Kerja Sama dengan Turki Berjalan Lancar, Prabowo Berpose Silat Sebagai Simbol Kepuasan

Kapanlagi.com - Suasana hangat dan akrab menyelimuti momen bersejarah saat Presiden RI Prabowo Subianto mengantar pulang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu malam. Setelah melepas kepergian Erdogan, Prabowo tak hanya memberikan salam perpisahan, tetapi juga mengejutkan para wartawan dengan menunjukkan pose silat yang memukau.


Aksi spontan Prabowo ini langsung menarik perhatian media yang hadir, terutama setelah ia menjawab pertanyaan mengenai hasil pertemuannya dengan Erdogan. Dengan wajah puas, Prabowo mengacungkan jempolnya dan berkata, "Bagus, bagus," menandakan keberhasilan diskusi mereka. Tak lama setelah itu, ia berpose silat dengan senyuman lebar, yang membuat para menteri di sekitarnya tak kuasa menahan tawa.

Kerja sama antara Indonesia dan Turki semakin menguat setelah kedua negara menandatangani sejumlah kesepakatan strategis, termasuk pembangunan pabrik drone bersama di Indonesia. Ini merupakan langkah besar dalam memperkuat industri pertahanan kedua negara, dan tentunya menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral yang semakin erat.

1 dari 6 halaman

1. Pertemuan Bilateral di Istana Bogor

Dalam suasana hangat di Istana Kepresidenan Bogor pada Rabu siang, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani serangkaian perjanjian penting yang akan mengukuhkan hubungan kedua negara. Salah satu poin utama dari kesepakatan ini adalah penguatan kolaborasi di sektor pertahanan dan keamanan.

"Indonesia dan Turki berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, yang mencakup pendidikan dan pelatihan bagi personel angkatan bersenjata kita, kolaborasi intelijen, serta upaya bersama dalam kontraterorisme," ungkap Prabowo, melansir ANTARA.

Lebih dari itu, kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan produksi bersama di industri pertahanan. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan memorandum saling pengertian antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Turki, yang menandakan langkah maju dalam kerjasama strategis di bidang ini.

2. Pendirian Pabrik Drone

Dalam langkah strategis yang menggembirakan, Indonesia dan Turki bersatu padu dengan membentuk perusahaan patungan antara Republikorp dan Baykar, raksasa pertahanan asal Turki, untuk mendirikan pabrik drone di Tanah Air.

Kerja sama ini bukan sekadar memperkuat pertahanan udara nasional, tetapi juga menjadi jembatan bagi modernisasi peralatan militer Indonesia serta transfer teknologi canggih dari Turki. Dengan keahlian Baykar dalam menciptakan drone tempur, Indonesia berpeluang besar untuk mengadopsi teknologi mutakhir yang akan meningkatkan sistem pertahanan udaranya ke level yang lebih tinggi.

3. Berpose Silat

Pose silat yang diperagakan Prabowo di hadapan awak media bukan sekadar aksi biasa; ia mengandung makna mendalam. Sebagai seni bela diri yang kaya akan nilai-nilai budaya Indonesia, silat melambangkan kekuatan, ketahanan, dan strategi yang tak tergoyahkan. Dalam konteks diplomasi, gerakan ini mencerminkan optimisme dan kepercayaan diri Prabowo terhadap kerjasama yang terjalin dengan Turki.

Tak jarang, Prabowo memanfaatkan simbol-simbol budaya untuk mempertegas posisinya di arena internasional. Para pengamat pun menilai pose silat ini sebagai cara cerdas Prabowo untuk mengirimkan sinyal bahwa Indonesia siap berkolaborasi dan tetap teguh dalam menjalin hubungan internasional, terutama di sektor pertahanan.

4. Dukungan Menteri dan Pejabat Negara

Kesepakatan strategis antara Indonesia dan Turki mendapatkan sorotan penuh dari para menteri dan pejabat negara yang hadir dalam pertemuan bersejarah itu.

Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turut menyaksikan momen penting penandatanganan perjanjian, menegaskan bahwa dukungan ini bukan sekadar inisiatif Presiden, melainkan bagian dari rencana jangka panjang Indonesia untuk memperkuat industri pertahanan nasional.

Dengan semangat kolaborasi, kedua negara melihat potensi besar dalam kerja sama ini, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.

5. Prospek Masa Depan

Kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Turki diharapkan akan membawa angin segar bagi kemandirian Indonesia dalam memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Tak hanya itu, sinergi ini juga membuka peluang emas di berbagai sektor lain, seperti ekonomi dan pendidikan.

Dalam beberapa tahun ke depan, dampak positif dari perjanjian ini akan mulai terlihat, terutama dalam pengembangan industri pertahanan nasional. Salah satu proyek perdana yang akan diwujudkan adalah pembangunan pabrik drone, yang diharapkan menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.

6. People Also Ask

1. Apa saja poin utama kerja sama Indonesia dan Turki di bidang pertahanan?

Kerja sama ini mencakup peningkatan produksi bersama dalam industri pertahanan, pendidikan dan latihan bagi personel militer, kerja sama intelijen, serta kontraterorisme.

2. Apa tujuan pembangunan pabrik drone di Indonesia?

Pabrik drone yang akan dibangun bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam produksi dan penggunaan drone militer, serta sebagai bagian dari alih teknologi dari Turki.

3. Mengapa Prabowo berpose silat setelah pertemuan dengan Erdogan?

Pose silat tersebut diduga sebagai simbol optimisme dan kepuasan Prabowo terhadap hasil pertemuan serta kerja sama strategis yang telah disepakati antara Indonesia dan Turki.

4. Bagaimana dampak kerja sama ini bagi industri pertahanan Indonesia?

Kerja sama ini berpotensi memperkuat industri pertahanan dalam negeri dengan adanya transfer teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta membuka peluang kerja bagi tenaga ahli di bidang militer dan teknologi.

(kpl/rmt)

Topik Terkait