Arti Jancuk dan Penggunaannya dalam Komunikasi Sehari-Hari

Senin, 29 November 2021 18:44
Arti Jancuk dan Penggunaannya dalam Komunikasi Sehari-Hari
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Arti jancuk sering dimaknai sebagai salah satu umpatan yang berasal dari daerah Jawa Timur. Para penuturnya sering menggunakan istilah ini untuk meluapkan emosi atau kemarahan. Namun tak selalu begitu, terkadang, jancuk justru jadi sapaan akrab kepada sahabat.

Oleh karena itu, mencari arti jancuk pun perlu memahami konteks saat istilah tersebut diucapkan. Jika tidak, kalian bisa saja salah paham. Melalui ekspresi orang yang mengucapkannya pun bisa terlihat makna jancuk yang ingin disampaikan.

Nah, agar kalian bisa mengetahui arti jancuk dalam berbagai konteks, silakan simak informasi ini. Berisi penjelasan mengenai arti, makna, dan penggunaan kata jancuk, informasi ini akan berguna dalam pergaulan.

1. Arti Jancuk

Meski sudah sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, arti jancuk masih menjadi hal yang sering ditanyakan. Penggunaannya sebagai umpatan yang ringan diucapkan membuat istilah ini pun semakin populer.

Dengan mengucapkan kata ini, orang akan menemukan cara melepas emosi atau sekadar untuk mengejek orang lain, bahkan bisa dijadikan sebagai sapaan akrab. Ya, arti jancuk memang cukup beragam, tergantung pada konteks pemakaiannya.

Istilah ini cukup populer di Jawa Timur, meliputi Malang, Surabaya, Lamongan, dan sekitarnya. Namun sekarang, popularitas jancuk makin meningkat. Tak hanya diketahui oleh masyarakat Jawa, tapi hampir di seluruh Indonesia.

Arti jancuk sendiri sebenarnya tak beda jauh dengan umpatan lain, seperti sialan, brengsek, atau keparat. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai istilah ini, terdapat informasi yang bisa kalian simak pada penjelasan selanjutnya.

2. Makna Jancuk Menurut Sujiwo Tejo

Sujiwo Tejo merupakan salah seorang seniman yang dikenal sebagai presiden jancukers. Kiprahnya dalam kesenian pun cukup luas. Berbagai bidang pernah dimasuki oleh Sujiwo Tejo. Mulai dari dalang, pemusik, hingga penulis, pernah dilakoninya.

Tak heran jika dia mempunyai banyak penggemar yang begitu mengagumi karyanya. Setiap penuturan atau tulisannya pun sering membuat para penggemar kagum. Terutama mengenai jalan pikiran dan caranya dalam menjelaskan suatu hal.

Popularitas kata "jancuk" pun erat kaitannya dengan Sujiwo Tejo. Bahkan dia juga menulis buku berjudul "Republik #Jancukers". Oleh karena itu, dia juga disebut sebagai presiden jancukers. Untuk mengetahui makna atau arti jancuk menurut Sujiwo Tejo, silakan simak kutipan berikut ini.

"Jancuk" itu ibarat sebilah pisau. Fungsi pisau sangat tergantung dari user-nya dan suasana psikologis si user. Kalau digunakan oleh penjahat, bisa jadi senjata pembunuh. Kalau digunakan oleh seorang istri yang berbakti pada keluarganya, bisa jadi alat memasak. Kalau dipegang oleh orang yang sedang dipenuhi dendam, bisa jadi alat penghilang nyawa manusia. Kalau dipegang orang yang dipenuhi rasa cinta pada keluarganya bisa dipakai menjadi perkakas untuk menghasilkan penghilang lapar manusia.

Begitupun "jancuk", bila diucapkan dengan niat tak tulus, penuh amarah, dan penuh dendam maka akan dapat menyakiti. Tetapi bila diucapkan dengan kehendak untuk akrab, kehendak untuk hangat sekaligus cair dalam menggalang pergaulan, "jancuk" laksana pisau bagi orang yang sedang memasak. "Jancuk" dapat mengolah bahan-bahan menjadi jamuan pengantar perbincangan dan tawa-tiwi di meja makan.(Sujiwo Tedjo, 2012, halaman x)

Jancuk merupakan simbol keakraban. Simbol kehangatan. Simbol kesantaian. Lebih-lebih di tengah khalayak ramai yang kian munafik, keakraban dan kehangatan serta santainya "jancuk" kian diperlukan untuk menggeledah sekaligus membongkar kemunafikan itu. (Sujiwo Tejo. 2012 : 397)

3. Penggunaan Jancuk dalam Keseharian

Selain arti jancuk, kalian juga perlu mengetahui penggunaannya dalam keseharian. Kalian perlu memahami konteks juga agar tak ragu memaknainya saat ada orang yang mengatakan.

1. Kata Seru

Kata "jancuk" atau "jancok", dan "cok" dalam bentuk singkat bisa digunakan sebagai kata seru untuk menunjukkan perasaan yang muncul, baik perasaan yang bersifat negatif maupun positif.

Agar lebih jelas, kalian bisa melihat contoh dalam kalimat berikut ini:

- "Cok, gak usah rewel!" ("Cok, tidak usah banyak bicara!")

- "Wih, apik'e, Cok!" ("Wih, bagusnya, Cok!")

2. Kata Kerja

Jancuk atau ancuk awalnya juga digunakan sebagai kata kerja yang berarti bersenggama/berhubungan seks. Namun, penggunaannya tidak sebanyak untuk kata seru/sapaan. Untuk memahaminya, silakan perhatikan konteks pada contoh kalimat berikut ini.

- "Kancane dhewe diancuk." (Teman sendiri disetubuhi)

- "Kon neng Tretes gawe ngancuk tok." (Kamu ke Tretes hanya untuk bersenggama toh)

3. Kata Sapaan

Kata "Jancuk" juga digunakan sebagai kata sapaan untuk mengungkapkan kemarahan atau menunjukkan kedekatan hubungan di antara teman. Meski punya konotasi negatif, kata jancuk tak akan memicu kemarahan teman ketika kalian gunakan untuk menyapa orang terdekat. Hal tersebut justru bisa memicu keakraban yang lebih dalam hubungan persahabatan tersebut.

Contoh kalimat berikut ini bisa kalian simak untuk memahami konteks arti jancuk sebagai sapaan.

- "Ojok meneng ae kon, Cok!" ("Jangan diam saja kau, Cok!")

- "Cok, nandi ae kon?" ("Cok, ke mana saja kamu?")

- "Yo'opo kabare, Cok?" ("Bagaimana kabarmu, Cok?")

- "Mlaku-mlaku yok, Cok." ("Jalan-jalan yuk, Cok.")

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai arti jancuk beserta cara penggunaan istilah ini dalam keseharian.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI