Arti Al Furqan Beserta Ringkasan Pokok Surat

Selasa, 21 Desember 2021 20:11 Penulis: Dhia Amira
Arti Al Furqan Beserta Ringkasan Pokok Surat
Ilustrasi (credit: Pexels)


Kapanlagi Plus - Al Furqan merupakan salah satu surat yang ada di dalam Al Quran. Surah Al-Furqan adalah surah ke-25 dari Al Quran. Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Arti Al Furqan sendiri yaitu pembeda, diambil dari kata Al Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Yang dimaksud dengan Al Furqan dalam ayat ini ialah Al Quran atau nama lain dari Al Quran. Al Quran dinamakan Al Furqan karena dia membedakan antara yang hak dengan yang batil. Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran tentang sebuah Keesaan Allah SWT dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Nah, untuk KLovers yang ingin tahu arti Al Furqan beserta dengan bacaan suratnya, berikut ini penjelasannya yang telah dilansir dari berbagai sumber. Yuk langsung saja dicek KLovers.

1. Ringkasan Pokok Surat Al Furqan

Sebelum mengetahui isi surat Al Furqan dan arti Al Furqan, maka kalian perlu mengetahui ringkasan pokok dalam surat Al Furqan. Ya, Surat Al Furqan memiliki 77 ayat, sehingga banyaknya ayat tersebut terdapat sebuah ringkasannya. Dan berikut ini ringkasan dalam surat Al Furqan tersebut:

1. Kekuasaan Allah dan keharmonisan ciptaannya (ayat 1-3).

2. Tuduhan tuduhan palsu dari orang-orang kafir terhadap Al Quran (ayat 4-6).

3. Keheranan orang kafir tentang diutusnya Rasul dari manusia biasa (ayat 7-15).

4. Soal jawab antara Allah dengan sembahan-sembahan orang-orang kafir pada hari kiamat (ayat 16-18).

5. Para Rasul diutus dari golongan manusia biasa (ayat 19-20).

6. Keadaan manusia yang tidak membenarkan Alquran pada hari kiamat (ayat 21-34).

7. Kisah Musa, Nuh, kaum Ad, Samud, penduduk Rass (ayat 35-44).

8. Tanda-tanda kekuasaan Allah dalam alam (ayat 45-62).

9. Pergantian siang dan malam, proses terjadinya hujan (45-53).

10. Proses terjadinya manusia dan alam semesta (ayat 54-62).

11. Karateristik hamba Allah yang memperoleh kemuliaan (ayat 63-77).

2. Surat Al Furqan dan Terjemahannya

Berikut ini arti Al Furqan dari ayat 1-20. Dalam ayat 1-20 ini merupakan ringkasan dari pemberitahuan bahwa, Al Quran sebagai peringatan untuk seluruh manusia. Berikut isi dari surat Al Furqan 1-20 tersebut:

1. Tabarakallazi nazzalal-furqana 'ala 'abdihi liyakuna lil-'alamina nazira.

Artinya: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).

2. Allazi lahu mulkus-samawati wal-ardi wa lam yattakhiz waladaw wa lam yakul lahu syarikun fil-mulki wa khalaqa kulla syai'in fa qaddarahu taqdira.

Artinya: Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.

3. Wattakhazu min dunihi alihatal la yakhluquna syai'aw wa hum yukhlaq?na wa la yamlikuna li'anfusihim darraw wa la naf'aw wa l? yamlikuna mautaw wa la hayataw wa la nusyura.

Artinya: Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

4. Wa qalallazina kafaru in haza illa ifkuniftarahu wa a'anahu 'alaihi qaumun akharun, fa qad ja'u zulmaw wa zura.

Artinya: Dan orang-orang kafir berkata, "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain," Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.

5. Wa qalu asatirul-awwalinaktatabaha fa hiya tumla 'alaihi bukrataw wa asila.

Artinya: Dan mereka berkata, “(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang.”

6. Qul anzalahullazi ya'lamus-sirra fis-samawati wal-ard, innahu kana gafurar-rahima.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."

7. Wa qalu ma lihazar-rasuli ya'kulut-ta'ama wa yamsyi fil-aswaq, lau la unzila ilaihi malakun fa yakuna ma'ahu nazira.

Artinya: Dan mereka berkata, "Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia.

8. Wa yulqaa ilayhi kanzun aw takuunu lahu jannatun ya kulu minhaa waqaala alzhzhaalimuuna in tattabi'uuna illaa rajulan mashuuraan.

Artinya: atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari (hasil)nya?" Dan orang-orang zalim itu berkata, "Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."

9. Unzhur kayfa dharabuu laka al-amtsaala fadhalluu falaa yastathii’uuna sabiilaan.

Artinya: Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau, maka sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

10. abaaraka alladzii in syaa-a ja'ala laka khayran min dzaalika jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru wayaj'al laka qushuuraan.

Artinya: Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu.

11. Bal kadzdzabuu bialssaa'ati wa-a'tadnaa liman kadzdzaba bialssaa'ati sa'iiraan.

Artinya: Bahkan mereka mendustakan hari Kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat.

12. Idzaa ra-at-hum min makaanin ba'iidin sami'uu lahaa taghayyuzhan wazafiiraan.

Artinya: Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya.

13. Wa-idzaa ulquu minhaa makaanan dhayyiqan muqarraniina da'aw hunaalika tsubuuraan.

Artinya: Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.

14. Laa tad'uu alyawma tsubuuran waahidan waud'uu tsubuuran katsiiraan

Artinya: (Akan dikatakan kepada mereka), "Janganlah kamu mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang."

15. Qul adzaalika khayrun am jannatu alkhuldi allatii wu'ida almuttaquuna kaanat lahum jazaa-an wamashiiraan.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?"

16. Lahum fiihaa maa yasyaauuna khaalidiina kaana ‘alaa rabbika wa’dan mas-uulaan.

Artinya: Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga), mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya).

17. Wayawma yahsyuruhum wamaa ya'buduuna min duuni allaahi fayaquulu a-antum adhlaltum 'ibaadii haaulaa-i am hum dhalluu alssabiila.

Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"

18. Qaaluu subhaanaka maa kaana yanbaghii lanaa an nattakhidza min duunika min awliyaa-a walaakin matta'tahum waaabaa-ahum hattaa nasuu aldzdzikra wakaanuu qawman buuraan.

Artinya: Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa."

19. Qaqad kadzdzabuukum bimaa taquuluuna famaa tastathii'uuna sharfan walaa nashran waman yazhlim minkum nudziqhu 'adzaaban kabiiraan.

Artinya: Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu), dan barangsiapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.

20. Wamaa arsalnaa qablaka mina almursaliina illaa innahum laya/kuluuna alththha’aama wayamsyuuna fii al-aswaaqi waja’alnaa ba’dhakum liba’dhin fitnatan atashbiruuna wakaana rabbuka bashiiraan.

Artinya: Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.

3. Surat Al Furqan dan Terjemahannya

Selanjutnya arti Al Furqan yaitu keadaan manusia yang tidak membenarkan Al Quran pada hari kiamat. Dalam ayat 21-34 ini menceritakan bagaimana manusia tidak menjadikan Al Quran sebagai pembenaran hidunya. Dan berikut ini isi surat Al Furqan ayat 21-34 tersebut:

21. Waqaala alladziina laa yarjuuna liqaa-anaa lawlaa unzila 'alaynaa almalaa-ikatu aw naraa rabbanaa laqadi istakbaruu fii anfusihim wa'ataw 'utuwwan kabiiraan.

Artinya: Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).

22. Yawma yarawna almalaa-ikata laa busyraa yawma-idzin lilmujrimiina wayaquuluuna hijran mahjuuraan.

Artinya: (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Hijran mahjura."

23. Waqadimnaa ilaa maa 'amiluu min 'amalin faja'alnaahu habaa-an mantsuuraan.
Artinya: Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.

24. Ash-haabu aljannati yawma-idzin khayrun mustaqarran wa-ahsanu maqiilaan.

Artinya: Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.

25. Wayawma tasyaqqaqu alssamaau bialghamaami wanuzzila almalaa-ikatu tanziilaan.

Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.

26. Al-mulku yawma-idzin alhaqqu lilrrahmaani wakaana yawman 'alaa alkaafiriina 'asiiraan.

Artinya: Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.

27. Wayawma ya'adhdhu alzhzhaalimu 'alaa yadayhi yaquulu yaa laytanii ittakhadztu ma'a alrrasuuli sabiilaan.

Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.

28. Yaa waylataa laytanii lam attakhidz fulaanan khaliilaan.

Artinya: Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),

29. Laqad adhallanii 'ani aldzdzikri ba'da idz jaa-anii wakaana alsysyaythaanu lil-insaani khadzuulaan.

Artinya: Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."

30. Waqaala alrrasuulu yaa rabbi inna qawmii ittakhadzuu haadzaa alqur-aana mahjuuraan.

Artinya: Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan."

31. Wakadzaalika ja'alnaa likulli nabiyyin 'aduwwan mina almujrimiina wakafaa birabbika haadiyan wanashiiraan.

Artinya: Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.

32. Waqaala alladziina kafaruu lawlaa nuzzila 'alayhi alqur-aanu jumlatan waahidatan kadzaalika linutsabbita bihi fu-aadaka warattalnaahu tartiilaan.

Artinya: Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).

33. Walaa ya'tuunaka bimatsalin illaa ji/naaka bialhaqqi wa-ahsana tafsiiraan.

Artinya: Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.

34. Alladziina yuhsyaruuna 'alaa wujuuhihim ilaa jahannama ulaa-ika syarrun makaanan wa-adhallu sabiilaan.

Artinya: Orang-orang yang dikumpulkan ke neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.

 

4. Surat Al Furqan dan Terjemahannya

Selanjutnya dalam surat Al Furqan yaitu tentang kisah-kisah orang terdahulu. Art Al Furqan dalam ayat 35-44 ini merupakan kisah Musa, Nuh, kaum Ad, Samud, dan penduduk Rass. Semua kisah ini menjadi sebuah pembelajaran untuk seluruh umat manusia:

35. Walaqad aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaa ma’ahu akhaahu haaruuna waziiraan.

Artinya: Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

36. Faqulnaa idzhabaa ilaa alqawmi alladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaa fadammarnaahum tadmiiraan.

Artinya: Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.

37. Waqawma nuuhin lammaa kadzdzabuu alrrusula aghraqnaahum waja'alnaahum lilnnaasi aayatan wa-a'tadnaa lilzhzhaalimiina 'adzaaban aliimaan.

Artinya: Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

38. Wa'aadan watsamuuda wa-ash-haaba alrrassi waquruunan bayna dzaalika katsiiraan.

Artinya: dan (telah Kami binasakan) kaum 'Ad dan samud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.

39. Wakullan dharabnaa lahu al-amtsaala wakullan tabbarnaa tatbiiraan.

Artinya: Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.

40. Walaqad ataw 'alaa alqaryati allatii umthirat mathara alssaw-i afalam yakuunuu yarawnahaa bal kaanuu laa yarjuuna nusyuuraan.

Artinya: Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui negeri (Sodom)yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.

41. Wa-idzaa ra-awka in yattakhidzuunaka illaa huzuwan ahaadzaa alladzii ba'atsa allaahu rasuulaan.

Artinya: Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?"

42. In kaada layudhillunaa 'an aalihatinaa lawlaa an shabarnaa 'alayhaa wasawfa ya'lamuuna hiina yarawna al'adzaaba man adhallu sabiilaan.

Artinya: Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya. Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

43. Ara-ayta mani ittakhadza ilaahahu hawaahu afa-anta takuunu 'alayhi wakiilaan.

Artinya: Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?

44. Am tahsabu anna aktsarahum yasma'uuna aw ya'qiluuna in hum illaa kaal-an’aami bal hum adhallu sabiilaan.

Artinya: Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.

5. Surat Al Furqan dan Terjemahannya

Kemudian arti Al Furqan yaitu tentang pergantian siang dan malam, proses terjadinya hujan. Dalam ayat ke 45-53 ini akan menjelaskan bagaimana Allah SWT mengatur pergantian siang dan malam, serta proses terjadinya hujan. Berikut ini isi dalam surat Al Furqan ayat ke 45-53 tersebut:

45. Alam tara ilaa rabbika kayfa madda alzhzhilla walaw syaa-a laja'alahu saakinan tsumma ja'alnaa alsysyamsa 'alayhi daliilaan.

Artinya: Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,

46. Tsumma qabadhnaahu ilaynaa qabdhan yasiiraan.

Artinya: kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit.

47. Wahuwa alladzii ja'ala lakumu allayla libaasan waalnnawma subaatan waja'ala alnnahaara nusyuuraan.

Artinya: Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.

48. Wahuwa alladzii arsala alrriyaaha busyran bayna yaday rahmatihi wa-anzalnaa mina alssamaa-i maa-an thahuuraan.

Artinya: Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,

49. Linuhyiya bihi baldatan maytan wanusqiyahu mimmaa khalaqnaa an’aaman wa-anaasiyya katsiiraan.

Artinya: agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.

50. Walaqad sharrafnaahu baynahum liyadzdzakkaruu fa-abaa aktsaru alnnaasi illaa kufuuraan.

Artinya: Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).

51. Walaw syi'naa laba’atsnaa fii kulli qaryatin nadziiraan.

Artinya: Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.

52. Falaa tuthi'i alkaafiriina wajaahidhum bihi jihaadan kabiiraan.

Artinya: Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.

53. Wahuwa alladzii maraja albahrayni haadzaa ‘adzbun furaatun wahaadzaa milhun ujaajun waja’ala baynahumaa barzakhan wahijran mahjuuraan.

Artinya: Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.

6. Surat Al Furqan dan Terjemahannya

Selanjutnya yaitu, tentang bagaimana proses terjadinya manusia dan alam semesta. Dalam surat Al Furqan ini, kita akan diberitahu bagaiman Allah SWT melakukan proses terjadinya manusia dan alam semesta. Berikut ini isi surat Al Furqan pada ayat 54-62 tersebut:

54. Wahuwa alladzii khalaqa mina almaa-i basyaran faja'alahu nasaban washihran wakaana rabbuka qadiiraan.

Artinya: Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan musaharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa.

55. Waya'buduuna min duuni allaahi maa laa yanfa'uhum walaa yadhurruhum wakaana alkaafiru 'alaa rabbihi zhahiiraan.

Artinya: Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.

56. Wamaa arsalnaaka illaa mubasysyiran wanadziiraan.

Artinya: Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

57. Qul maa as-alukum 'alayhi min ajrin illaa man syaa-a an yattakhidza ilaa rabbihi sabiilaan.

Artinya: Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."

58. Watawakkal 'alaa alhayyi alladzii laa yamuutu wasabbih bihamdihi wakafaa bihi bidzunuubi 'ibaadihi khabiiraan.

Artinya: Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.

59. Alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa fii sittati ayyaamin tsumma istawaa 'alaa al'arsyi alrrahmaanu fais-al bihi khabiiraan.

Artinya: yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).

60. Wa-idzaa qiila lahumu usjuduu lilrrahmaani qaaluu wamaa alrrahmaanu anasjudu limaa ta/murunaa wazaadahum nufuuraan.

Artinya: Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih", mereka menjawab, "Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?" Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).

61. Tabaaraka alladzii ja'ala fii alssamaa-i buruujan waja'ala fiihaa siraajan waqamaran muniiraan.

Artinya: Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.

62. Wahuwa alladzii ja'ala allayla waalnnahaara khilfatan liman araada an yadzdzakkara aw araada syukuuraan.

Artinya: Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.

 

7. Surat Al Furqan dan Terjemahannya

Dan arti Al Furqan yang terakhir yaitu, tentang karateristik hamba Allah yang memperoleh kemuliaan, beserta dengan doa berlindung dari api neraka dan doa agar diberikan keturunan yang Shalih. Dan berikut ini isi dari ayat Al Furqan 63-77 tersebut:

63. Wa'ibaadu alrrahmaani alladziina yamsyuuna 'alaa al-ardhi hawnan wa-idzaa khaathabahumu aljaahiluuna qaaluu salaamaan.

Artinya: Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam.

64. Waalladziina yabiituuna lirabbihim sujjadan waqiyaamaan.

Artinya: Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.

65. Waalladziina yaquuluuna rabbanaa ishrif 'annaa 'adzaaba jahannama inna 'adzaabahaa kaana gharaamaan.

Artinya: Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal".

66. Innahaa saa-at mustaqarran wamuqaamaan.

Artinya: Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

67. Waalladziina idzaa anfaquu lam yusrifuu walam yaqturuu wakaana bayna dzaalika qawaamaan.

Artinya: Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,

68. Waalladziina laa yad'uuna ma'aa allaahi ilaahan aakhara walaa yaqtuluuna alnnafsa allatii harrama allaahu illaa bialhaqqi walaa yaznuuna waman yaf'al dzaalika yalqa atsaamaan.

Artinya: Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

69. Yudaa'af lahu al'adzaabu yawma alqiyaamati wayakhlud fiihi muhaanaan.

Artinya: (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

70. Illaa man taaba waaamana wa'amila 'amalan shaalihan faulaa-ika yubaddilu allaahu sayyi-aatihim hasanaatin wakaana allaahu ghafuuran rahiimaan.

Artinya: Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

71. Waman taaba wa'amila shaalihan fa-innahu yatuubu ilaa allaahi mataabaan.

Artinya: Dan barangsiapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.

72. Waalladziina laa yasyhaduuna alzzuura wa-idzaa marruu biallaghwi marruu kiraamaan

Artinya: Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,

73. Waalladziina idzaa dzukkiruu bi-aayaati rabbihim lam yakhirruu 'alayhaa shumman wa'umyaanaan.

Artinya: Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,

74. Waalladziina yaquuluuna rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wadzurriyyaatinaa qurrata a'yunin waij'alnaa lilmuttaqiina imaamaan.

Artinya: Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

75. Ulaa-ika yujzawna alghurfata bimaa shabaruu wayulaqqawna fiihaa tahiyyatan wasalaamaan.

Artinya: Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam.

76. Khaalidiina fiihaa hasunat mustaqarran wamuqaamaan.

Artinya: Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

77. Qul maa ya'bau bikum rabbii lawlaa du'aaukum faqad kadzdzabtum fasawfa yakuunu lizaamaan.

Artinya: Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)."

Itulah arti Al Furqan yang bisa kalian ketahui secara lengkap, beserta penjelasan inti dari surat tersebut. Semoga bisa menjadi sebuah ilmu yang membantu KLovers belajar agama untuk lebih baik lagi.

(kpl/gen/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI