staf One Hundred pada Extremadura News.

Setelah mengirim gambar dari buku tadi pada pihak Kepolisian, buku itu pun dikonfirmasi sebagai unit bom yang kemudian membuat tim Specialists in Deactivation of Explosive Devices (TEDAX) segera datang. Area toko buku bekas itu juga langsung disterilkan, sebelum akhirnya TEDAX mengatakan kalau stopwatch di buku tadi kehabisan baterai dan tidak ada jejak bahan peledak di dalamnya.

Buku itu sendiri masih dipelajari oleh para ahli, walaupun saat ini statusnya sama sekali tidak berbahaya. Nah menariknya, Jean Larteguy juga tercatat pernah bermimpi tentang bom yang ada pada bukunya di tahun 1960, LES CENTURIONS. Lalu, apakah bom tadi punya keterkaitan dengan buku milik Jean?

2. Mahasiswa Diringkus Karena Candaan Bawa Bom di Pesawat

Salah seorang penumpang Lion Air rute Pontianak- Jakarta terpaksa diamankan oleh petugas Avsec Bandara Supadio Pontianak gara-gara melontarkan candaan membawa bom. Akibat perbuatannya, beberapa penumpang terpaksa berhamburan keluar dari jendela darurat. Tak ayal, delapan di antaranya terluka setelah nekat melompat dari sayap pesawat.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin (28/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian bermula saat seorang mahasiswa bernama Frantinus Sigiri melontarkan candaan kepada pramugari Lion Air saat tengah bertugas meletakkan barang di kabin pesawat. Tak disangka, beberapa penumpang mendengar hal tersebut sampai akhirnya terjadi kepanikan masal.

"Jadi candaan bom itu disampaikan penumpang itu (Frantinus Sigiri) ke Pramugari. Ada penumpang lain yang dengar, kalau ada barang berbahaya di dalam kabin," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Nanang Purnomo dikonfirmasi merdeka.com, Senin (28/5) malam.

3. Memutuskan Lompat Dari Sayap Pesawat

Diketahui dari video yang beredar luas, penumpang Lion Air yang sudah berada di luar pintu darurat mulai berteriak karena panik. Beberapa diantaranya memutuskan untuk terjun dari sayap pesawat yang cukup tinggi.

Penumpang yang panik melompat dari atas pesawat hingga jatuh dan terluka. Delapan orang penumpang dilarikan ke rumah sakit terdekat dari Bandara Supadio. "Luka-luka itu karena penumpang melompat dari sayap," ungkap Nanang.

Setelah kejadian yang bikin gempar tersebut, Fransiskus langsung dibawa ke ruang Avsec Bandara Supadio untuk menjalani pemeriksaan. Petugas juga melakukan penyisiran kabin pesawat dan hasilnya tak ada bom yang ditemukan. Kejadian ini tentu saja jadi pelajaran berharga buat kita semua ya, KLovers, kalau hal-hal yang berkaitan dengan bom sama sekali nggak pantas buat bahan bercanda.

(odd/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI