Apalah Sakit Putus Cinta, Sakit yang Ini Lebih Ngeri Nggak Cuma di Jiwa

Selasa, 03 Desember 2019 07:00 Penulis: Wuri Anggarini
Apalah Sakit Putus Cinta, Sakit yang Ini Lebih Ngeri Nggak Cuma di Jiwa
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Tapi, sekalinya putus, pasti rasa sakitnya jadi menyesakkan jiwa. Kalau kata lagunya The Script sih, kamu bakal mengalami Six Degrees of Separation yang terdiri dari beragam drama. Mulai dari penyangkalan kalau lagi merasa sakit, sampai akhirnya bisa menerima kalau hati memang lagi berantakan.

Sakit putus cinta memang bikin dunia berasa berakhir. Tapi, jangan lupa kalau hidup itu tetap berjalan. Masih ada lagi sakit-sakit lainnya yang lebih terasa ngeri karena terasa nggak hanya di jiwa. Apa itu?

Ancaman Penyakit Kritis yang Bukan Cuma Drama, Tapi Nyata

©Shutterstock©Shutterstock

Udah deh, buruan move on dari yang namanya sakit hati karena putus cinta. Sekarang waktunya back to reality karena ada sakit-sakit lainnya yang tingkat kengeriannya nggak cuma sekadar drama, tapi nyata. Yup, apalagi kalau bukan ancaman penyakit kritis yang bisa mengancam nyawa, bahkan jadi penyebab kematian tertinggi perempuan di Indonesia.

Beberapa penyakit yang lebih sering dialami perempuan, di antaranya seperti Lupus. Penyakit Lupus karena sel imun menyerang jaringan tubuh yang sehat, sehingga memicu kerusakan pada bagian tubuh seperti kulit, sendi dan organ.

Penyakit autoimun ini sering kali terdiagnosa setelah penderita terkena dampak untuk waktu yang lama. Hingga saat ini pengobatan Lupus membutuhkan biaya medis yang mahal, itu pun hanya untuk meminimalisir dampak dan mengurangi tingkat gejala.

Selain penyakit Lupus, penyakit yang menghantui perempuan adalah kanker payudara dan kanker serviks. Menurut data Globocan tahun 2018, angka perempuan yang menderita kanker payudara masih menjadi yang tertinggi dengan 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Dilema Mahalnya Biaya Pengobatan Penyakit Kritis

©Shutterstock©Shutterstock

Sakit putus cinta memang selalu membawa luka. Tapi, dilemanya bakal hilang kalau kamu punya sahabat yang siap menghibur atau menemukan gebetan baru. Beda lagi kalau sakit kritis yang mengancam nyawa. Ada dilema lain yang siap menanti, yaitu mahalnya biaya pengobatan penyakit kritis.

Selain mematikan, biaya pengobatan untuk penyakit kritis ini tergolong tinggi. Untuk biaya medis kanker mulai dari biaya radiasi yang sekali tindakan bisa mencapai 20 juta rupiah, belum lagi biaya kemoterapi yang bisa mencapai 25 juta rupiah selamin cata pengobatan ini untuk penyembuhan kanker bisa juga diperlukan biaya operasi dan tindakan-tindakan lain bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk perawatan maupun operasi seharusnya jadi pengingat akan pentingnya menjaga pola hidup yang sehat. Banyak konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam menjadi penyebab timbulnya penyakit kritis. Ditambah kebiasaan malas berolahraga dan enggan melakukan aktivitas fisik bikin usia muda kini pun rentan terserang penyakit mematikan.

Selain mengganggu aktivitas, terkena penyakit kritis ini bisa mengancam kondisi finansialmu. Kebayang kan, sudah nggak bisa bekerja maksimal, masih menanggung beban keuangan untuk membiayai perawatan kesehatan.

Selain mulai mengubah gaya hidup jadi lebih sehat dan aktif, cara lainnya yang wajib dipersiapkan untuk melindungi diri dari risiko penyakit kritis adalah memiliki asuransi kesehatan. Produk finansial ini yang bakal memberi ketenangan dan kenyamanan saat sakit dan bisa lebih fokus pada proses penyembuhan. Saking pentingnya kesehatan dalam kehidupanmu sebagai investasi paling berharga, tentunya wajib dilindungi dengan asuransi terbaik.

Know You Can punya solusi perlindungan kesehatan yang dapat memberikan kenyamanan dan rasa tenang sehingga kita bisa fokus pada proses penyembuhan. Jatuhkan pilihan pada AXA Critical Elite Solution dari AXA Financial Indonesia yang memberi manfaat perlindungan terhadap 65 penyakit kritis.

Lengkapi perlindungan Anda dengan solusi lengkap dari AXA Financial Indonesia. Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini. (adv/eth)

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI