5 Sosok Pejuang Wirausaha yang Bisa Jadi Inspirasi Rayakan Kemerdekaan

Jum'at, 10 Agustus 2018 00:01 Penulis: Wuri Anggarini
5 Sosok Pejuang Wirausaha yang Bisa Jadi Inspirasi Rayakan Kemerdekaan
(c) Loka Media

Kapanlagi Plus - Perayaan 17 Agustus sudah di depan mata. Jadi, apa sih makna merdeka versi kamu, KLovers? Jika dulu para pahlawan menggambarkan semangatnya lewat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, generasi zaman now punya banyak cara lain buat mengisi kemerdekaan yang ada. Salah satunya dengan memperjuangkan kemerdekaan ekonomi lewat wirausaha.

Daya upaya para UMKM dalam perjuangan meraih kemerdekaan ekonomi juga diapresiasi di bulan ini, melalui Hari UMKM Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus. Kerja keras, keberanian memulai usaha dan keluar dari zona nyaman menjadi nilai-nilai teladan yang relevan bagi siapa saja yang sedang berusaha atau bersiap memulai usaha. Di sepanjang bulan bersejarah ini, digelar juga Asian Games 2018. Pengorbanan, komitmen, kejujuran, disiplin, serta sikap pantang menyerah menjadi batu pijakan yang semakin memantapkan langkah mereka-mereka yang berjuang menghadapi rintangan apapun.

Rangkaian inspirasi ini mengobarkan semangat LOKAmedia untuk merayakan bulan Agustus sebagai #BulanUMKM, momen apresiasi untuk para pejuang kemerdekaan ekonomi, UMKM yang menjadi inspirasi negeri untuk terus berkarya, terus produktif dan pantang menyerah mengubah tantangan menjadi kesempatan. Sebagai bagian dari perayaan #BulanUMKM, LOKAmedia mengangkat kisah inspiratif dari 5 sosok pejuang wirausaha dengan tantangan yang dihadapi masing-masing sosok, serta perjuangan kelimanya yang menjadikan mereka inspirasi #BulanUMKM LOKAmedia.

Setiap dari mereka memiliki kekhawatiran masing-masing yang menjadi motivasi memulai usaha. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki cara masing-masing dalam menghadapi tantangan dan mengubahnya menjadi semangat juang.

Sebagai seorang orangtua tunggal, Ibu Melati Dewi mendadak diharuskan oleh keadaan untuk berjuang sendirian menjadi sumber nafkah utama untuk membiayai kebutuhan anak serta tetap membimbing dan merawat anak, mulai dari menuntunnya dalam pendidikan hingga memperhatikan nutrisinya sehari-hari. Peran ganda ini justru menuntun dia hingga memiliki perhatian pada gaya hidup sehat, karena menurutnya, “It takes a healthy mom to be a super mom.”

Bekerja keras untuk sebuah perusahaan IT membuat Ade Sulistyo Oktariandi kehilangan banyak momen kebersamaan dengan keluarga. Banyak melewatkan tumbuh kembang anak karena jam kerja lembur yang menyita waktu membuat Ade mengambil keputusan dengan mantap untuk keluar dari zona nyaman, memperjuangkan kemandirian melalui usaha sendiri agar punya kendali atas waktu kerja, sehingga bisa berkumpul bersama keluarga lagi.

Sebagai seorang anak dari pedagang kerupuk membuat Rifky sering diejek sejak kecil. Ejekan yang terus terngiang di telinganya menciptakan citra yang tidak membanggakan tentang industri tersebut. Hingga suatu hari, Rifky tersadar, usaha tersebutlah yang mengantarkannya hingga lulus pendidikan perguruan tinggi. Akhirnya, Rifky turun tangan meneruskan usaha pabrik kerupuk tersebut hingga kini Ia ikut menjaga nyala obor usaha tiga generasi.

Mengalami PHK secara mendadak membuat Aries Raka Pratama kecewa hingga kehilangan semangat untuk berjuang. Pergumulan batinnya cukup lama hingga akhirnya Ia mampu mengalahkan emosi, mengesampingkan ego dan dengan mantap melangkahkan kaki untuk memulai usaha sendiri. Aries Raka Pratama dengan semangat juang yang pantang menyerah berhasil mengalahkan kekecewaan dan ketakutan untuk memulai kembali.

Ibu Hertati Latief Natasuminta yang terbiasa produktif di masa muda sempat kebingungan saat harus pensiun dan menyelesaikan masa baktinya sebagai akademisi. Berpangku tangan bukan pilihan, sebab Ibu Hertati punya semangat berkarya yang tidak mudah untuk serta-merta padam, bagaimanapun situasinya. Akhirnya, di usia 60, Ibu Hertati Latief Natasuminta dengan semangat pantang menyerah terus produktif dan berinovasi memulai bisnisnya sendiri.

Kelima inspirasi perjuangan wirausaha ini dapat Anda simak di kanal YouTube LOKAmedia.

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI