90 Kata-Kata Kalem Tapi Keren, Nasihat untuk Lebih Bijak dalam Bertindak

Selasa, 13 Juli 2021 14:44 Penulis: Dhia Amira
90 Kata-Kata Kalem Tapi Keren, Nasihat untuk Lebih Bijak dalam Bertindak
Ilustrasi (credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - Kalem menjadi tindakan dimana kita lebih memilih untuk diam dan tidak bertindak secara gegabah dalam kondisi apapun, terutama dalam keadaan marah. Ya, memilih untuk terus kalem ataupun diam memang bukan hal yang mudah, tentu emosi hati dan pikiran ingin meluapkan segalanya. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa kalian gunakan untuk membuat diri berpikir bijak, salah satunya dengan kata-kata kelam yang keren.

Ada banyak sekali nasihat ataupun kata-kata bijak yang dapat menjadi sebuah pengingat kita agar tak gegabah dalam segala situasi. Bahkan kata-kata kalem ini bisa menjadi sebuah sindiran yang mewakili perasaan terdalam kalian. Selain membaca kata-kata bijak berikut ini, semua perubahan diri tentu harus dilakukan dari dalam hati.

Bagi kalian yang sedang mencari sebuah kata-kata kalem yang bijak, berikut ini ada 90 kata-kata kalem yang telah dilansir dari berbagai sumber. Yuk langsung saja dicek KLovers.

 

1. Kata-Kata Kalem dari Para Tokoh

Kata-kata kalem yang pertama yaitu ada kata-kata kalem dari para tokoh. Ya, kata-kata kalem ini bisa menjadi sebuah nasihat bijak untuk tetap terlihat keren walaupun memilih untuk diam. Berikut beberapa kata-kata kalem dari para tokoh tersebut:

1. "Makin tenang Anda, makin banyak Anda bisa mendengar." - Rumi

2. "Tidak mengatakan apa-apa terkadang berarti berkata paling banyak." - Emily Dickinson

3. "Orang bodoh dikenal dari ucapannya; dan orang bijak dengan diam." - Pythagoras

4. "Lebih baik dalam doa memiliki hati tanpa kata-kata daripada kata-kata tanpa hati." - Mahatma Gandhi

5. "Jika Anda tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan, jangan katakan apa pun." - Charles Caleb Colton

6. "Monoton dan kesunyian dari kehidupan yang tenang merangsang pikiran kreatif." - Albert Einstein

7. "Kebisingan menciptakan ilusi. Diam membawa kebenaran." - Maxime Lagace

8. "Jika ada lebih banyak keheningan, jika kita semua diam... mungkin kita bisa memahami sesuatu." - Federico Fellini

9. "Dalam keheningan di balik apa yang bisa didengar, terletak jawaban yang telah lama kita cari." - Andreas Fransson

10. "Bicara itu perak, diam itu emas." - Thomas Carlyle

11. "Orang baik dan bijak menjalani kehidupan yang tenang." - Euripides

12. "Diam adalah sumber kekuatan yang besar." - Lao Tzu

13. "Keheningan batin adalah ibu dari semua bakat." - Sri Sri Ravi Shankar

14. "Makin dekat Anda dengan kebenaran, makin diam Anda di dalam." - Naval Ravikant

15. "Dalam hubungan manusia, tragedi dimulai, bukan ketika ada kesalahpahaman tentang kata-kata, tetapi ketika diam tidak dipahami." - Henry David Thoreau

16. "Saya mulai menyadari bahwa Anda dapat mendengarkan keheningan dan belajar darinya. Itu memiliki kualitas dan dimensi tersendiri." - Chaim Potok

17. "Waktu dan keheningan adalah hal yang paling mewah saat ini." - Tom Ford

18. "Diam adalah jawaban terbaik dari kebijaksanaan sejati." - Euripides

19. "Makin Anda memahami keheningan, di situlah keseimbangan datang." - Rick Rubin

20. "Keheningan itu sangat keras." - Sarah Dessen

21. "Ada sesuatu yang sangat salah dengan budaya yang mabuk oleh kebisingan dan kerakusan." - George Steiner

22. "Keheningan terkadang merupakan jawaban terbaik." - Dalai Lama

23. "Jangan menyia-nyiakan kata-kata pada orang yang pantas mendapatkan diammu. Terkadang hal paling kuat yang bisa kamu katakan adalah tidak mengatakan apa-apa." - Mandy Hale

24. "Keheningan berbicara ketika kata-kata tidak bisa."

25. "Berdiam diri untuk sebagian besar, dan berbicara hanya jika Anda harus, dan kemudian dengan singkat." - Epictetus

26. "Diam adalah teman sejati yang tidak pernah mengkhianati." - Konfusius

27. "Sejauh yang saya ketahui, saya lebih memilih tindakan diam daripada kebajikan yang mencolok." - Albert Einstein

28. "Hidup kita mulai berakhir saat kita diam tentang hal-hal yang penting." - Martin Luther King Jr

29. "Tanpa kesendirian yang besar, tidak ada pekerjaan serius yang mungkin dilakukan." - Pablo Picasso

30. "Bicaralah hanya jika itu meningkatkan keheningan." - Mahatma Gandhi

2. Kata-Kata Kalem untuk Meredam Amarah

Kemudian yang selanjutnya yaitu ada kata-kata kalem untuk meredam amarah. Ya, saat kita emosi tentu apapun yang kita ucapkan ataupun yang kita putuskan bisa menjadi hal yang dapat kita sesali. Sehingga bersabar dan mengalah menjadi sebuah solusi yang baik dan bijak. Berikut ini beberapa kata-kata kalem untuk meredam amarah tersebut:

31. "Saat berdebat dengan orang yang merasa pintar dan benar, maka diam adalah pilihan terbaik untuk dilakukan."

32. "Diam bukan berarti mengalah, tapi mencoba untuk lebih dewasa dalam menerima."

33. "Aku mengalah. Aku mengalah karena aku percaya, kalau kamu memang untukku, sejauh apa pun kakimu membawamu lari, jalan yang kamu tempuh hanya akan membawamu kembali padaku." - Fiersa Besari

34. "Mengalah di awal tak jarang menjadi pintu (masuk) untuk menang di akhir."

35. "Mengalah boleh saja, tapi kamu juga perlu tahu kapan untuk memperjuangkan."

36. "Diam bukan berarti lemah, mengalah bukan berarti kalah, berserah bukan berarti menyerah. Semua ada waktunya."

37. "Jangan egois, tapi saling memahami. Jangan kepengen menang sendiri, tapi mulailah introspeksi diri."

38. "Jangan biarkan amarah menguasaimu karena akan merugikan dirimu sendiri. Bersabarlah, selalu ada kebaikan dalam diri manusia."

39. "Sabar dan selalu mengalah memang tidak mudah, tapi semua akan terasa mudah ketika kamu sudah menjalaninya."

40. "Ketika keduanya keras kepala, maka harus ada yang mengalah. Akan tetapi, mengalah itu tidak semudah yang dikatakan."

41. "Mengalah bukan berarti kalah karena seorang yang dapat melawan emosinya adalah pemenang yang sesungguhnya."

42. "Perselisihan akan reda jika salah satu pihak mau mengalah. Mengalah bukan berarti kalah karena mengalah demi kebaikan adalah kemenangan."

43. "Apabila amarahmu memuncak, bersabar adalah pilihan yang baik. Marah tidak akan menyelesaikan masalah, dan sekali lagi, mengalah bukan berarti kalah."

44. "Menahan diri bukanlah suatu kekalahan, tapi mengalah untuk menghargai diri sendiri dan meyakini adanya keadilan Tuhan."

45. "Menahan diri bukanlah suatu kekalahan, tapi mengalah demi kebaikan untuk menghargai diri sendiri."

46. "Orang yang paling bahagia adalah orang yang melupakan kejahatan orang lain terhadap dirinya dan melupakan kebaikan dirinya pada orang lain."

47. "Seorang kakak laki-laki akan dengan sukarela mengalah pada adik perempuannya, melindunginya, karena ia tahu, ia ada untuk sang adik sebagai semacam substitusi ketika ayah mereka tak hadir." - Ida R. Yulia

48. "Jadilah seperti air. Air selalu mengalah, tapi nggak pernah kalah." - Amalia

49. "Sebab dalam sebuah hubungan, mengalah bukan berarti kalah. Tapi, upaya untuk menguatkan diri dan berjuang demi kemenangan dan ketenangan hati."

50. "Orang bodoh seringkali beralasan sabar terhadap segala sesuatu yang sebenarnya dia mengalah dengan keadaan tanpa pernah berusaha."

51. "Belajarlah mengalah sampai tak seorangpun bisa mengalahkanmu. Belajarlah merendah sampai tak seorang pun yang bisa merendahkanmu." - Gobind Vashdev

52. "Kadang mengalah dan meminta maaf itu lebih baik daripada menjelaskan segalanya kepada orang yang tak mau mengerti."

53. "Mengalah menjadi solusi terbaik ketika kamu sudah lelah dan tak ingin menghabiskan energi serta waktu untuk berdebat."

54. "Kekuatan tidak datang dari kemampuan fisik, tetapi ia datang dari semangat yang tidak pernah mengalah."

55. "Aku mengalah karena aku tidak ingin orang yang aku sayang merasakan kekecewaan, aku peduli dengan perasaanmu dan aku harap kamu juga bisa begitu."

56. "Aku pernah mengalah di masa lalu. Dan, kini, aku bisa saja menyerah kembali agar ia dapat memilih lelaki yang terbaik baginya. Namun, bagaimana mungkin aku melakukannya, jika ternyata lelaki terbaik itu adalah diriku sendiri."

57. "Tiap hati punya batas menunggunya. Kalau sudah di ujung jenuh, aku akan mundur tanpa disuruh dan mengalah tanpa diperintah."

58. "Mengalah hari ini kadang hanyalah cara agar di kesempatan lain bisa mencapai hal yang lebih." - Boy Candra

59. "Terkadang, kamu harus mau untuk mengalah ketika ingin mengerti sifat seseorang."

60. "Siapa yang dapat menahan amarahnya, maka ia mampu mengalahkan musuhnya yang paling berbahaya."

3. Kata-Kata Kalem yang Berkelas

Dan yang terakhir yaitu ada kata-kata kalem yang berkelas. Kata-kata ini bisa menjadi sebuah sindiran untuk mengutarakan perasaan kalian, walaupun kalian memilih untuk diam bukan berarti kalian kalah. Berikut beberapa kata-kata kalem yang berkelas tersebut:

61. "Terkadang, diam itu lebih baik, daripada bicara tapi tak dihargai, tak dianggap ada."

62. "Lebih baik diam tapi tahu, daripada bicara tapi tak mengerti apa yang dibicarakan."

63. "Jika sekiranya diam itu bijak, lakukanlah! Tapi, ketika bijak itu diinjak bicaralah agar mereka diam."

64. "Terkadang lebih baik diam daripada menjelaskan apa yang kita rasa, karena menyakitkan ketika mereka hanya bisa mendengar tapi tak bisa mengerti."

65. "Diam lebih baik daripada dusta, dan kejujuran lisan itu awal dari kebahagiaan."

66. "Lebih baik tersenyum dan diam seolah semuanya baik-baik saja ketimbang marah dan menangis, lalu banyak orang menanyakan mengapa."

67. "Mulailah membiasakan diri untuk tidak bicara seenaknya, lebih baik diam daripada bicara yang tak bermanfaat."

68. "Diam lebih baik daripada mengucapkan kata-kata yang hanya mengandung omong kosong."

69. "Bila kamu berkata akan menyakiti hati orang lain. Lebih baik kau diam membisu seribu bahasa."

70. "Diam adalah emas, tapi bicara baik adalah berlian. Maka berbuat baiklah!"

71. "Berkata-kata itu lebih bagus daripada diam, melainkan membisu itu lebih baik daripada berkata perkara yang menyakitkan hati orang lain."

72. "Lebih baik membisu dan bisa menikmati metode dirimu berdaya upaya."

73. "Diam bukan berarti tak melakukan apa-apa, berdaya upaya ketika membisu juga adalah perbuatan."

74. "Kadang, diam itu jauh lebih baik dibandingkan mesti banyak omong dan menjadi pribadi yang sok tahu."

75. "Diam jauh lebih baik dibandingkan dusta dan kejujuran lisan menjadi awal dari kebahagiaan."

76. "Seandainya membisu lebih baik, maka biarkanlah pembuktian yang berbicara."

77. "Adakalanya lebih baik diam ketimbang menyebutkan masalahmu, sebab kamu tahu sebagian orang hanya penasaran, bukan karena mereka peduli."

78. "Apabila lebih bagus membisu ketimbang mengatakan sesuatu yang tanpa kau sadari membuat seluruh orang tahu kebodohanmu."

79. "Orang pendiam itu bukan berarti takut bicara, tetapi lebih berharap selektif dalam menyuarakan kata-kata."

80. "Bilamana kamu berkata karenanya akan menyakiti hati orang lain. Lebih baik kau membisu diam seribu bahasa."

81. "Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik." - Tere Liye

82. "Daripada saling menyakiti, lebih baik diam untuk menahan segalanya."

83. "Diam lebih baik daripada mengucapkan kata-kata yang hanya mengandung omong kosong."

84. "Mulailah membiasakan diri untuk tidak bicara seenaknya, lebih baik diam daripada bicara yang tak bermanfaat."

85. Diam bukan berarti lemah, terkadang kita tahu apa yang harus kita katakan tapi kita tidak ingin melukai perasaan seseorang."

86. "Betapa menyenangkannya untuk mengalah. Membiarkan siang dan malam berjalan, tidak lagi melihat, mendengar, atau merasakan berputarnya dunia." - Ursula Poznanski

87. "Yang penting itu saling mengalah. Kalau sudah lihat pasangan emosi, tahan diri buat nggak emosi." - Elsa Puspita

88. "Terkadang diam lebih bijak dalam menyikapi keadaan daripada bersikeras memaksa orang lain untuk sekadar memahami."

89. "Orang Jawa sujud berbakti kepada yang lebih tua, lebih berkuasa, satu jalan pada pengujung keluhuran. Orang harus berani mengalah."

90. "Senja tak pernah bohong. Dia akan hadir tepat waktu, meski kadang harus mengalah oleh congkaknya awan hitam."

Itulah 90 kata-kata kalem yang keren, dan bisa menjadi sebuah nasihat untuk kita agar tak tersulut emosi. Dan kata-kata kalem ini juga bisa menjadi sebuah sindiran yang berkelas untuk seseorang.

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI