10 Alasan Startup Grab Bisa Raih Level Decacorn dengan Cepat

Kamis, 07 Maret 2019 00:01 Penulis: Ayu Miranti
10 Alasan Startup Grab Bisa Raih Level Decacorn dengan Cepat
┬ęshutterstock

Kapanlagi Plus - Grab menjadi satu-satunya startup di Asia Tenggara yang saat ini telah mencapai level decacorn. Dibandingkan dengan perusahaan rintisan lainnya, naik status ini tergolong cepat. Didirikan tahun 2012 oleh Anthony Tan, aplikasi layanan taksi online ini hanya butuh waktu sekitar tujuh tahun.

Status decacorn sendiri disematkan kepada perusahaan yang memiliki valuasi USD 10 miliar ke atas. Hal ini menandakan bahwa Grab sepuluh kali lebih besar dari unicorn. Berikut adalah alasan-alasan mengapa startup Grab bisa raih decacorn dengan cepat.

Lahir di Saat yang Tepat

Grab merupakan aplikasi yang melayani panggilan angkutan secara online. Kehadirannya bersamaan dengan semakin tumbuhnya jumlah generasi milenial yang produktif. Bisa dibilang, Grab lahir di saat yang tepat, yaitu ketika masyarakat sudah sangat bergantung dengan smartphone dan membutuhkan cara mendapatkan angkutan dengan cepat dan mudah.

Sosok Hebat di Belakang Grab

Anthony Tan merupakan bidan dari lahirnya Grab. Berawal dari keluhan temannya yang kesulitan mendapatkan taksi, Anthony pun membuat aplikasi bernama MyTeksi di tahun 2012. Selain itu, sang founder Grab ini juga punya darah bisnis yang deras mengalir di nadinya. Sebagai catatan, kakek buyutnya juga merupakan sopir taksi yang akhirnya menjadi pengusaha otomotif sukses di Malaysia.

Motivasi Besar di Balik Grab

Meski dibesarkan dari keluarga pebisnis, bukan berarti Anthony Tan merasa nyaman di dalam zonanya. Sebagai seorang milenial, justru dirinya tertantang untuk mendirikan sebuah perusahaan sendiri, lepas dari bayang-bayang keluarganya. Mungkin motivasi inilah yang akhirnya juga menjadi salah satu roket pendorong yang melejitkan Grab ke level decacorn.

Dibangun dengan Kepedulian

Grab dibangun dengan kepedulian terhadap masalah di lingkungan sekitar. Bahkan di masa-masa awalnya, Anthony Tan nggak sungkan-sungkan untuk terjun langsung ke lapangan. Bukan cuma untuk mempromosikan produknya kepada sopir-sopir taksi, tapi juga untuk mengetahui problem-problem apa saja yang dialami masyarakat.

Mampu Menjaga Kualitas Pelayanan dengan Baik

Nggak bisa dipungkiri bahwa salah satu kunci keberhasilan Grab di pasar transportasi online adalah kualitas pelayanan yang baik bagi konsumen. Nggak hanya sekadar mengejar materi, kepuasan pelanggan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan, baik tim Grab mau pun mitra pengendara. Selain itu, tarif yang terjangkau dan jujur juga menjadikan Grab disukai oleh penggunanya.

Kekuatan Investor

Kualitas pelayanan yang baik menjadikan Grab sebagai incaran bagi para investor. Berkali-kali startup yang bermarkas di Singapura ini mendapatkan pendanaan dari penanam modal kelas kakap dengan jumlah uang yang fantastis. Nggak heran kalau Grab benar-benar memanfaatkan keuntungan tersebut untuk membesarkan perusahaannya hingga menjadi decacorn.

Proses Merger dengan Uber

Salah satu langkah besar yang melejitkan Grab sebagai decacorn adalah ketika berhasil merengkuh Uber Asia Tenggara ke dalam perusahaannya. Kebetulan, Uber juga memiliki mitra-mitra pengendara yang tersebar di kawasan ini. Berkat merger ini, Grab dapat beroperasi di delapan negara, yaitu Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

Inovasi Menelurkan Prestasi

Grab nggak semata sebagai aplikasi pesan taksi online saja. Sejak pertama kali berdiri, sudah banyak inovasi yang diberikan untuk meningkatkan mutu pelayanan, sekaligus ekspansi di berbagai sektor usaha. Mulai dari layanan ride-hailing yang meliputi GrabTaxi, GrabCar dan GrabBike, financial technology lewat GrabPay yang kini berganti nama menjadi OVO Cash, hingga marketplace yang terdiri dari GrabExpress, GrabFood, dan GrabFresh.

Orang Asia Tenggara Butuh Kemudahan Transportasi

Sebagai negara berkembang, nggak bisa dipungkiri bahwa masyarakat di Asia Tenggara butuh mobilitas tinggi. Menggantungkan diri pada transportasi massal hanya akan membawa kelemahan, yaitu kurang efektif karena nggak bisa langsung sampai tujuan dan membuang banyak waktu berharga. Kehadiran Grab yang memangkas hal-hal tersebut membuat banyak orang antusias untuk menggunakannya.

Berani Kasih Promo

Faktor lain yang mempercepat langkah Grab mencapai status decacorn adalah berbagai promo menarik yang mereka berikan kepada konsumen. Mulai dari potongan harga hingga diskon membuat banyak pelanggan yang betah menggunakan layanan ini.

Dilihat dari sepuluh alasan di atas, Grab membuktikan bahwa menjadi decacorn bukanlah karena keberuntungan semata. Ada kerja keras yang menjadi bagian dari keberhasilan mencapai posisi elit tersebut.      

(kpl/xpi/ayu)

Editor:

Ayu Miranti



MORE STORIES




REKOMENDASI