5 Benda Tak Biasa Ini Dulu Jadi Bahan Pewarna Rambut Lho

© istimewa

Kapanlagi.com - Mengubah warna rambut sudah bukan hal asing di zaman modern ini, bahkan sangat mudah bagi seseorang untuk mengubah warna rambut mereka. Mungkin kita harus berterima kasih atas teknologi pewarnaan rambut saat ini, sebab kita tak perlu menggunakan material yang terbilang menjijikkan hanya untuk mendapatkan rambut gelap menutupi uban atau rambut terang.

Orang yang patut mendapatkan ucapan terima kasih bagi para pecinta perawatan rambut tak lain adalah seorang ilmuwan asal Prancis. Berkat penelitiannya, sebuah zat yang disebut sebagai para-penilenediamin (PPD) dapat digunakan sebagai pengganti benda-benda tak disangka berikut sebagai pewarna rambut. Penasaran tidak benda aneh apa saja yang pernah dijadikan oleh para leluhur sebagai ramuan pengubah warna rambut? Simak sama-sama yuk.

1. Lintah Fermentasi

Lintah yang dicampur dengan cuka dapat digunakan sebagai pewarna rambut oleh bangsa Romawi Kuno © istimewa

Pada jaman Romawi Kuno, bangsa Romawi menggunakan lintah yang telah difermentasi sebagai pewarna rambut. Lintah dicampur dengan cuka dan didiamkan selama dua bulan dalam sebuah wadah tanah liat. Setelah melewati masa fermentasi tersebut, bangsa Romawi akan menggunakan cairan ini untuk mengubah warna rambut mereka. Cara mengeringkannya pun juga cukup unik yakni berjemur di bawah sinar matahari agar lintah terpanggang secara alami. Berani coba?

2. Asam Sulfur

Asam sulfur digunakan oleh bangsa Prancis era Renaissance, padahal asam sulfur bersifat korosif dan bahaya bagi kulit © istimewa

Seperti yang kita ketahui, asam sulfur bersifat korosif dan berbahaya bila
bersentuhan langsung dengan kulit. Faktanya, orang-orang Prancis di masa Renaissance justru menggunakan asam sulfur untuk mewarna rambut mereka. Cairan yang digunakan ini bernama Oyle of Vitrioli, cairan ini dapat mencerahkan warna rambut yang semula gelap.

3. Urin Kuda

Di abad pertengahan, urin kuda digunakan sebagai pencerah warna rambut © istimewa

Para wanita yang menginginkan rambut berwarna terang di jaman pertengahan akan menggunakan air kencing kuda. Ya, benar! Air kencing kuda ini diyakini dapat memberi warna cerah pada penggunanya. Aneh, jijik, tapi nyata.

4. Abu Kayu

Orang Yunani Kuno menggunakan abu kayu yang dicampur cuka, bahan ini dapat merusak rambut lho © istimewa

Bangsa Yunani kuno sangat menyukai warna rambut yang cerah, berbeda dengan bangsa Mesir yang lebih suka rambut berwarna gelap. Untuk mendapatkan warna cerah seperti yang mereka inginkan, bangsa Yunani kuno menggunakan abu bekas pembakaran kayu. Abu ini lalu dicampurkan dengan cuka sehingga disebut sebagai Sabun Lye. Meski tampaknya biasa saja dan tidak berbahaya, campuran ini dapat membakar kulit manusia dan merontokkan rambut lho! Savage!

5. Lemak Kambing

Para pria dari bangsa Viking gemar mewarna rambut dengan lemak kambing © istimewa

Lemak kambing digunakan sebagai bahan pewarna rambut bagi bangsa VIking. Kebanyakan yang memiliki hobi mewarna rambut bagi bangsa dari daerah Nordik ini adalah pria. Mereka menggunakan lemak kambing sebagai bahan utama pewarna rambut untuk memerahkan rambut dan jenggot mereka. Apa kamu ingin mencoba cara mewarna rambut ala para
leluhur ini?

(kpl/agt)

Rekomendasi

Trending