Anak SMP Ciptakan Tinta Spidol dari Kulit Bawang Putih, Inovasi Kreatif yang Ramah Lingkungan
Raihan Jouzu Syamsudin (credit: instagram/stemindonesiacerdas)
Kapanlagi.com -
Aksi kreatif seorang siswa SMP di Surabaya layak diacungi jempol karena kepeduliannya terhadap alam. Siswa bernama Raihan Jouzu Syamsudin dari SMPN 57 Surabaya berhasil menciptakan inovasi tinta spidol dari kulit bawang putih.
Meski terkesan sederhana, inovasi Raihan memberikan dampak positif bagi kelestarian bumi. Raihan menunjukkan bahwa kreativitas bisa lahir dari pengamatan terhadap lingkungan sehari-hari. Penasaran, seperti apa cerita lengkapnya?
Baca artikel tentang aksi pelestarian lingkungan lainnya di liputan6.com.
Advertisement
1. Berawal dari Kepedulian terhadap Limbah Organik
Ide brilian untuk menciptakan tinta spidol dari kulit bawang putih ini muncul ketika Raihan mengamati banyaknya limbah dapur yang terbuang sia-sia. Biasanya, kulit bawang tersebut hanya berakhir menjadi campuran kompos atau sampah organik biasa.
Alih-alih membiarkannya terbuang, ia mulai berpikir kreatif untuk memanfaatkan limbah tersebut menjadi sesuatu yang jauh lebih berguna bagi pendidikan.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Melalui Proses Penelitian
Dengan tekad yang kuat, Raihan mulai mengumpulkan bahan baku dari berbagai pasar dan perkampungan di Surabaya. Ia meneliti secara mendalam cara pengolahan tinta spidol dari kulit bawang putih tersebut hingga akhirnya berhasil menciptakan formula yang fungsional.
Kerja keras dan semangat pantang menyerah Raihan akhirnya membuahkan hasil berupa produk inovasi baru yang sangat membanggakan sekolahnya.
3. Langsung Berdampak Positif Bagi Lingkungan
Inovasi tinta spidol dari kulit bawang putih karya Raihan ini tidak hanya sekadar penemuan unik, tetapi juga memberikan solusi nyata dalam mengurangi sampah organik.
Produk ini diklaim jauh lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan tinta spidol berbahan kimia pada umumnya. Melalui langkah kecil ini, Raihan memberikan kontribusi nyata bagi bumi dan membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa berdampak besar bagi ekosistem.
4. FAQ
Siapa inovator di balik penemuan ini?
Inovatornya adalah Raihan Jouzu Syamsudin, seorang siswa dari SMPN 57 Surabaya.
Apa latar belakang diciptakannya tinta spidol dari kulit bawang putih?
Raihan merasa prihatin melihat banyaknya kulit bawang putih yang terbuang sia-sia dan hanya menjadi kompos.
Bagaimana proses pembuatannya dilakukan?
Prosesnya melibatkan pengumpulan bahan baku dari pasar dan kampung di Surabaya, kemudian diteliti pengolahannya hingga menjadi formula tinta yang fungsional.
Apa keunggulan produk ini dibandingkan tinta biasa?
Tinta ini lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik dan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis.
Temukan berbagai cerita inspiratif lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
Baca artikel menarik lainnya:
- Jerhemy Owen Punya Pabrik Sendiri Daur Ulang Sampah, Ubah Botol Bekas Jadi Karya Unik
- Kisah Wasito Warga Kendal yang Lestarikan Ekosistem Mangrove
- Seniman Gunung Kidul Ubah Limbah Spare Part Motor Jadi Robot Transformer
- Sixtainability Resmi Diluncurkan, Langkah Liputan6.com Dorong Hidup Lebih Hijau dan Berkelanjutan
- Kisah Mbah Sadiman Hijaukan Gunung Lawu 29 Tahun, Tanam 15 Ribu Lebih Pohon
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/psp)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
