Ancam Penggal Jokowi, Pria Ini Ngaku Khilaf Saat Diamankan

Senin, 13 Mei 2019 14:05 Penulis: Guntur Merdekawan
Ancam Penggal Jokowi, Pria Ini Ngaku Khilaf Saat Diamankan
Sosok yang ancam penggal Jokowi  © Merdeka


Kapanlagi Plus - Dalam sepekan terakhir ini, Twitter digegerkan oleh sebuah video demo yang terjadi di depan Kantor Bawaslu pada Hari Jumat (10/5). Pasalnya, pada rekaman berdurasi 45 detik itu terlihat seorang pria dengan terang-terangan mengancam bakal memenggal kepala Presiden RI, Jokowi.

Sambil mengutarakan ancamannya, pria itu menyelipkan kalimat takbir. Sontak seruannya itu disambut dengan penuh semangat oleh para pendemo lain yang ada di sekitarnya.

Warganet yang merasa geram lantas mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut pria tersebut untuk dihukum. Laporan resmi akhirnya dibuat oleh Ketua Umum Relawan Jokowi, Mania Immanuel Ebenezer pada Hari Sabtu (11/5) sore.

Lalu bagaimana nasib dari pria itu sekarang?

1. Berhasil Ditangkap

Usut punya usut, pihak Polda Metro Jaya sudah berhasil mengamankan sang pelaku di kediamannya di Parung, Bogor, Jawa Barat. Ia diketahui bernama Hermawan Susanto.

"HS sudah ditangkap, artinya sudah jadi tersangka," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian kepada merdeka.com, Minggu (12/5).

2. Jalani Pemeriksaan

HS tak lantas dihukum begitu saja. Ia bakal menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait ucapannya yang sudah masuk kategori ancaman serius itu. Hari ini, Senin (13/5) pihak kepolisian akan menggelar preskon terkait masalah ini.

"Kita tetap bawa ke Polda karena nanti apa yang ia sampaikan atau diklarifikasi sesuai bukti-bukti yang ada dan akan dijadikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Masih diperiksa. Besok konferensi pers," sambung Argo.

3. Khilaf?

Uniknya, saat ditanya terkait ancamannya kepada sang presiden, HS mengaku khilaf. "Iya, saat ditangkap dia (HS) mengaku khilaf," ujar Argo singkat.

HS dijerat dengan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus Pengancaman Pembunuhan terhadap Presiden RI sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE.

4. Simak Videonya!

(kpl/mdk/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI