Bacaan Sholat Tarawih Lengkap untuk Ramadan 2026

Bacaan Sholat Tarawih Lengkap untuk Ramadan 2026
Bacaan Sholat Tarawih Lengkap/image by Gemini AI

Kapanlagi.com - Bacaan sholat tarawih lengkap untuk Ramadan 2026 menjadi salah satu informasi yang penting menjelang datangnya bulan suci yang penuh berkah. Ibadah salat sunnah yang hanya dikerjakan di bulan Ramadan ini selalu menjadi momen istimewa karena menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus meningkatkan semangat ibadah di malam hari.

Sholat tarawih bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi juga kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah seharian menjalankan puasa. Karena itu, memahami bacaan, niat, serta tata cara sholat tarawih dengan benar menjadi hal penting agar ibadah yang dilakukan semakin khusyuk dan bermakna.

Tak sedikit pula KLovers yang masih merasa ragu apakah bacaan sholat tarawih berbeda dengan sholat sunnah biasa atau sama seperti sholat pada umumnya. Melalui pembahasan lengkap berikut, KLovers bisa memahami bacaan sholat tarawih, niat, tata cara, hingga doa setelah tarawih secara mudah dan jelas sehingga ibadah Ramadan 2026 terasa lebih sempurna.

Kamu juga bisa cek informasi terbaru seputar Ramadan di Liputan6.com.

1. Hukum dan Keutamaan Sholat Tarawih

Bacaan Sholat Tarawih/image by AI

Menurut penjelasan yang dirangkum dari situs resmi jatim.nu.or.id, sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan pada malam-malam Ramadan, di mana Rasulullah SAW mencontohkannya dan para sahabat melanjutkan pelaksanaannya secara berjamaah.

Keutamaannya begitu besar karena menjadi sarana penghapus dosa serta kesempatan meraih pahala berlipat selama bulan penuh ampunan ini, sehingga umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam Ramadan dengan Tarawih.

Sementara itu, panduan niat sholat Tarawih, doa iftitah, hingga doa setelah Tarawih dijelaskan secara lengkap oleh NU Online, termasuk doa Kamilin yang lazim dibaca setelah Tarawih dan bacaan wirid sebagaimana dijelaskan dalam situs banten.nu.or.id. Seluruh rangkaian doa dan wirid tersebut bertujuan memperkuat kekhusyukan ibadah serta memohon ampunan, keberkahan, dan keselamatan bagi diri sendiri maupun umat Islam secara keseluruhan.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Niat Sholat Tarawih

Melafalkan niat sholat Tarawih secara lisan sebelum takbiratul ihram dapat membantu memantapkan hati, meskipun niat utamanya diucapkan dalam hati. Berikut adalah lafal niat yang umum digunakan sesuai posisi sholatmu, menurut dari NU Online:
Niat Sholat Tarawih sebagai Imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat Tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta'ala.
Arti: Aku niat sholat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala.
Niat Sholat Tarawih sebagai Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat Tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'ala.
Arti: Aku niat sholat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala.
Niat Sholat Tarawih Sendiri:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatat Tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.
Arti: Aku niat sholat sunah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala.

3. Doa Iftitah dalam Sholat Tarawih

Bacaan Sholat Tarawih/image by freepik

Setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah, disunahkan untuk membaca doa iftitah. Doa iftitah berfungsi sebagai pembuka sholat, memuji Allah SWT, dan memohon perlindungan-Nya.
Hukum membaca doa iftitah adalah sunah, sehingga jika ditinggalkan tidak mengurangi keabsahan sholat, namun membacanya akan menambah kesempurnaan dan pahala. Salah satu lafal doa iftitah yang populer dan sering dibaca adalah:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Latin: Allahumma baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghribi, Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi, Allahummagh silnii min khathaayaaya bitstsalji walmaai walbaradi.
Artinya: Ya Allah, pisahkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah memisahkan Timur dari Barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari pelanggaran-pelanggaranku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, basuhlah dosa-dosaku dengan es, air, dan embun beku.

4. Pilihan Surat Setelah Al-Fatihah

Setelah membaca surat Al-Fatihah, disunahkan untuk membaca surat atau ayat Al-Qur'an lainnya. Dalam sholat Tarawih, tidak ada ketentuan khusus mengenai surat apa yang harus dibaca, memberikan fleksibilitas bagi jamaah.

Namun, terdapat beberapa pola umum yang sering diterapkan untuk memudahkan jamaah, seperti membaca surat-surat pendek. Pola lain yang dianggap lebih utama adalah metode tajziah, yaitu membaca satu juz Al-Qur'an setiap malamnya, sehingga khatam 30 juz selama Ramadan.

Beberapa contoh surat yang sering dibaca di rakaat pertama sholat Tarawih antara lain: Surat At-Takatsur, Surat Al-'Ashr, Surat Al-Humazah, Surat Al-Fil, Surat Quraisy, Surat Al-Ma'un, Surat Al-Kautsar, Surat Al-Kafirun, Surat An-Nashr, dan Surat Al-Lahab. Untuk rakaat kedua, seringkali dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas.

5. Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih

Bacaan Sholat Tarawih/image by AI

Setelah menyelesaikan rangkaian sholat Tarawih dan Witir, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa, dan salah satu yang populer adalah Doa Kamilin. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT untuk kesempurnaan iman, Islam, dan berbagai kebaikan dunia akhirat.
Doa Kamilin merupakan permohonan yang sangat komprehensif, mencakup harapan akan kebaikan di dunia dan akhirat, serta memohon agar dapat berkumpul dengan orang-orang shalih di surga.
Berikut adalah lafal Doa Kamilin yang sering dilantunkan, sebuah untaian harapan dan permohonan yang mendalam kepada Sang Pencipta:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولٰئِكَ رَفِيْقًا. ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Latin: Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli mu'addîn. Wa lis shlâti hâfidhîn. Wa liz zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid dunyâ zâhidîn. Wa fil âkhirati râghibîn. Wa bil qadlâ'i râdlîn. Wa lin na'mâ'i syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i sayyidinâ Muhammadin shallallâhu 'alaihi wa sallam yaumal qiyâmati sâ'irîn wa ilal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sarîril karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrin 'înin mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wa dîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna was shiddîqîna was syuhadâ'i was shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dzâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatil syarîfatil mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn.
Arti: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang menunaikan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk-Mu, yang berpaling dari perbuatan sia-sia, yang zuhud di dunia, yang mencintai akhirat, yang ridha dengan ketetapan-Mu, yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, yang sabar atas cobaan-Mu, yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, yang masuk ke telaga (Kautsar), yang masuk ke surga, yang selamat dari neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan bidadari, yang memakai pakaian dari sutra tipis dan tebal serta brokat, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas-gelas, cerek-cerek, dan piala-piala dari mata air yang mengalir, bersama orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih. Mereka adalah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima (amalannya), dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan tertolak. Semoga sholawat tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya semuanya. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

6. Bacaan Wirid Setelah Tarawih dan Witir

Setelah sholat Tarawih biasanya dilanjutkan dengan sholat Witir sebagai penutup ibadah malam Ramadan. Seusai Witir, umat Islam dianjurkan membaca wirid dan doa sebagai bentuk penyempurna ibadah.
Panduan wirid ini juga dijelaskan dalam sumber keislaman terpercaya seperti banten.nu.or.id, yang memuat bacaan dzikir dan doa setelah Tarawih dan Witir. Bacaan tersebut bertujuan menenangkan hati sekaligus menjadi sarana memperbanyak istighfar serta pujian kepada Allah SWT. Adapun salah satu bunyinya yakni sebagai berikut,
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Latin: Subhanal Malikil Quddus.
Arti: Maha Suci Raja Yang Maha Suci.
Setelah membaca wirid, dilanjutkan dengan membaca doa berikut, yang merupakan penutup indah dari rangkaian ibadah malam Ramadan:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.
Latin: "Allahumma inni a'udzu bi ridloka min sakhotika, wa bi mu'afatika min 'uqubatika, wa a'udzu bika minka, la uhshi tsana'an 'alaika, anta kama atsnaita 'ala nafsika.
Arti: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.
Wirid dan doa ini merupakan penutup yang indah untuk rangkaian ibadah malam di bulan Ramadan, memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta dan memohon perlindungan serta keberkahan-Nya. Dengan memahami dan mengamalkan bacaan-bacaan ini, diharapkan ibadah Tarawih kita menjadi lebih bermakna dan mendalam.

7. FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang dimaksud dengan bacaan sholat Tarawih?
Bacaan sholat Tarawih adalah rangkaian doa dan bacaan yang dibaca selama pelaksanaan sholat sunnah Tarawih di bulan Ramadan, mulai dari niat, doa iftitah, surat Al-Fatihah, surat Al-Qur�¢ï¿½ï¿½an, hingga doa setelah sholat.

2. Apakah bacaan sholat Tarawih berbeda dengan sholat sunnah biasa?
Secara umum, bacaan sholat Tarawih sama seperti sholat sunnah lainnya, hanya niatnya yang khusus untuk sholat sunnah Tarawih pada bulan Ramadan.

3. Berapa jumlah rakaat sholat Tarawih yang umum dilakukan?
Di Indonesia, sholat Tarawih umumnya dilakukan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, kemudian ditutup dengan sholat Witir.

4. Surat apa saja yang dianjurkan dibaca saat Tarawih?
Tidak ada ketentuan khusus, namun dianjurkan membaca surat-surat pendek atau membaca Al-Qur�¢ï¿½ï¿½an secara berurutan hingga khatam selama Ramadan.

5. Apakah doa iftitah wajib dibaca saat Tarawih?
Doa iftitah tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai pembuka sholat agar ibadah lebih khusyuk.

Mau tahu berita terkini tentang dunia hiburan? Yuk langsung cek di Kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/mda)

Rekomendasi
Trending