Viral Patok Harga Selangit, Warung Bu Anny Kini Buat Daftar Harga Baru

Selasa, 04 Juni 2019 19:32 Penulis: Gogor Subyakto
Viral Patok Harga Selangit, Warung Bu Anny Kini Buat Daftar Harga Baru
Warung Bu Anny. Credit: istimewa


Kapanlagi Plus - Belum lama ini, sebuah warung di daerah Tegal, Jawa Tengah sempat ramai menjadi perbincangan warganet. Bukan karena menu unik atau pun cita rasa khas, tempat makan lesehan tersebut jadi viral karena mematok harga selangit!

Tak lama, warung ini memang ramai jadi perbincangan setelah seorang pelanggan sempat makan di tempat itu. Ia menjelaskan menu sederhana seperti ikan bakar dan minuman jeruk panas harus dibayarnya dengan harga 400 ribu rupiah.

Dan tak sampai di situ saja, ada juga beberapa pelanggan lainnya yang disebut menjadi korban dari warung Bu Anny. Pasalnya untuk makan empat orang mereka merogoh kocek sampai 1,5 juta rupiah.

1. Harga Mahal Viral

Warung Bu Anny sendiri memang merupakan warung tenda sederhana dengan konsep lesehan seperti pada umumnya. Menu yang dihadirkan pun tak berbeda dengan warung-warung lainnya.

Karena itu pula banyak yang bertanya-tanya soal patokan harga yang memang sangat tinggi. Dari sebuah nota yang diduga berasal dari Warung Bu Anny, di situ kita bisa melihat tingginya harga yang dipakai.

Menu ikan kakap bakar yang dipesan sejumlah tiga ekor mencapai angka 675 ribu (224 ribu per ekor). Sedangkan untuk nasi dan minuman menghabiskan biaya sebanyak 175 ribu.

2. Daftar Harga Baru

Pemberitaan yang membuat Warung Bu Anny menjadi viral pun nampaknya juga terdengar sampai ke pemilik warung. Diprotes soal harga yang selangit, beliau nampaknya sudah membuat daftar harga dan menu baru.

Daro menu baru itu kita bisa melihat kalau harga baru yang disediakan memang sudah turun. Tak lagi ada menu yang harganya dimulai dari kisaran ratusan ribu rupiah (kecuali menu kepiting yang dimulai dengan harga 150 ribu).

Meski sudah menurunkan harga, nampaknya Warung Bu Anny sampai sekarang masih dicap memberikan harga yang terlalu mahal. Bahkan banyak warganet menilai kalau harga baru masih terasa tinggi. Kalau menurut kalian bagaimana?

(kpl/ssm)

Editor:

Gogor Subyakto



MORE STORIES




REKOMENDASI