Arti Gestur Tangan 'X' Pelatih Mesir yang Viral saat Lawan Argentina di Piala Dunia 2026
Hossam Hassan, pelatih Mesir tunjukkan gestur tangan menyilang (Credit: AP)
Kapanlagi.com - Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir menyisakan lebih dari sekadar drama lima gol. Di tengah laga yang berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Argentina, publik dibuat penasaran oleh aksi pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang membentuk huruf "X" menggunakan kedua tangannya di pinggir lapangan.
Gestur tersebut langsung menjadi viral di media sosial. Banyak yang mengira itu adalah instruksi rahasia kepada para pemain atau bentuk protes terhadap keputusan wasit. Namun, makna di balik isyarat tersebut ternyata jauh lebih serius.
Gerakan tangan berbentuk "X" merupakan sinyal resmi yang diperkenalkan FIFA sebagai bagian dari upaya memerangi tindakan rasisme dan segala bentuk diskriminasi di sepak bola.
Advertisement
1. Isyarat Resmi FIFA untuk Laporkan Dugaan Diskriminasi
Menyilangkan kedua lengan hingga membentuk huruf "X" di depan tubuh kini menjadi sinyal visual resmi yang dapat digunakan pemain, pelatih, maupun ofisial pertandingan apabila mereka menduga terjadi tindakan rasisme atau diskriminasi selama pertandingan berlangsung.
Aturan tersebut disahkan FIFA dalam Kongres ke-74 yang berlangsung di Bangkok pada 2024. Tujuannya adalah memberikan cara yang mudah dikenali untuk menyampaikan adanya dugaan insiden diskriminatif sehingga wasit dapat segera mengambil tindakan sesuai prosedur.
Dengan adanya simbol ini, laporan dugaan diskriminasi tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga dapat terlihat jelas oleh seluruh perangkat pertandingan.
(Untuk pertama kalinya, Tom Holland konfirmasi pernikahannya dengan Zendaya.)
2. FIFA Punya Protokol Tiga Tahap
Gestur "X" bukan berarti pertandingan otomatis dihentikan. Isyarat itu menjadi tanda awal agar wasit melakukan penilaian terhadap situasi yang terjadi.
Dalam protokol FIFA, terdapat tiga tahapan penanganan apabila ditemukan dugaan rasisme atau diskriminasi.
Tahap pertama, wasit dapat menghentikan pertandingan sementara untuk melakukan evaluasi terhadap laporan yang diterima. Jika insiden masih berlanjut, pertandingan dapat ditangguhkan dan kedua tim diminta meninggalkan lapangan untuk sementara waktu.
Apabila situasi tidak juga membaik, langkah terakhir adalah menghentikan pertandingan secara permanen demi melindungi pihak yang menjadi korban.
3. Dipakai Hossam Hassan Usai Gol Ketiga Argentina
Hossam Hassan menggunakan gestur tersebut beberapa saat setelah Enzo Fernandez mencetak gol ketiga Argentina di penghujung pertandingan.
Menurut penjelasan dari kubu Mesir, sang pelatih menduga terdapat ucapan bernada rasis yang terdengar saat para pemain Argentina merayakan gol tersebut.
Meski demikian, hingga kontroversi itu mencuat, belum ada bukti yang dipublikasikan kepada publik yang dapat memastikan dugaan insiden tersebut benar-benar terjadi.
4. Wasit Tetap Lanjutkan Pertandingan
Wasit asal Prancis, Francois Letexier, memilih untuk tidak menghentikan pertandingan meski menerima protes dari Hossam Hassan.
Alih-alih mengaktifkan protokol lebih lanjut, Letexier justru memberikan kartu kuning kepada pelatih Mesir karena dianggap melakukan protes berlebihan.
Keputusan itu memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Sebagian menilai wasit seharusnya setidaknya meninjau situasi sesuai prosedur FIFA, sementara pihak lain beranggapan belum ada bukti yang cukup kuat untuk mengaktifkan tahapan berikutnya.
5. Momen Bersejarah di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama turnamen putra FIFA yang secara resmi menerapkan penggunaan gestur "X" sebagai bagian dari protokol antirasisme.
Karena itu, aksi Hossam Hassan berpotensi menjadi salah satu momen paling bersejarah terkait penerapan aturan baru tersebut di panggung Piala Dunia.
Terlepas dari kontroversi yang muncul, penggunaan simbol "X" menegaskan komitmen FIFA untuk menyediakan mekanisme yang lebih jelas dalam menangani dugaan diskriminasi. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan protokol tersebut diterapkan secara konsisten ketika insiden serupa benar-benar terjadi di lapangan.
(Rizky Billar polisikan enam akun sosial media terkait hoaks cerai dan perselingkuhan.)
(kpl/gtr)
Advertisement
