8 Fakta Cacar Monyet, Virus Penyakit Langka Pertama yang Ditemukan di Singapura

Senin, 13 Mei 2019 17:17 Penulis: Ayu Srikhandi
8 Fakta Cacar Monyet, Virus Penyakit Langka Pertama yang Ditemukan di Singapura
ilustrasi wanita memakai masker © Shutterstock.com


Kapanlagi Plus - Kasus cacar monyet atau monkeypox untuk pertama kalinya muncul di Singapura. Virus ini menyerang seorang warga negara Nigeria yang berusia 38 tahun yang tiba di Singapura pada 28 April lalu. Pihak Kementrian Kesehatan Singapura telah mengonfirmasi munculnya kasus infeksi cacar monyet di negara mereka.

Saat ini, pasien sedang dikarantina di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura dan keadaannya sudah stabil. Dijelaskan oleh Kementrian Kesehatan MOH, pasien ini dicurigai tertular virus monkeypox setelah mengonsumsi daging binatang liar.

"Pasien melaporkan sebelum kedatangannya di Singapura, ia sempat menghadiri pernikahan di Nigeria. Ia mungkin telah mengonsumsi daging binatang liar (di pernikahan itu), yang bisa menjadi sumber penularan virus monkeypox," kata MOH seperti yang dilansir Liputan6.com.

Setelah munculnya kasus cacar monyet di Singapura, Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau meminta warga untuk waspada degan virus cacar monyet ini. Meski virus ini baru pertama muncul di Singapura, sempat berhembus kabar kalau ada sampai belasan korban monkeypox.

Seperti yang dilansir dari Merdeka.com, Rustam Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang mengungkap kalau pemerintah juga melakukan pencegahan dini, "Upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyebaran virus itu tetap dilakukan di pintu keluar dan masuk Tanjungpinang."

Lalu apa sih sebenarnya cacar monyet ini, apakah membahayakan dan menyebabkan kematian? Berikut fakta-faktanya!

1. Ditemukan Tahun 1985

Penyakit yang dikenal dengan monkeypox atau cacar monyet ini pertama kali ditemukan pada tahun 1985 di laboratorium monyet.

2. Berasal Dari Binatang

Penularan virus monkeypox ini sendiri terjadi saat seseorang melakukan kontak dengan hewan, termasuk primata dan hewan pengerat, atau mengonsumsi daging hewan liar yang terinfeksi.

3. Kemungkinan Menular ke Manusia

Setelah seseorang terinfeksi cacar monyet dari hewan, dia juga kemungkinan bisa menularkan ke manusia lain lewat kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan. Namun hingga sekarang, belum ditemukan kasus penularan monkeypox dari manusia ke manusia. Kementrian Kesehatan Singapura menyebutkan kalau risiko penyebaran monkeypox cukup rendah.

4. Gejala Cacar Monyet

Beberapa gejala terinfeksi monkeypox adalah demam, sakit kepala parah, pembengkakan getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kurangnya energi. Gejalanya sendiri bisa terjadi mulai 14 hingga 21 hari.

5. Menyebabkan Komplikasi

Dalam beberapa kasus, virus monkeypox dapat menyebabkan komplikasi serius berupa pneumonia, radang otak, dan infeksi mata.

6. Membutuhkan Perawatan Khusus

Meski memiliki gejala terinfeksi cacar monyet, seseorang tetap harus dites di laboratorium untuk mengetahui pastinya. Jika memang positif monkeypox, pasien harus mendapatkan perawatan khusus dan diberikan vaksin. Vaksinasi cacar terbukti 85% efektif dalam mencegah infeksi.

7. Belum Ada Vaksin Khusus

Hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk menangani penyakit cacar monyet. Namun penyebarannya sendiri bisa dicegah dan dikendalikan, serta penularannya tidak semudah flu.

Rantai penularan dapat dihentikan dengan karantina pada pasien serta mereka yang melakukan kontak dekat penderita. Menurut Kementrian Kesehatan MOH pasien cacar monyet bisa sembuh sendiri dalam waktu dua hingga tiga minggu.

8. Tingkat Kematian Rendah

Tingkat kematian untuk cacar monyet sendiri cukup rendah, hanya berkisar 1 sampai 10%. Sedangkan cacar memiliki angka kematian hingga 30%. Selama wabah di Nigeria, hanya satu pasien yang berakhir meninggal dunia karena monkeypox karena memang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

(kpl/jje)

Editor:

Ayu Srikhandi



MORE STORIES




REKOMENDASI