11 Cara Menahan Marah Menurut Islam, Amalkan untuk Kendalikan Emosi

Minggu, 09 Mei 2021 10:11 Penulis: Nurul Wahida
11 Cara Menahan Marah Menurut Islam, Amalkan untuk Kendalikan Emosi
Ilustrasi (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Islam memandang manusia sebagai makhluk yang diciptakan dengan bentuk paling sempurna dan indah. Namun manusia juga tidak lepas dari kesalahan, misalnya saja saat tak bisa mengendalikan rasa amarah dan emosinya. Untuk itulah, Rasulullah SAW telah mencontohkan cara menahan marah yang bisa kalian amalkan.

Selain sebagai makhluk sosial, manusia juga dibekali dengan emosi dan hawa nafsu. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya yang disebut memiliki bentuk paling indah. Berkaitan dengan emosi, ada beragam hal yang bisa mempengaruhinya baik rasa senang, jatuh cinta, sedih, ataupun marah.

Sayangnya saat manusia diselimuti amarah, seringkali tidak dapat mengendalikannya secara bijak. Jika hal ini terjadi, maka ada risiko atau dampak buruk yang mungkin saja dialami ke depannya. Untuk itulah pentingnya mengontrol emosi saat marah meskipun perasaan ini wajar terjadi pada situasi seperti tertekan, kecewa, terancam, ataupun sakit hati.

Menurut Islam, ada cara menahan marah yang dicontohkan Rasulullah SAW agar bisa mengendalikan emosi yang menyelimuti hati. Adapun cara menahan marah menurut Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini.

 

1. Lebih Baik Diam

Cara menahan marah menurut Islam yang pertama adalah dengan memilih tetap diam. Diam menjadi cara terbaik yang bisa dilakukan setiap orang ketika amarah menyelimuti hati. Sebab, dengan diam seseorang dapat mengendalikan emosinya untuk meredam suasana.

Selain itu dengan diam, dapat sejenak memberi ruang pada pikiran dan hati agar lebih berpikir jernih dalam berucap serta bertindak. Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi sebagai berikut,

Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah Saw bersabda:

"Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad)

 

2. Membaca Doa Istiadzah

Cara menahan marah menurut Islam berikutnya adalah dengan membaca doa istiadzah. Doa istiadzah juga dikenal dengan ta'wudz. Doa ini biasanya dibaca ketika akan memulai sejumlah amalan seperti membaca Al-Quran. Sebab doa tersebut dapat melindungi dari godaan setan. Termasuk saat marah, seringkali bisa dipicu oleh godaan setan. Adapun bacaan doa istiadzah atau ta'awudz sebagai berikut:

"A'uudzu billahi minas syaithanir rajiim."

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."

Doa tersebut berdasarkan dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:

"Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, 'Auudzubillahi minasy syaitaanir rajiim', niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

 

3. Amalkan Doa Ketika Marah

Selain membaca doa istiadzah atau ta'awudz, kalian juga bisa mengamalkan doa ketika marah. Doa ini dapat mengendalikan emosi kalian ketika marah sehingga tidak berlebihan dan mampu meredakannya. Adapun bacaan doa ketika marah sebagai berikut.

"Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani."

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."

 

4. Senantiasa Mengucapkan Istighfar

Membaca kalimat istighfar juga dapat menjadi cara menahan marah menurut Islam. Bacaan istighfar ini dapat menenangkan hati yang diselimuti amarah sehingga dapat mengendalikannya. Adapun bacaan istighfar tersebut sebagai berikut:

"astagfirullah hal 'adzim."

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung."

 

5. Merubah Posisi Badan Ketika Marah

Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya yang juga diajarkan Rasulullah SAW adalah dengan merubah posisi badan ketika marah. Misalnya saja ketika sedang marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, ataupun ketika marah dalam keadaan duduk maka berbaringlah. Artinya saat marah usahakan agar dapat merubah posisi badan lebih rendah. Hal ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:

"Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

 

6. Mengambil Wudhu

Wudhu menjadi salah satu rangkaian dalam ibadah yang juga dapat digunakan sebagai cara menahan marah. Ini terjadi karena air wudhu dapat memadamkan api yang berkobar saat marah. Maknanya, ketika marah hati dan pikiran manusia dapat diselimuti dengan api setan sehingga cara memadamkannya salah satunya dengan berwudhu. Adapun hal ini sesuai dengan hadis sebagai berikut:

"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

 

7. Berdzikir

Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya adalah dengan berdzikir. Berdzikir dapat menjadi cara terbaik menahan marah agar membuat hati tetap tenang. Sehingga dengan berdzikir bisa menjaga emosi kalian tetap terkontrol ketika marah.

 

8. Senantiasa Ingat Keutamaan Menjaga Emosi

Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya adalah dengan senantiasa mengingat keutamaan menjaga emosi saat marah. Artinya, kalian bisa mengambil pelajaran positif dari mengingat keutamaan menjaga emosi seperti disenangi banyak orang, tidak mudah termakan hasut, mudah bersosialisasi sesuai dengan tuntunan Islam.

"Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

 

9. Berusaha Memaafkan

Marah dapat dipicu berbagai faktor termasuk karena dikecewakan atau disakiti seseorang. Dalam hal ini ketika kalian mengalami marah karena faktor tersebut, ada baiknya untuk berusaha tetap memaafkannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT sebagai berikut:

"Wallaziina yajtanibuna kabaa'iral-ismi wal-fawaahisya wa izaa maa gadibu hum yagfirun."

Artinya: "Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf."

 

10. Berusaha Introspeksi Diri

Cara menahan marah menurut Islam selanjutnya adalah dengan berusaha melakukan introspeksi diri. Sehingga dengan introspeksi diri ini dapat membuat kalian merenungkan kembali hal-hal yang sebaiknya segera diperbaiki. Selain introspeksi diri, berpikir positif saat menghadapi masalah juga penting kalian lakukan agar dapat membuat perasaan tenang dan pikiran lebih jernih.

 

11. Mandi

Selain berwudhu, mandi juga dapat menjadi cara menahan marah yang bisa dilakukan menurut Islam. Sama dengan penjelasan wudhu, mandi juga bisa memadamkan api amarah dalam diri. Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi sebagai berikut:

Nabi Muhammad Saw. Bersabda:

"Marah itu dari syaitan, syaitan dari api, dan air bisa memadamkan api. Apabila kalian marah, mandilah." (HR. Abu Nuaim)

Nah itulah 11 cara menahan marah menurut Islam sesuai ajaran Rasulullah SAW, amalkan untuk kendalikan emosi. Ulasan artikel di atas dapat menjadi cara terbaik menahan marah yang bisa kalian lakukan.

Sumber: brilio.net, dalamislam.com

 

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI