Universitas Brawijaya Pulangkan 48 Mahasiswa Kedokteran asal Malaysia

Senin, 30 Maret 2020 23:00 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Universitas Brawijaya Pulangkan 48 Mahasiswa Kedokteran asal Malaysia
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Universitas Brawijaya (UB) Malang memulangkan 48 orang mahasiswa asal Malaysia yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran (FK). Pemulangan berlangsung dalam dua rombongan dari Kota Malang menuju Malaysia melalui bandara internasional Djuanda Sidoarjo.

"Ini permintaan Kedutaan Besar Malaysia dengan mengirimkan surat resmi kepada Rektor," tegas dr. Eriko Prawestiningtyas, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang kepada wartawan, Senin (30/3).

Surat permintaan Kedubes Malaysia tersebut bertepatan dengan kebijakan Rektor UB yang memang memberlakukan perkuliahan secara daring (online). Permintaan Kedubes Malaysia itu pun tidak hanya ke UB, tetapi juga sejumlah kampus di Indonesia.

Sehingga atas surat permintaan tersebut mahasiswa asal Malaysia yang sedang menempuh pendidikan di FK UB dipulangkan ke negaranya.

 

1. Berlangsung 2 Gelombang

Pemulangan berlangsung dalam 2 gelombang yakni 23 mahasiswa berangkat Minggu (29/3) dan 17 mahasiswa dipulangkan Senin (30/3). Sementara 8 mahasiswa lainnya segera menyusul, karena persoalan tiket pesawat.

Rata-rata mahasiswa mengikuti program reguler dengan didominasi mahasiswa semester 3 atau 5. Mereka selanjutnya akan menjalani proses perkuliahan secara daring sampai akhir semester genap, sebagaimana surat keputusan Rektor. Selama itu, para mahasiswa akan mendapatkan pengawasan oleh dosen Pembimbing Akademik (PA).

"Kita akan tetap memantau, mengingatkan dan memastikan bahwa kita selalu ada yang dalam hal ini diwakili oleh dosen akademiknya," katanya.

2. Diberlakukan Protokol Kesehatan

Sementara itu dalam proses pemulangan, para mahasiswa diberlakukan protokol kesehatan yakni dengan cuci tangan dengan hand sanitizer dan mngenakan masker. Selama dalam kendaraan pun diterapkan physical distancing dengan menjaga jarak duduk antar mahasiswa.

Barang bawaan juga disemprot dengan alkohol sebelum memasuki bandara, begitupun kendaraan yang digunakan langsung dibersihkan dengan disinfektan.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI