8 Rumah di Malang Digerebek Terkait Kejahatan Cybercrime Internasional

Selasa, 26 November 2019 19:01 Penulis: Sanjaya Ferryanto
8 Rumah di Malang Digerebek Terkait Kejahatan Cybercrime Internasional
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Delapan rumah di Kota Malang digerebek terkait kejahatan dunia maya (cyber crime) Internasional. Rumah tersebut tersebar di kawasan Perumahan Istana Dieng, Puncak Dieng, Ijen Nirwama serta sebuah rumah di Puncak Yamin Tidar Kota Malang.

Semua rumah di kawasan elit tersebut dikontrak oleh sebuah sindikat diduga pelaku kejahatan dunia maya. Puluhan petugas menggeledah dan membawa sejumlah barang dari rumah tersebut.

"Saya pulang kantor pukul 16.00 petugas sudah di sini," tegas Budi, Ketua RW 7 Perumahan Puncak Dieng Kota Malang, usai menyaksikan penggeledahan salah satu rumah, Senin (25/11) malam.

 

1. 7 Orang Diamankan

Budi membenarkan rumah yang digeledah tersebut dikontrak oleh orang asing dari China. Namun tidak pernah melaporkan warga yang tinggal di rumah tersebut. Sementara pemilik rumahnya tinggal di luar kota.

Rumah Blok ii-1 Puncak Dieng Ekslusif itu sebelumnya juga pernah dikontrak oleh mantan pemain Arema FC, Christian Gonzales dan keluarga.

Selama pengerebekan polisi melibatkan puluhan petugas kepolisian dan K-9 dari Polres Malang Kota. Sejumlah petugas dengan penutup wajah tampak berdialog dengan menggunakan bahasa China.

Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan, penggerebegan di delapan lokasi kejadian. Sejumlah barang bukti diamankan berikut para pelaku.

"Tujuh orang diamankan, enam warga negara asing, dari Tiongkok dan satu orang Warga Negara Indonesia," katanya.

2. Terkait Penipuan Online

Komang mengatakan, penggerebekan terkait dengan penipuan online jaringan internasional. Pengerebekan melibatkan kepolisian China dan kasusnya diduga berkaitan dengan yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dihubungi wartawan membenarkan bahwa pengerebekan 8 TKP tersebut terkait terkait kejahatan cybercrime internasional. Kasus tersebut terkait dengan cybercrime yang kasusnya terjadi di beberapa negara.

"Sama dengan di Malaysia dua hari lalu, sama dengan yang di Jakarta kemarin," tegas Barung.

Namun Barung, belum berani memberikan banyak keterangan karena kasusnya masih harus dikembangkan. Sejumlah orang masih dilakukan pengejaran yang diduga terkait kasus tersebut.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI