5 Pelajaran Bisnis Startup yang Bisa Diambil dari Decacorn Pertama Asia Tenggara

Rabu, 06 Maret 2019 00:04 Penulis: Ayu Miranti
5 Pelajaran Bisnis Startup yang Bisa Diambil dari Decacorn Pertama Asia Tenggara
┬ęshutterstock

Kapanlagi Plus - Ketika perusahaan-perusahaan lain membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai valuasi USD 10 miliar, Grab datang dan merengkuhnya begitu saja. Dimulai sejak tahun 2012, kini di tahun 2019 Grab telah sukses mencapai level decacorn dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar. Seiring dengan makin trending-nya bisnis startup, kamu bisa comot lima trik sukses yang menjadikan Grab sebagai decacorn pertama di Asia Tenggara.

Yakin Bahwa Setiap Orang Bisa Mengubah Hidupnya

Anthony Tan sebenarnya dilahirkan sebagai anak dari keluarga kaya. Kakek dan ayahnya sukses mendirikan bisnis otomotif di Malaysia. Tapi sebagai milenial, bukan berarti Anthony nyaman dengan keadaan ini. Justru dirinya tertantang untuk mengubah hidup lewat caranya sendiri dengan mendirikan usahanya sendiri sejak tahun 2012 dan justru lebih sukses ketimbang keluarga-keluarga Tan lainnya yang masih menjalankan bisnis keluarga.

Jadikan Risiko Sebagai Teman

Banyak orang menganggap bahwa risiko harus dijauhi. Tapi bagi Anthony Tan, halangan justru menjadi jalan terbaik untuk meraih kesuksesan. Dia tahu bahwa akan ada banyak masalah dan konflik ketika menerjuni dunia transportasi online. Terutama ketika harus mengubah kebiasaan masyarakat luas. Penolakan pasti ada dan banyak tapi semua dihadapi dengan solusi hingga akhirnya Grab menjadi pemenang.

Jangan Malu Jadi Apa Saja

Di masa-masa awal Grab, Anthony Tan nggak hanya menganggap dirinya sebagai founder. Disebutkan bahwa dia nggak ragu memperkenalkan aplikasi bikinannya pada para supir di Malaysia. Dia nggak sungkan untuk blusukan di berbagai sudut negaranya demi menjelaskan bagaimana mudahnya pesan angkutan lewat aplikasi yang dimilikinya.

Di waktu lain, Anthony juga nggak ragu menjalani pekerjaan sebagai admin penerima telepon. Alasannya, dia ingin ngerti apa saja yang dikeluhkan konsumen saat menjajal aplikasi bikinannya. Dengan begitu dia menjadi lebih dekat dengan masalah, sekaligus lebih cepat dalam memahami dan memberikan solusi bagi pengguna.

Pahami Masalah, Temukan Kunci Jawabannya

Orang itu pada intinya bakal berterima kasih untuk bantuan yang diberikan. Mungkin pada awalnya bantuan tersebut bikin risih. Tapi kalau sudah terbiasa, dia akan terus menggunakannya. Buat kamu yang lagi mengembangkan startup dengan fokus memberi dampak sosial pada masyarakat, jangan pernah lelah untuk memahami masalah di sekitarmu. Jangan pernah sungkan untuk turun langsung dan mengerti apa yang diinginkan mereka, untuk kemudian datang lagi dengan jawaban.

Jangan Takut Salah

Kesuksesan Grab menjadi decacorn nggak selamanya mulus, lho. Di tahun 2013, saat pertama kali masuk pasar Filipina, aplikasi ini mengalami masalah. Tapi hanya calon pebisnis sukses yang menjadikan kesalahan tersebut sebagai pelajaran untuk ke depan. So, nggak perlu takut dengan yang namanya salah karena siapa pun bisa melakukannya. Yang penting adalah mengambil hikmah dari kesalahan tersebut, mengonversinya menjadi aspal untuk menuju kesuksesan.

Begitu banyak hal yang bisa kamu pelajari dari sang decacorn, Grab. Kini saatnya menjadikan pelajaran tersebut sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan perusahaan rintisanmu. Berani mencoba?

(kpl/xpi/ayu)

Editor:

Ayu Miranti



MORE STORIES




REKOMENDASI