Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Di masa pandemi Covid-19 ini, vaksin memang menjadi sebuah hal yang begitu populer. Ya, vaksin dibutuhkan untuk menguatkan daya tahan tubuh kita. Namun, apa KLovers mengetahui apa arti vaksin itu? Ya, vaksin kesediaan biologis yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan adaptif terhadap penyakit infeksi tertentu.
Sehingga, tidak heran bila vaksin sangat di butuhkan dalam masa pandemi saat ini. Bagi KLovers yang ingin mengetahui lebih dalam lagi arti vaksin, maka kalian bisa membaca artikel ini. Selain arti vaksin, jenis, dan juga efek samping yang kita rasakan saat vaksin.
Untuk itu dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan tentang arti vaksin beserta dengan jenis vaksin, kondisi seseorang yang bisa vaksin, hingga efek samping dari vaksin itu.
Advertisement
Ilustrasi (credit: Pexels)
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa, arti vaksin adalah sediaan biologis yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan adaptif terhadap penyakit infeksi tertentu. Sehingga, vaksin dibutuhkan untuk membuat tubuh kita lebih kebal dari sebuah penyakit.
Biasanya, vaksin mengandung agen atau zat yang menyerupai mikroorganisme penyebab penyakit dan sering kali dibuat dari mikroorganisme yang dilemahkan atau dimatikan, dari toksinnya, atau dari salah satu protein permukaannya.
Pemberian vaksin disebut vaksinasi, yang merupakan salah satu bentuk imunisasi. Vaksinasi merupakan metode paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Biasanya, vaksin yang wajib diberikan pada tubuh seperti, vaksin cacar, polio, campak, dan juga tetanus.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Ilustrasi (credit: Pexels)
Nah, selain mengetahui apa arti vaksin, KLovers juga bisa mengetahui jenis dari vaksin. Ya, ada berbagai jenis vaksin berdasarkan dengan kandungan yang ada di dalamnya. Dilansir dari alodokter.com, berikut ini jenis-jenis vaksin yang bisa KLovers ketahui serta pahami.
1. Vaksin Mati
Vaksin mati atau disebut juga vaksin tidak aktif adalah jenis vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dimatikan dengan suhu panas, radiasi, atau bahan kimia. Proses ini membuat virus atau kuman tetap utuh, tetapi tidak dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit di dalam tubuh.
2. Vaksin Hidup
Berbeda dengan vaksin mati, virus atau bakteri yang terkandung di dalam vaksin hidup tidak dibunuh, melainkan dilemahkan. Virus atau bakteri tersebut tidak akan menyebabkan penyakit, tetapi dapat berkembang biak sehingga merangsang tubuh untuk bereaksi terhadap sistem kekebalan tubuh. Vaksin hidup dapat memberikan kekebalan yang lebih kuat dan perlindungan seumur hidup meski hanya diberikan satu atau dua kali.
3. Vaksin Toksoid
Vaksin toksoid berfungsi untuk menangkal efek racun dari bakteri tersebut. Vaksin ini terbuat dari racun bakteri yang diolah secara khusus agar tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi masih mampu merangsang tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap racun yang dihasilkan bakteri tersebut.
4. Vaksin Vektor Virus
Jenis vaksin ini juga mengandung protein dari materi genetik virus, hanya saja protein tersebut ditempelkan ke badan virus lain. Virus tersebut tidak berbahaya bagi tubuh. Kehadirannya hanya sebagai pembawa protein dan perangsang sistem kekebalan tubuh.
5. Vaksin Subunit
Vaksin subunit menggunakan bagian tertentu dari bakteri atau virus, misalnya zat dari lapisan pembungkus badannya saja. Setelah tubuh mengenali bagian tersebut, sistem imun akan menciptakan antibodi yang akan melawan infeksi bakteri atau virus di kemudian hari.
6. Vaksin mRNA
Vaksin mRNA atau messenger ribonucleic acid adalah jenis vaksin yang mengandung protein dari materi genetik virus untuk memicu respons imun.
Advertisement
Ilustrasi (credit: Pexels)
Nah, ternyata KLovers juga harus melihat terlebih dahulu, kondisi seperti apa yang harus melakukan vaksin. Ya, vaksin sendiri dilakukan untuk membentengi tubuh dari berbagai penyakit menular yang mungkin saja mematikan. Dan berikut ini beberapa kondisi orang yang wajib serta bisa melakukan vaksin.
1. Bayi
2. Anak-anak
3. Lansia yang berusia di atas 65 tahun.
4. Menderita penyakit kronis, seperti asma, diabetes, dan penyakit jantung.
5. Menjalani masa kehamilan atau menyusui.
6. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena kemoterapi, riwayat operasi transplantasi organ, atau menderita infeksi HIV.
7. Bekerja di tempat yang berisiko tinggi tertular infeksi, seperti rumah sakit atau laboratorium klinik.
8. Belum mendapatkan imunisasi wajib sebelumnya.
Ilustrasi (credit: Pexels)
Terdapat beberapa efek samping setelah menerima vaksin. Bagi kalian yang pernah mendapatkan vaksin Covid-19, pasti merasakan efek samping pada tubuh. Biasanya, orang yang sudah melakukan vaksin akan merasakan efek samping seperti mual, pusing, dan muntah.
Hal tersebut terjadi karena tubuh akan merespon seolah-olah terjadi infeksi. Dan ini menjadi sebuah hal yang wajar ya KLovers. Berarti vaksin sukses karena tubuh merespon vaksin yang datang pada tubuh kalian.
Itulah penjelasan tentang arti vaksin yang bisa KLovers ketahui serta pahami. Beserta dengan jenis vaksin, kondisi seseorang yang bisa vaksin, hingga efek samping dari vaksin itu.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/dhm)
Advertisement
Kontroversi Politik di Balik Film 'SNOW WHITE': Disney Perketat Keamanan Gal Gadot dan Teguran untuk Rachel Zegler
5 Potret Harmonis Keluarga Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda yang Jauh Miring dari Gosip
Segar dan Menyehatkan, Cobain Resep Minuman Penurun Gula Darah dari Jeruk Nipis
Resep Makanan Sehat untuk Turunkan Asam Urat, Jaga Kesehatan di Momen Lebaran
5 Potret Harmonis Keluarga Syahnaz Sadiqah dan Jeje Govinda yang Jauh Miring dari Gosip