Zat Besi, Kunci Nutrisi untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Energi Si Kecil!

Penulis: M Rizal Ahba Ohorella

Diterbitkan:

Zat Besi, Kunci Nutrisi untuk Meningkatkan Kecerdasan dan Energi Si Kecil!
Cara Menurunkan Kolesterol, Ini Makanan Sehat dan Ampuh yang Wajib Ada di Menu Harian Anda

Kapanlagi.com - Zat besi, yang memiliki simbol kimia Fe, merupakan mikro nutrisi esensial bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak-anak, namun satu dari tiga anak di Indonesia berisiko kekurangan zat besi, menurut Riset Kesehatan Dasar 2018.

Zat besi berperan penting dalam proses mielinisasi, yaitu pembentukan selubung saraf yang memastikan impuls saraf dapat ditransmisikan dengan cepat, sehingga mendukung kemampuan belajar anak.

Selain itu, zat besi juga krusial dalam pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh, yang berkontribusi pada pertumbuhan fisik dan energi. Anak-anak yang memenuhi kebutuhan zat besi harian mereka cenderung memiliki tinggi badan yang lebih baik dan lebih aktif dibandingkan yang kekurangan.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan asupan zat besi yang cukup bagi anak agar mereka tumbuh cerdas dan energik.

1. Kebutuhan Zat Besi pada Anak Berbeda-Beda

Dian menjelaskan bahwa kebutuhan zat besi pada anak bervariasi sesuai dengan usia mereka.

Untuk si kecil yang berusia 1-3 tahun, kebutuhan zat besi mencapai 7 mg per hari. Namun, saat anak memasuki usia 4-6 tahun, angka tersebut meningkat menjadi 10 mg per hari.

Menariknya, saat memasuki masa remaja, kebutuhan zat besi antara anak laki-laki dan perempuan pun berbeda.

Khususnya bagi remaja perempuan yang sudah mengalami pubertas, kebutuhan zat besi mereka meningkat untuk memenuhi kebutuhan tambahan akibat menstruasi, seperti yang diungkapkan Dian.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Sumber Makanan Tinggi Zat Besi

Dian mengungkapkan bahwa kita bisa mendapatkan zat besi dari berbagai makanan yang ada di sekitar kita, yang terbagi menjadi dua jenis: heme dan non-heme.

Zat besi heme, yang lebih mudah diserap tubuh dengan tingkat penyerapan mencapai 10-30%, dapat ditemukan dalam makanan seperti ati ayam, ati sapi, ikan, serta daging merah. "

Makanan yang mengandung zat besi hewani, seperti daging merah dan ati, memiliki penyerapan yang lebih baik 2-3 kali lipat dibandingkan dengan yang non-heme," jelas Dian.

Sementara itu, zat besi non-heme, yang sebagian besar bersumber dari nabati seperti bayam, kacang merah, dan almond, memerlukan bantuan dari vitamin C untuk meningkatkan penyerapan.

Jadi, saat menikmati sayur bayam atau telur, jangan lupa menambahkan tomat atau menikmati jeruk setelahnya untuk mendapatkan manfaat maksimal dari zat besi!

3. Bagaimana dengan Konsumsi Susu?

Untuk mendukung pertumbuhan optimal anak, penting bagi orangtua untuk memilih susu pertumbuhan yang kaya akan nutrisi, terutama yang mengandung zat besi dan vitamin C.

Menurut Dian, pemberian susu terfortifikasi pada anak usia 1-3 tahun dapat secara signifikan memenuhi kebutuhan zat besi harian mereka sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG).

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rao)