8 Tradisi Lebaran Zaman Dulu yang Masih Eksis Sampai Sekarang

Penulis: Achmad Iwan Tantomi

Diperbarui: Diterbitkan:

8 Tradisi Lebaran Zaman Dulu yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Credit: odua/Depositphotos.com

Kapanlagi.com - Lebaran, sebuah momen sakral yang dinanti umat Muslim, menyimpan sejuta tradisi yang kaya akan makna. Dalam perjalanan waktu, banyak tradisi yang terjaga, meskipun zaman terus berubah. Dari mudik hingga halal bi halal, setiap tradisi menawarkan kehangatan dan kebersamaan yang tak tergantikan.

Setiap sudut Indonesia memiliki cara unik dalam merayakan Lebaran, menciptakan mozaik budaya yang indah. Tradisi yang bertahan ini bukan sekadar ritual, melainkan simbol identitas bangsa dan pemersatu masyarakat yang beragam.

1. Mudik: Pulang ke Kampung Halaman

Mudik adalah tradisi pulang kampung yang selalu ditunggu-tunggu setiap Lebaran. Setiap tahun, jutaan perantau dari berbagai daerah kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

Tradisi ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menyentuh hati, memperkuat ikatan keluarga dan rasa kebersamaan yang kian terasa di hari yang fitri.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Silaturahmi dan Halal Bi Halal

Kunjungan ke rumah sanak saudara dan kerabat menjadi inti dari perayaan Lebaran. Halal bi halal, baik secara langsung maupun virtual, tetap menjadi tradisi yang dijalankan.

Dalam momen ini, sungkeman kepada orang tua sebagai tanda hormat dan meminta maaf juga masih lestari, menggambarkan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

3. Makan Ketupat: Hidangan Wajib Lebaran

Ketupat, makanan khas Lebaran, menjadi hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan ini. Disajikan dengan opor ayam, rendang, dan sayur mayur, ketupat selalu menghiasi meja makan saat Lebaran.

Proses pembuatan ketupat yang melibatkan seluruh anggota keluarga juga menjadi bagian dari tradisi, menciptakan momen kebersamaan yang berharga.

4. Memberikan THR: Tunjangan Hari Raya

Pemberian THR kepada anak-anak dan kerabat yang lebih muda menjadi tradisi yang dinantikan. THR bukan hanya sekadar uang, tetapi simbol berbagi rezeki dan menciptakan suasana gembira di hari Lebaran.

Tradisi ini mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi dan saling menghargai, menjaga hubungan baik antar generasi.

5. Mengenakan Baju Baru: Tampil Spesial di Hari Raya

Meskipun tidak wajib, tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran masih sangat populer. Ini menjadi momen untuk tampil terbaik dan merayakan hari raya dengan semangat baru.

Pakaian baru menjadi simbol kebahagiaan dan kesegaran dalam menyambut hari yang fitri, menciptakan suasana ceria di tengah keluarga.

6. Takbiran: Suara Kemenangan

Takbiran menjadi tradisi yang meriah menjelang Lebaran, mengumandangkan takbir baik secara individu maupun berjamaah. Setiap daerah memiliki cara unik dalam melaksanakan takbiran, menambah warna perayaan.

Suara takbir mengingatkan kita akan kemenangan setelah sebulan berpuasa, meneguhkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan.

7. Ziarah Kubur: Menghormati Leluhur

Tradisi ziarah kubur, atau 'nyekar', dilakukan setelah shalat Idul Fitri. Kunjungan ke makam keluarga menjadi momen refleksi dan penghormatan kepada para leluhur yang telah pergi.

Lebih dari sekadar mengunjungi makam, tradisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menghargai warisan keluarga dan nilai-nilai yang telah ditanamkan.

8. Tradisi Unik di Berbagai Daerah

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi unik yang memperkaya perayaan Lebaran. Dari meriam karbit di Pontianak hingga Nandau Kubor di Morowali, semua menunjukkan keberagaman budaya yang ada.

Tradisi-tradisi ini menjadi bagian dari identitas lokal, menciptakan hubungan erat antar warga dan memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan Lebaran.

Dengan segala keindahan dan keunikan yang dimiliki, tradisi Lebaran zaman dulu tetap relevan hingga kini. Meskipun beberapa mungkin mengalami perubahan, esensi dari perayaan—silaturahmi, berbagi, dan rasa syukur—tetap terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kly/tmi)