Bahaya Mengonsumsi Kue Kering Secara Berlebihan saat Lebaran, Selalu Perhatikan Porsi

Penulis: Ricka Milla Suatin

Diterbitkan:

Bahaya Mengonsumsi Kue Kering Secara Berlebihan saat Lebaran, Selalu Perhatikan Porsi
Ilustrasi kue kering (credit: pixabay/NickyPe)
Kapanlagi.com -

Saat Lebaran, kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju menjadi camilan yang sangat populer dan sering ditemukan di meja hidangan. Dengan aroma yang menggoda dan rasa manis yang nikmat, kue-kue ini sering kali membuat kita susah berhenti makan. Meski begitu, mengonsumsi kue kering secara berlebihan dapat berisiko bagi kesehatan tubuh. Efek samping yang merugikan dapat muncul jika kita makan kue kering dalam jumlah yang tak terkendali.

Selain menambah kalori dan meningkatkan kadar gula darah, konsumsi kue kering yang berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan kita untuk lebih bijak dalam menikmati kue Lebaran agar tidak menyesal di kemudian hari. Artikel ini akan membahas berbagai dampak buruk yang bisa timbul akibat kebiasaan makan kue kering secara berlebihan setelah Lebaran, beserta cara-cara untuk menghindarinya.

Berbagai studi, termasuk yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition dan British Daily Mail, mengungkapkan bahwa mengonsumsi kue kering dalam jumlah yang besar dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu. Agar tidak menyesal setelah Lebaran, simaklah dampak-dampak berikut ini.

1. Peningkatan Risiko Obesitas

Makan kue kering dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Kue-kue Lebaran umumnya mengandung banyak gula dan lemak jenuh yang dapat menyebabkan kalori berlebih. Makanan yang kaya fruktosa, seperti kue kering, bisa merangsang rasa lapar, sehingga kita makan lebih banyak dari yang seharusnya.

Mengonsumsi gula dan lemak jenuh dalam jumlah besar dapat merusak metabolisme tubuh, menyebabkan penumpukan lemak, dan memicu obesitas. Selain itu, konsumsi karbohidrat olahan juga dapat mengganggu sinyal leptin yang mengatur rasa lapar, sehingga kita merasa terus-menerus ingin makan.

Penelitian dari Healthline menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak kue manis dan karbohidrat olahan berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas. Oleh karena itu, mengatur porsi kue kering sangat penting untuk menjaga berat badan tetap ideal.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Konsumsi kue kering yang berlebihan juga berisiko meningkatkan penyakit jantung dan stroke. Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan fruktosa dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.

Studi terhadap lebih dari 30 ribu orang menemukan bahwa mereka yang mendapatkan 17-21 persen kalori dari gula memiliki risiko 38 persen lebih tinggi untuk meninggal akibat penyakit jantung. Kandungan gula dan lemak dalam kue kering berpotensi memperburuk kondisi jantung, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan terus-menerus.

Selain itu, lemak jenuh dalam kue kering dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam pembuluh darah, yang bisa mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko stroke.

3. Gangguan Fungsi Memori Otak

Konsumsi kue kering ternyata juga dapat mempengaruhi otak, khususnya dalam hal fungsi memori. Banyak kue kering yang diproses dengan lemak trans untuk memperbaiki tekstur dan memperpanjang daya simpan. Lemak trans ini, meskipun umum digunakan dalam pembuatan kue, dapat merusak kemampuan memori otak.

Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas California menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak trans dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pada daya ingat. Oleh karena itu, makan kue kering terlalu banyak dapat memengaruhi kemampuan kita untuk mengingat informasi.

4. Risiko Diabetes Tipe 2

Selain meningkatkan risiko obesitas, konsumsi kue kering yang mengandung banyak gula juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2. Gula yang ada dalam kue kering bisa mengganggu kerja insulin dalam tubuh, yang lama kelamaan dapat menyebabkan resistensi insulin. Kondisi ini akan menyebabkan kadar gula darah yang tinggi dan bisa berujung pada diabetes tipe 2.

Makan terlalu banyak makanan manis, khususnya yang mengandung fruktosa tinggi, dapat mengganggu keseimbangan insulin dalam tubuh, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab diabetes tipe 2. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi gula, semakin besar kemungkinan seseorang untuk mengembangkan penyakit ini.

5. Dampak Buruk pada Kulit

Tak hanya berisiko bagi kesehatan tubuh, konsumsi kue kering yang berlebihan juga dapat berdampak buruk pada kondisi kulit. Gula berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin, yang berpotensi memperburuk kondisi kulit, termasuk timbulnya jerawat. Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan juga bisa merusak kolagen dan elastin pada kulit, yang akhirnya mempercepat proses penuaan.

Kandungan gula tinggi dalam kue kering dapat meningkatkan produksi minyak berlebih pada kulit, yang memicu jerawat. Penelitian juga mengungkapkan bahwa kerusakan kolagen akibat tingginya kadar gula dalam tubuh dapat mempercepat penuaan, menyebabkan kulit menjadi keriput dan kendur.

6. FAQ

Q: Apa dampak makan kue kering berlebihan saat Lebaran?

A: Makan kue kering berlebihan saat Lebaran dapat menyebabkan peningkatan berat badan, risiko diabetes tipe 2, gangguan memori otak, penyakit jantung, dan kerusakan kulit.

Q: Bagaimana cara menghindari dampak buruk makan kue kering saat Lebaran?

A: Sebaiknya, konsumsi kue kering dalam porsi moderat, perhatikan kandungan kalori dan gula, serta imbangi dengan pola makan sehat dan olahraga rutin.

Q: Mengapa kue kering bisa mempengaruhi kesehatan kulit?

A: Kue kering mengandung gula tinggi yang dapat merusak kolagen dan elastin kulit, serta meningkatkan kadar insulin yang memperburuk jerawat.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rmt)