7 Pesona Tempat Wisata Religi Di Semarang, Jangan Lupa Mampir Ya

Senin, 15 Juli 2019 17:56 Penulis: Editor KapanLagi.com
7 Pesona Tempat Wisata Religi Di Semarang, Jangan Lupa Mampir Ya
merdeka.com/WisataReligi, Diambil 5 Juli 2019


Kapanlagi Plus - Semarang, ibukota Jawa tengah sangat menarik untuk dijelajahi! Tidak hanya terkenal dengan bangunan Lawang Sewu dan cerita mistisnya, tapi di Semarang juga ada beberapa rumah ibadah yang menjadi daya tarik wisata. Daya tarik wisata religi sekarang menjadi salah satu objek yang bisa dikunjungi untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Berbagai rumah ibadah dari agama yang berbeda-beda menjadi satu harmoni di Semarang. Ya, meski penduduknya berasal dari agama yang berbeda, Semarang bisa menjadi contoh baik dalam hal toleransi beragama. Yuk, kunjungi 7 tempat wisata religi di Semarang saat kamu berlibur ke sana!

 

 

1. A. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid dengan perpaduan arsitektur Jawa, Arab, dan Romawi ini memang memesona. Tidak hanya dipenuhi para jamaah yang ingin beribadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga menjadi tempat wisata religi yang wajib kamu kunjungi jika berada di Semarang.

Hal paling menarik di masjid ini adalah adanya payung di pelataran masjid yang bisa terbuka dan tertutup. Mirip seperti Masjid Nabawi di Madinah. Masjid Agung Jawa Tengah memiliki empat buah menara di sekeliling kubah dengan tinggi 62 meter. Sedangkan menara utamanya berukuran tinggi 99 meter, yang didasarkan pada Asmaul Husna.

Jangan lewatkan untuk naik ke menara utamanya, ya. Di menara ini kamu dapat menemui Museum Kebudayaan Islam. Jika lapar, ada kafe yang bisa berputar 360 derajat dan ada juga menara pandang dimana kamu bisa melihat kota Semarang dari ketinggian. Keren!

Inilah salah satu destinasi terpopuler di Semarang! Sam Poo Kong merupakan sebuah klenteng tempat beribadah ajaran Tridharma (Budhisme, Taoisme, dan Konfusianisme). Di lahan seluas 3,5 hektar terdapat empat buah klenteng dan lapangan yang dapat kamu jelajahi sambil hunting foto karena banyak sekali spot yang instagenic.

2. B. Sam Poo Kong

Sam Poo Kong menjadi bukti jejak sejarah penjelajah muslim Cheng Hoo di Semarang. Awalnya tempat ini memang untuk beribadah Cheng Ho dan pengikutnya yang muslim, kemudian berubah menjadi klenteng. Kamu bisa melihat patung besar Cheng Ho di sana dan juga relief perjalanan Cheng Ho di dinding-dinding klenteng. Tak perlu bingung mengartikan relief tersebut karena ada informasi dalam tiga bahasa: Inggris, Indonesia, dan Mandarin.

Di Klenteng Sam po Kong, kamu harus menuju loket penjualan tiket di samping depan gerbang masuk, dengan membeli tiket seharga Rp.3000 rupiah, kamu dapat memasuki Klenteng Sam Po Kong. Melihat - lihatĀ  yang ada di dalam klenteng, keliling klenteng, foto - foto dan sebagainya. Jika kamu beruntung, kamu dapat menikmati berbagai atraksi dan upacara yang di selengggarakan di klenteng ini (karena atraksi dan upacara ini tidak diselenggrakan setiap hari, hanya hari - hari tertentu saja). Contohnya seperti atraksi barongsai dan upacara ritual Sam Po Kong,

3. C. Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong

Tidak perlu jauh-jauh ke Tiongkok untuk bisa menikmati bangunan pagoda yang indah. Di Semarang pun kamu bisa melihatnya dengan mengunjungi pagoda ini! Namanya kerap disingkat menjadi Pagoda Avalokitesvara atau Watugong dan menjadi tempat ibadah umat Budha.

Pagoda ini menjadi pagoda tertinggi di Indonesia, lho. Tingginya mencapai 45 meter! Di dalam bangunan pagoda terdapat patung Dewi Kwan Im setinggi 5 meter. Di kawasan pagoda ini, kamu pun dapat melihat sebuah pohon besar, yaitu pohon bodhi, yang dibawahnya terdapat patung Sidharta Gautama. Setiap akhir pekan atau libur hari besar nasional, lokasi ini selalu dipadati pengunjung. Mereka yang sekadar ingin menikmati liburan bersama keluarga selalu mengabadikan momen menarik dengan latar belakang Pagoda. Apalagi, untuk memasuki lokasi itu tidak dipungut tiket sepeserpun alias gratis. Hal itu dikarenakan, pengurus Vihara menilai semua pengunjung adalah saudara.

4. D. Klenteng Tay Kak Sie

Gang Lombok bukan hanya mempunyai tempat kuliner lumpia yang terkenal, tapi juga ada rumah ibadah dengan arsitektur indah di sana, yaitu Klenteng Tay Kak Sie. Klenteng ini dibangun pada 1746 dan menjadi bangunan bersejarah di Semarang. Awalnya didirikan untuk menyembah Dewi Koan Sie Im Po Sat, kemudian berkembang menjadi tempat pemujaan banyak dewa dan dewi lain dari ajaran Konfusisme dan Taoisme. Selain bagian ekteriornya yang indah, kamu pun bisa masuk ke dalam untuk melihat ornamen-ornamen yang tak kalah indahnya.

Untuk dapat berwisata ke Klenteng Tay Kak Sie, pengunjung tidak harus membeli tiket masuk. Kita dapat melihat keindahan arsitektur klenteng ini dan ritual peribadahan masyarakat Tiongkok secara gratis. Hanya saja, wisatawan dapat menyumbangkan sejumlah uang dalam jumlah yang tidak ditentukan sebagai ganti tiket masuk dan hal ini tidak dipaksakan/ tidak wajib. Selain itu, kita dapat berkunjung kapan saja di klenteng ini karena klenteng Tay Kak Sie selalu dibuka pada waktu apapun, bahkan ketika malam hari,

5. E. Gereja Belenduk

Bernama asli GPIB Immanuel, gereja ini lebih populer dengan sebutan Gereja Blenduk. Blenduk sendiri dapat diartikan sebagai kubah. Ya, bentuk kubah Gereja Blenduk memang ikonik dan berbeda dari gereja kebanyakan.Gereja Blenduk merupakan gereja Kristen tertua di Jawa Tengah. Hingga kini, gereja tersebut masih berfungsi dengan baik dan rutin mengadakan kegiatan peribadatan di akhir pekan.

Gereja Blenduk bisa dikunjungi wisatawan yang ingin melihat interior di dalam gereja. Harga tiket Rp10.000 rupiah. Gereja ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, kecuali saat Gereja Blenduk digunakan untuk pemberkatan pernikahan. Pada hari Minggu, jam kunjung wisatawan dibatasi, yaitu pukul 13.00-16.00 WIB.

Orgel cantik koleksi Gereja Blenduk merupakan sasaran foto favorit pengunjung. Kubah yang terbuat dari tembaga, deretan bangku jemaat yang merupakan versi orisinil hingga pintu ganda panel kayu dan bingkai jendela gereja ialah spot cantik yang bisa diabadikan.

6. F. Pura Agung Giri Natha

Tidak hanya menjadi tempat beribadah umat Hindu di Semarang, pura yang dibangun sejak 1968 ini pun menerima kunjungan wisatawan dan juga masyarakat yang berlatih yoga maupun belajar tari. Suasananya akan mengingatkanmu dengan Bali, deh! Meski jadi minoritas, tiap kali ada acara di pura ini, masyarakat dari agama lain pun saling bantu membantu. Salut!

Berbagai macam aktivitas pelancong bisa dilakukan di Pura Agung Giri Nantha seperti berfoto ataupun menikmati diskusi tentang kegiatan sosial ataupun kisah sejarahnya langsung dari pemandu wisata. Berbagai kegiatan di Pura ini juga sama seperti Pura di Bali, sehingga setiap pelancong bisa menikmati berbagai macam kegiatan keagamaan. Misalnya Saraswati, Galungan, Kuningan, Hari Raya Nyepi, Purnama Sidhi, Tilem Mati dan lainnya. Sehingga wisata religi Pura Giri Nantha Semarang masih menyimpan aneka macam keunikan yang dengan mudah bisa traveler nikmati. Tapi untuk masuk, kamu perlu melepas alas kaki dan menggunakan sesaput yang diikatkan di bagian pinggang.

7. G. Masjid Layur Kampung Melayu

Jika ingin melihat masjid kuno dan bersejarah di Semarang, kamu patut mengunjungi masjid ini. Dari jauh keberadaan masjid ini sudah terlihat dari menaranya. Bentuk menara masjid seperti menara mercusuar yang memang dulunya berfungsi sebagai mercusuar. Bangunan masjidnya sendiri lebih mengadopsi arsitektur budaya lokal dan memiliki dominasi warna hijau. Lokasinya sendiri tidak jauh dari Kawasan Kota Lama Semarang.

Menarik, kan, tempat wisata religi di Semarang? Yuk, jelajahi ibu kota Jawa Tengah ini di trip kamu selanjutnya!

Penulis: Margareta Novika Sandy Putri

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI