10 Fakta Sukses Grab Capai Level Decacorn

Selasa, 05 Maret 2019 08:00 Penulis: Wuri Anggarini
10 Fakta Sukses Grab Capai Level Decacorn
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Di era serba digital seperti sekarang ini, banyak startup bermunculan hingga jumlahnya sudah nggak bisa dihitung lagi. Inovasi jadi hal penting yang dibutuhkan buat bertahan di tengah kerasnya persaingan dunia startup. Biar nggak cuma jadi startup yang biasa-biasa aja, kamu juga perlu dibekali kemampuan berpikir secara visioner seperti Grab yang sekarang sudah jadi decacorn pertama di Asia Tenggara.

Apa sih status decacorn itu? Jadi, startup punya kelas alias kastanya masing-masing. Jika selama ini yang kamu tahu hanya unicorn, ternyata nggak berhenti sampai di situ aja. Pasalnya, decacorn adalah level lebih tinggi yang merujuk pada startup yang memiliki nilai valuasi di atas USD 10 miliar. Artinya, Grab punya kelas yang 10 kali lebih tinggi dan lebih besar dari unicorn!

Sebagai perebut tahta decacorn pertama di Asia Tenggara, ini lho 10 fakta sukses Grab yang bisa kamu pelajari buat mengembangkan bisnis di masa depan.

1. Didirikan oleh Anthony Tan

Anthony Tan adalah sosok dibalik melejitnya popularitas Grab sebagai salah satu aplikasi transportasi online yang diandalkan milenial saat ini. Bisnis bukan hal yang asing bagi Tan karena dia sendiri lahir di keluarga pebisnis ternama di Malaysia. Ayahnya, Tan Heng Chew, pernah mendapatkan status sebagai orang terkaya di Malaysia tahun 2015. Sementara ibunya sendiri adalah seorang pialang saham sukses di Malaysia.

2. Ide Mendirikan Grab

Lulus dari Harvard Business School, Tan langsung menggagas bisnisnya sendiri. Ide mengembangkan Grab sendiri datang secara tidak terduga. Berawal dari obrolan bersama teman-temannya yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan taksi di Malaysia, Tan pun akhirnya menggagas bisnis layanan taksi yang mudah dan cepat dengan nama MyTeksi. Di tahun 2012, ia mengubah nama bisnisnya menjadi GrabTaxi yang kemudian diganti lagi menjadi Grab.

3. Bisnis yang Membuat Anthony Tan Ingin Mandiri

Meskipun berasal dari keluarga pengusaha, tapi Grab merupakan bisnis yang murni dijalankan Tan tanpa bantuan keluarga. Selama merintis Grab, ia bahkan ingin lepas dari bayang-bayang keluarga. Usaha ini nggak sia-sia, karena Tan berhasil membuktikan kepiawaiannya dalam mengelola bisnis.

4. Pendanaan Jadi Kunci Startup Melebarkan Sayap

Kesuksesan Tan mengembangkan Grab juga nggak lepas dari pentingnya pendanaan. Menurut Tan, pendanaan menjadi kunci startup dalam melebarkan sayap dan memberikan yang terbaik untuk para penggunanya. Terlebih di tengah kerasnya persaingan startup, dengan pendanaan yang kuat Tan bisa melakukan perang harga dan promo untuk menarik pengguna.

5. Merger dengan Uber di Asia Tenggara

Pertumbuhan portofolio Grab terus memperlihatkan skema yang menakjubkan. Terbukti, pada tahun 2018, Grab menjalin kesepakatan besar untuk merger dengan Uber di kawasan Asia Tenggara. Akuisisi ini membuat Grab merancang integrasi bisnis layanan transportasi dan pesan antar makanan milik Uber di kawasan Asia Tenggara dengan platform yang sudah dimiliki Grab. Lewat merger ini pula Grab berkembang menjadi mobile platform online to offline (O2O) nomor 1 di Asia Tenggara.

6. 3 Layanan Andalan

Grab, Super App terkemuka di Asia Tenggara yang menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile dan hiburan digital. Dengan filosofi platform terbuka yang diusung, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik. Seiring pertumbuhan bisnisnya, ada 3 layanan andalan yang diusung oleh Grab. Mulai dari ride hailing yang meliputi GrabTaxi, GrabCar dan GrabBike, financial technology seperti layanan GrabPay, dan marketplace yang terdiri dari GrabExpress, GrabFood, dan GrabFresh.

7. Investasi yang Diperoleh Grab

Inovasi yang berhasil dihadirkan Grab membuatnya menjadi salah satu startup yang menggiurkan untuk menanamkan modal. Tercatat, beberapa nama investor besar menanamkan modal yang cukup fantastis ke dalam bisnis Grab. Mereka di antaranya adalah Temasek, Tiger Global, Hillhouse Capital, China Investment Corporation, hingga Toyota Motor Corp.

8. Sukses Menguasai 8 Negara

Bisnis Grab memang menunjukkan angka pertumbuhan yang luar biasa. Aplikasi Grab sendiri sudah didownload lebih dari 136 juta pengguna dan memiliki 9 juta micro entrepreneur di jaringannya. Layanannya sendiri kini sudah menguasai 336 kota yang tersebar di 8 negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Kamboja.

9. Market Opportunity

Semakin tumbuh besar, Grab punya market opportunity yang nggak kalah luas juga. Bisnis transportasi memang jadi salah satu kebutuhan bagi milenial modern yang punya kebutuhan mobilitas cukup tinggi. Pertumbuhan bisnisnya juga pesat di Asia Tenggara seiring dengan banyaknya kepemilikan mobil masyarakat. Daripada dibiarkan menganggur, lebih baik Grab-in aja kan?

10. Jadi Decacorn Pertama di Asia Tenggara

Lewat model bisnis dan inovasi yang dibawanya, secara perlahan tapi pasti Grab menjadi decacorn (super unicorn) yang memberikan layanan terbaiknya untuk pengguna dengan tarif terjangkau dan membuat kegiatan sehari-hari jadi lebih efisien.

Jadi, bagaimana rasanya saat kegiatan sehari-hari kamu ditemani startup level decacorn nih, KLovers?

(kpl/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI