Kapanlagi.com - Setiap wajib pajak di Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan kewajiban pelaporan SPT Tahunan. Namun, dengan hadirnya aplikasi terbaru, Coretax DJP, banyak yang bertanya-tanya: Apakah SPT Tahunan 2024 masih bisa dilaporkan melalui DJP Online, atau harus beralih ke Coretax? Mari kita ulas agar Anda tidak salah langkah dan terhindar dari denda!
Pajak, sebagai tulang punggung administrasi negara, terus berupaya untuk menyederhanakan proses perpajakan. Salah satu langkah inovatif yang diperkenalkan adalah Coretax DJP, yang akan mulai digunakan untuk pelaporan SPT Tahunan di tahun 2025. Namun, jangan khawatir! Untuk tahun pajak 2024, Anda masih bisa menggunakan DJP Online, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Perubahan sistem perpajakan ini memang bisa membuat bingung. Apakah Anda masih memerlukan EFIN? Dan bagaimana cara melaporkan SPT Tahunan dengan tepat agar sesuai dengan peraturan yang ada? Untuk membantu Anda, kami akan menjelaskan secara lengkap perbedaan antara Coretax DJP dan DJP Online dalam pelaporan SPT Tahunan.
Advertisement
SPT Tahunan merupakan dokumen yang wajib dilaporkan oleh setiap wajib pajak untuk melaporkan penghasilan dan pembayaran pajaknya dalam setahun. Bagi Wajib Pajak Pribadi, pelaporan SPT Tahunan dilakukan paling lambat pada 31 Maret setiap tahunnya. Sedangkan untuk Wajib Pajak Badan, batas waktu pelaporan adalah hingga 30 April.
SPT terdiri dari berbagai formulir yang disesuaikan dengan status dan jenis penghasilan. Misalnya, formulir 1770 SS digunakan oleh karyawan dengan penghasilan di bawah Rp60 juta, sedangkan formulir 1771 digunakan untuk badan usaha seperti PT dan yayasan.
Pelaporan SPT Tahunan ini bukan hanya kewajiban, tetapi juga bagian dari sistem self-assessment yang mempermudah pengawasan pajak oleh pemerintah. Hal ini memungkinkan wajib pajak melaporkan kewajiban perpajakannya secara langsung tanpa melalui pihak ketiga.
DJP Online adalah platform yang telah digunakan sejak lama untuk melaporkan SPT Tahunan secara elektronik. Di platform ini, wajib pajak dapat memilih dua metode pelaporan: e-Filing atau e-Form. Sementara itu, Coretax DJP adalah sistem baru yang diperkenalkan pada tahun 2025 untuk memudahkan proses administrasi perpajakan.
Pelaporan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2024 tetap dilakukan melalui DJP Online, sementara bagi wajib pajak yang terdaftar pada tahun 2025, pelaporan SPT Tahunan PPh akan dilakukan melalui Coretax DJP. Proses transisi ini diharapkan berjalan dengan lancar meskipun ada penyesuaian yang perlu dilakukan.
Coretax DJP dirancang untuk memberikan kemudahan lebih lanjut dalam pelaporan, termasuk penghapusan penggunaan EFIN. Hal ini tentu mempermudah wajib pajak dalam mengakses data perpajakannya tanpa harus khawatir lupa password atau mengalami kesulitan lainnya.
Sebelum melaporkan SPT Tahunan melalui DJP Online, wajib pajak perlu memastikan beberapa dokumen penting sudah siap. Beberapa dokumen yang diperlukan antara lain NPWP, EFIN, bukti pemotongan pajak, dan laporan keuangan untuk Wajib Pajak Badan. "Pastikan semua data dan dokumen lengkap sebelum mengakses DJP Online untuk menghindari masalah saat melapor," tambah DJP.
Selain itu, wajib pajak juga perlu menyiapkan informasi tentang penghasilan, harta, dan hutang yang relevan dengan pelaporan pajak. Hal ini sangat penting karena kesalahan dalam pengisian data bisa berakibat pada keterlambatan atau denda.
DJP juga mengingatkan bahwa wajib pajak yang belum melakukan aktivasi EFIN harus segera mengurusnya di kantor pajak terdekat. Aktivasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa pelaporan dilakukan oleh pemilik akun yang sah.
Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk melaporkan SPT Tahunan secara online melalui DJP Online pada tahun 2024. Pastikan Anda mengikuti setiap tahapan dengan cermat agar pelaporan berjalan lancar.
1. Login ke Akun DJP Online
2. Pilih Menu "Lapor"
3. Pilih Jenis SPT dan Isi Data
Pilih jenis formulir yang sesuai dengan status dan penghasilan Anda. Beberapa pilihan formulir yang umum adalah:
4. Periksa Kembali Data yang Diisi
5. Kirim SPT dan Verifikasi
Pelaporan SPT Tahunan harus dilakukan tepat waktu untuk menghindari denda. Bagi wajib pajak pribadi, keterlambatan melapor dapat dikenakan denda sebesar Rp100.000, sementara untuk wajib pajak badan, denda keterlambatan bisa mencapai Rp1.000.000.
Denda ini diberlakukan untuk mendorong wajib pajak agar lebih disiplin dalam memenuhi kewajibannya. Oleh karena itu, disarankan untuk melaporkan SPT lebih awal untuk menghindari keterlambatan.
Selain itu, wajib pajak yang terlambat juga berisiko dikenakan pemeriksaan atau bahkan dikenakan SP2DK (Surat Permintaan Penjelasan Data dan Keterangan) yang dapat berujung pada masalah hukum. Karena itu, penting untuk mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Ya, EFIN masih diperlukan jika Anda lupa password saat login. EFIN digunakan untuk mengaktifkan akun di DJP Online.
Mulai tahun 2025, pelaporan SPT Tahunan harus dilakukan melalui aplikasi Coretax DJP. Namun, untuk tahun pajak 2024, pelaporan masih menggunakan DJP Online.
Jika terlambat, Anda akan dikenakan denda, yaitu Rp100.000 untuk Wajib Pajak Pribadi dan Rp1.000.000 untuk Wajib Pajak Badan.
(kpl/rmt)