Usaha Anak Ini Demi Sekolah Bikin Trenyuh, Keliling Jual Pisgor!

Jum'at, 04 Agustus 2017 13:18 Penulis: Agista Rully
Usaha Anak Ini Demi Sekolah Bikin Trenyuh, Keliling Jual Pisgor!
© instagram.com/chandra_wisnawa

Kapanlagi Plus - Bicara soal pendidikan, rasanya Indonesia belum bisa dibilang sebagai negara dengan pemerataan pendidikan. Meski ada Kartu Indonesia Pintar sekalipun, masih ada banyak anak yang putus sekolah karena terkendala biaya. Padahal dana pendidikan dari pemerintah juga sudah digelontorkan. Agak mengherankan bukan?

Masih ingat dengan bocah berusia 10 yang rela keliling jualan cilok demi sekolah? Rupanya nasib kurang beruntung juga dialami oleh seorang anak asal Denpasar lho KLovers. Masalah keduanya sama yakni terkendala biaya untuk menyambung pendidikan.

"Adik ini terlihat menangis sambil membawa dagangannya. Hanya karena ingin melanjutkan sekolah, adik ini harus berjualan pisang goreng," tulis seorang pengguna Instagram @chandra_wisnawa, Kamis (03/08).

"Adik ini baru lulus SD sedangkan orangtua tak bisa membiayai untuk melanjutkan sekolah. Adik ini berasal dari Jalan Gunung Agung Gang Gangga, Denpasar. Dia hanya tinggal dengan neneknya," lanjut pria tersebut.

I Putu Kompyang, bocah lulusan SD yang berjualan pisang goreng demi melanjutkan sekolah © instagram.com/chandra_wisnawaI Putu Kompyang, bocah lulusan SD yang berjualan pisang goreng demi melanjutkan sekolah © instagram.com/chandra_wisnawa

Dari kisah yang dibagikannya dan jadi viral ini, diketahui bahwa si penjual pisang goreng sempat diminta sang nenek untuk 'cuti' sekolah selama 1 tahun tapi tekad adik dalam foto tersebut untuk mengenyam pendidikan sangat kuat.

"Selalu berjualan dari rumahnya sampai sekitar Pasar Kreneng. Adik ini berkata, 'Lebih baik saya jualan ketimbang saya maling dan mengemis'," tutup Chandra. Tak lama setelah postingan ini jadi viral, keberadaan sang penjual pisang goreng ini diendus oleh Dinas Sosial Kota Denpasar.

Saat ini camat dan jajaran staf Denpasar Barat mencarikan solusi yang terbaik bagi bocah bernama I Putu Kompyang Swastika. Kedua orangtuanya berasal dari Banyuwangi dan pemerintah setempat berusaha untuk membantu I Putu kembali ke sekolah sesegera mungkin. Mari kita doakan agar nasib baik berpihak pada bocah penjual pisang goreng ini ya KLovers!

(kpl/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI