15 Penyebab Haid Tidak Teratur yang Perlu Diketahui, Waspadai juga Gejalanya

Jum'at, 09 Juli 2021 11:11 Penulis: Anik Setiyaningrum
15 Penyebab Haid Tidak Teratur yang Perlu Diketahui, Waspadai juga Gejalanya
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Haid yang seharusnya terjadi rutin sesuai siklus, terkadang mengalami keterlambatan atau tidak teratur. Keluhan sering timbul dari perempuan yang mengalaminya. Mungkin kalian yang pernah mengalami juga bertanya-tanya, apa penyebab haid tidak teratur yang membuat siklusnya jadi memanjang atau memendek?

Tak hanya memanjang atau memendek, bahkan ada perempuan yang tak mengalami haid sama sekali hingga beberapa bulan. Padahal haid atau menstruasi merupakan proses luruhnya dinding rahim yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina. Umumnya siklus haid berlangsung antara 28-36 hari dan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari.

Penyebab haid tidak teratur banyak sekali, jadi jika kalian mengalaminya, tak perlu khawatir terlalu berlebihan. Namun, kalian tetap harus waspada terhadap gejala yang timbul. Oleh karena itu, kalian perlu menyimak beberapa informasi mengenai gejala dan penyebab haid tidak teratur yang dilansir dari beberapa sumber berikut ini.

1. Penyebab Haid Tidak Teratur dari Pola Hidup

1. Kenaikan atau Penurunan Berat Badan yang Dratis

Kenaikan atau penurunan berat badan secara drastis dikatakan sebagai penyebab haid tidak teratur karena bisa mempengaruhi hipotalamus. Hipotalamus merupakan kelenjar yang berfungsi mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk mempengaruhi siklus haid kalian setiap bulan.

Penurunan berat badan secara drastis bisa menghambat produksi hormon estrogen. Jika kalian mengalami kenaikan berat badan, tubuh akan memproduksi estrogen dalam jumlah banyak. Saat ovulasi terhambat, siklus haid juga akan terganggu.

Oleh karena itu kalian perlu menjaga berat badan tetap berada pada posisi ideal agar siklus haid teratur setiap bulannya.

2. Obesitas

Selain lebih berpeluang dihinggapi penyakit, seseorang perempuan yang obesitas juga berpotensi mengalami haid yang tidak teratur. Penambahan berat badan pada perempuan bisa memicu perubahan hormonal.

Melakukan diet sehat dan olahraga secara rutin mungkin akan disarankan oleh dokter jika obesitas memang menjadi faktor penyebab haid tidak teratur.

3. Merokok

Perempuan yang merokok mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami siklus haid yang tidak teratur. Hal tersebut bisa terjadi karena zat-zat yang terkandung dalam rokok, seperti nikotin, bisa mempengaruhi peran hormon estrogen dan progesteron dalam siklus haid.

4. Pola Hidup Tak Sehat

Pola hidup tak sehat ini mencakup kebiasaan seseorang yang melakukan olahraga secara berlebihan, mengalami penurunan berat badan secara drastis dan terlalu banyak makan sehingga mengalami obesitas. Kebiasaan begadang hingga stres, juga merokok juga perlu dihindari.

Hal tersebut perlu dilakukan karena pola hidup tak sehat bisa menjadi penyebab haid tidak teratur karena berpengaruh pada hormon di dalam tubuh. Hal itu juga perlu diperhatikan oleh perempuan yang memiliki gangguan seperti anoreksia nervosa dan bulimia.

5. Stres

Seperti yang telah disinggung di atas, stres merupakan salah satu penyebab haid tidak teratur karena dapat merusak keseimbangan hormon di dalam tubuh. Stres mendorong produksi hormon kortisol yang berlebihan dan hal itu bisa mempengaruhi bagian otak yang mengatur siklus haid. Oleh karena itu, jika stres berlebihan siklus haid kalian bisa jadi lebih cepat, lambat, hingga tak haid sama sekali.

 

2. Penyebab Haid Tidak Teratur Lain

6. Menopause Dini

Ketika seorang perempuan akan mengalami menopause, hormon dalam tubuhnya akan mengalami perubahan. Perubahan itu terjadi pada hormon estrogen dan progesteron yang menjadi tak teratur hingga menyebabkan siklus haid terganggu.

Umumnya, perempuan memasuki masa menopause di usia 45-55 tahun, tapi gejala-gejala menopause juga bisa dialami perempuan yang berusia 40 tahun, bahkan bisa lebih muda lagi. Penyebab haid tidak teratur ini yaitu, saat mwnopause, pelepasan sel telur berhenti. Dengan begitu, haid jadi terlambat atau berhenti sama sekali.

7. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)

Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) merupakan sindrom yang disebabkan oleh kelebihan hormon laki-laki pada perempuan. Sindrom ini menjadi pemicu munculnya kista di ovarium yang membuat perempuan tak bisa melepaskan sel telurnya setiap bulan.

Perempuan yang mengalami kondisi ini biasanya memiliki pertumbuhan rambut berlebih di wajah, jerawat yang sulit hilang, dan tentu saja, mengalami siklus haid yang tidak teratur.

8. Amenorraahea

Penyebab haid tidak teratur yang satu ini berasal dari gangguan reproduksi yang disebut Amenorrhea. Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Amenorrhea primer terjadi saat seorang perempuan belum pernah mengalami haid hingga usia yang sudah melewati 16 tahun.

Amenorrhea sekunder dialami seorang perempuan subur yang tidak haid lagi setelah 3-6 bulan sejak siklus terakhir padahal sedang tidak hamil.

9. Kontrasepsi

Pemakaian alat kontrasepsi, seperti IUD (spiral) atau pil KB bisa menimbulkan flek di antara siklus haid. Bahkan, alat kontrasepsi IUD bisa menyebabkan darah yang keluar lebih banyak disertai nyeri perut pada saat haid.

Pil KB atau pil pencegah kehamilan mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur melepaskan telur. Kalian bisa mendapatkan siklus haid normal kembali setelah sekitar 6 bulan berhenti mengonsumsi pil KB. Alat kontrasepsi hormonal lain yang ditanam atau disuntik juga dapat menyebabkan ketidakteraturan haid.

10. Melahirkan dan Menyusui

Sesaat setelah melahirkan dan menyusui merupakan fase di mana seorang perempuan mengalami sebuah kondisi hormonal yang tidak teratur. Hormon prolaktin yang berperan dalam proses produksi ASI mengalami peningkatan dan bisa mengakibatkan siklus haid menjadi tidak teratur.

11. Kista

Salah satu jenis kista yang bisa menjadi penyebab haid tidak teratur adalah kista ovarium. Hal tersebut bisa terjadi karena sifatnya yang fungsional, kista bisa muncul mempengaruhi siklus dan bisa juga menghilang dengan sendirinya.

Selain mempengaruhi siklus haid, kista atau tumor jinak ini bisa menimbulkan gejala seperti rasa nyeri yang berlebihan pada saat haid.

12. Kanker Rahim

Gejala awal kanker rahim yang biasa ditemui, yaitu terhambatnya siklus haid. Gejala ini juga diikuti oleh rasa mual, tubuh mudah lelah, berat badan yang menurun, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.

Gejala lanjutan yang muncul saat memasuki stadium lanjut akan berbeda dari sebelumnya. Jika awalnya haid terhambat, setelahnya justru akan ada banyak darah yang keluar saat haid.

13. Gangguan Tiroid

Jika kelenjar tiroid yang terletak pada leher dan berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh ini terganggu, siklus haid juga akan terpengaruh. Gangguan ini menjadi salah satu penyebab haid tidak teratur, diikuti dengan kerontokan rambut, mudah lelah, dan kenaikan serta penurunan berat badan secara drastis pada pengidapnya.

Saat mengalaminya, kalian perlu melakukan konsultasi dengan dokter spesialis endorkin. Selanjutnya, kalian bisa melakukan tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid dalam darah.

14. Penyakit Kronis

Salah satu penyakit kronis yang bisa menjadi penyebab haid tidak teratur, yaitu diabetes. Gula darah yang tidak stabil berkaitan erat dengan perubahan hormon seorang perempuan.

Oleh karena itu, diabetes yang tak terkontrol dapat menimbulkan haid menjadi tak teratur. Selain itu, kondisi tersebut juga bisa menjadi penghalang bagi tubuh untuk menyerap nutrisi penting sehingga menyebabkan siklus haid jadi tidak teratur.

15. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon estrogen dalam tubuh berperan untuk mengatur kesuburan dan siklus haid, sedangkan hormon progesteron akan membantu sistem reproduksi dalam mempersiapkan kehamilan, termasuk siklus haid.

Jika salah satu dari hormon tersebut tak berjalan seperti seharusnya, itu bisa menjadi penyebab haid tidak teratur. Khusus pada perempuan yang berusia di bawah 20 tahun, haid yang tak teratur bisa dipicu oleh kurang matangnya jalur hormonal dari otak ke indung telur.

 

3. Gejala Haid Tidak Teratur

Kalian perlu mencari penyebab haid tidak teratur ketika mengalami gejala seperti berikut ini.

Jeda hari dalam siklus haid selalu berubah. Misalnya, dari siklus 30 hari menjadi 21 hari.

1. Jumlah darah yang keluar sering berubah setiap bulan. Jika awalnya keluar sangat banyak hingga lebih dari 7 hari menjadi sangat sedikit dan terjadi dalam waktu singkat.

2. Siklus haid tiba-tiba berantakan, tak teratur sesuai tanggal.

3. Jarak antarsiklus kurang dari 21 hari.

4. Jarak antarsiklus lebih dari 45 hari.

5. Mengalami sakit atau kram perut yang sangat parah ketika haid.

6. Terjadi pendarahan di luar siklus menstruasi.

Untuk menyadari perubahan di atas, kalian perlu perhatian dengan tubuh dan siklus haid yang datang setiap bulan. Setelah itu, silakan simak beberapa cara mengatasinya berikut ini.

 

4. Cara Mengatasi Haid Tidak Teratur

Setelah mengetahui berbagai penyebab haid tidak teratur, kalian perlu menentukan gejala macam apa yang dialami sehingga bisa memilih cara untuk mengatasinya berikut ini.

1. Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan kelola stres dengan baik.

2. Ganti alat kontrasepsi yang tak cocok dengan kalian dan membuat haid tidak lancar setelah 3 bulan pemakaian.

3. Pengobatan penyakit tiroid atau sindrom polikistik ovarium yang mungkin diderita.

4. Jalani konseling ketika mengalami stres yang berat.

5. Pemeriksaan organ reproduksi secara rutin.

6. Mengonsumsi metformin dan obat penurun insulin mungkin akan diresepkan untuk membantu memperlancar ovulasi agar haid kembali teratur.

7. Pil KB dosis rendah yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron juga bisa mengurangi produksi androgen agar jadwal haid kembali teratur.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyebab haid tidak teratur beserta gejala dan cara mengatasinya yang perlu kalian ketahui untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan reproduksi.

(Sumber: Liputan6.com, Alodokter.com)

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI