Arti Khusnul Khotimah, Ketahui Pula Tanda dan Cara Meraihnya

Rabu, 20 Oktober 2021 13:44
Arti Khusnul Khotimah, Ketahui Pula Tanda dan Cara Meraihnya
Ilustrasi (Credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - Umat muslim tentu menginginkan hidupnya berakhir dengan khusnul khotimah. Istilah khusnul khotimah sendiri mungkin juga sudah sering kalian dengar. Lalu, apa sih sebenarnya arti khusnul khotimah?

Arti khusnul khotimah yaitu "akhir yang baik" maka wajar jika kalimat ini sering terdengar sebagai doa dan harapan yang disampaikan kepada seseorang yang meninggal dunia. Wajar juga ketika banyak orang yang ingin memiliki akhir hidup yang khusnul khotimah.

Arti khusnul khotimah dalam hal ini juga bisa dianggap sebagai keadaan seseorang yang meninggal dalam kondisi bertakwa kepada Allah SWT. Perintah mengenai hal tersebut disampaikan dalam Ali-Imran: 102 berikut ini,

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri)".

1. Arti Khusnul Khotimah

Melansir informasi dari laman Dream, arti khusnul khotimah adalah sebuah akhir yang baik. Istilah 'husnul' berasal dari kata 'hasan' yang berarti baik dan 'khotimah' yang berarti baik.

Dengan begitu arti khusnul khotimah bisa kalian anggap sebagai sebuah kematian dalam kondisi yang baik dan diridhai Allah SWT. Oleh karena itu, tak jarang orang-orang menggunakan istilah ini sebagai ungkapan bela sungkawa saat mendapat kabar duka meninggalnya seseorang.

Wajar pula jika banyak orang yang menyimpan harapan untuk mendapat akhir yang khusnul khotimah. Allah menjanjikan surga bagi mereka yang berakhir dengan keadaan baik tanpa melakukan maksiat sedikit pun.

2. Tanda dan Cara Meraih Khusnul Khotimah

Selain arti khusnul khotimah, tentu kalian juga ingin mengetahui tanda dan cara untuk meraih keadaan tersebut. Dengan niat dan tujuan baik, silakan simak penjelasan mengenai tanda dan cara meraih khusnul khotimah berikut ini.

- Mengucapkan kalimat syahadat saat akan meninggal

Tanda ini bisa kalian ketahui dari sabda Nabi Muhammad SAW. Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat 'laa ilaha illallah' (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga."(HR. Abu Daud)

- Meninggal saat hamil atau nifas

Bagi seorang perempuan, hamil dan melahirkan merupakan hal yang mulia. Penjelasan mengenai hal tersebut bisa kalian simak dalam sebuah riwayat berikut ini.

Dari 'Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan beberapa syuhada', di antaranya,

"Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

- Orang yang disebut syahid

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho'un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

- Kening berkeringat saat meninggal dunia

Tanda khusnul khotimah ini juga disampaikan dalam sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini.

Dari Buraidah bin Al-Hashib radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa'i, dan Ahmad)

- Meninggal saat beramal shalih

Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bersedekah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga." (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 58. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

- Meninggal saat dibegal dan dibunuh

- Meninggal saat menjaga wilayah perbatasan di jalan Allah

Cara Meraih Khusnul Khotimah

Seperti yang sudah disampaikan di atas, meninggal dalam keadaan khusnul khotimah merupakan harapan setiap muslim. Oleh karena itu, tak ada salahnya kalian menyimak beberapa cara untuk meraihnya dengan niat yang tulus berikut ini.

Berikut ini kiat-kiat mendapat khusnul khotimah menurut Imam Sufyan Al-Tsauri:

1. Menjaga iman dan ketakwaan secara istiqomah kepada Allah SWT.

2. Berusaha sungguh memperbaiki lahir dan batin.

3. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman.

4. Senantiasa berdzikir kepada Allah dalam keadaan apapun.

3. Perdebatan Arti Khusnul Khotimah dan Husnul Khotimah

Arti khusnul khotimah memang senantiasa diiringi harapan baik dalam hati setiap muslim. Namun ternyata, ada perdebatan mengenai penulisan kalimat ini. Masyarakat bertanya-tanya, yang benar "khusnul khotimah" atau "husnul khotimah"?

Melansir informasi dari laman NU Online, Ustadz Faishal Zulkarnaen, pengasuh Pesantren Darul Hikam, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menjawab pertanyaan ini karena begitu banyak pertanyaan dari masyarakat.

Menurut orang yang menganggap penulisan "khusnul" (dengan 'k') itu salah karena berarti "hina" dan yang benar adalah "husnul" (tanpa 'k') yang berarti baik. Menanggapi hal tersebut, Ustadz Faishal berkata bahwa sikap menyalahkan ini tak diperlukan karena hanya masalah transliterasi dari tulisan arab ke tulisan latin.

Menurutnya, urusan transliterasi ini tak ada habisnya karena masing-masing penulis punya standar sendiri untuk menentukan vokal yang pas. Bahkan, beliau juga memberi contoh transliterasi orang Somalia yang juga punya standar sendiri sehingga bisa jadi menulis "husnul khotimah" menjadi "Xoonool Khaatimah".

Meski tak tahu siapa yang memulai perdebatan ini, Ustadz Faishal mengerti bahwa maksud mengoreksi itu baik, tapi akhirnya malah jadi keributan.

"Akhirnya jadi keributan, meskipun maksudnya baik yaitu mengoreksi dalam mendoakan orang lain dengan cara yang tidak tepat," tegas Ustadz Faishal.

KLovers, itulah penjelasan mengenai arti khusnul khotimah beserta tanda dan cara untuk meraihnya. Meski ada perdebatan yang mengiringi pemakaian istilah ini, tapi setiap orang punya kemampuan untuk membedakan mana niat baik dan buruk yang tersimpan dalam hati masing-masing.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI