Berburu Lailatul Qodar di Akhir Ramadan, Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan
baca alquran/image by unsplash
Kapanlagi.com - Berburu Lailatul Qodar adalah sebuah misi spiritual yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia, sebuah kesempatan emas yang hanya datang setahun sekali untuk meraih keberkahan yang tak terhingga. Momen istimewa ini, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, kini telah tiba di hadapan kita, membuka gerbang pahala dan ampunan yang melimpah ruah.
Di tahun 2026 ini, berburu lailatul qodar mulai bisa dilakukan sejak 10 hari terakhir Ramadan yang dimulai pada malam Selasa, 10 Maret 2026, dilansir KapanLagi dari berbagai sumber. Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk menghidupkan malam dengan ibadah, doa, dan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Lantas, bagaimana sebenarnya cara berburu lailatul qodar agar tidak melewatkan malam penuh kemuliaan tersebut? Memahami makna, keutamaan, hingga amalan yang dianjurkan menjadi langkah penting agar setiap Muslim dapat memaksimalkan kesempatan emas yang hanya hadir sekali dalam setahun ini.
Advertisement
1. Mengenal Lebih Dekat Makna Lailatul Qodar
Malam Lailatul Qadar, yang berarti 'Malam Kemuliaan' atau 'Malam Ketetapan', adalah anugerah agung dari Allah SWT. Nilainya jauh melampaui seribu bulan biasa, menjadi saksi turunnya Al-Qur'an.
Makna 'Qadar' sendiri memiliki beberapa interpretasi mendalam, yaitu penetapan takdir hidup manusia, kemuliaan tiada tara, dan kesempitan karena banyaknya malaikat turun ke bumi. Ini menunjukkan keagungan malam tersebut.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."(QS. Al-Qadr: 1-3)
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Kapan Waktu Terbaik Berburu Lailatul Qodar?
Waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan Allah SWT, hal ini menjadi hikmah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah. Mereka diharapkan beribadah di sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya terpaku pada satu malam saja.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa malam ini dianjurkan untuk dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Carilah lailatul qadar itu dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih).
Untuk Ramadan 2026, dengan penetapan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, perkiraan malam Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 10, 12, 14, 16, atau 18 Maret 2026. Namun, kepastian waktu sepenuhnya rahasia Allah, sehingga kesungguhan ibadah setiap malam terakhir Ramadan adalah kunci utama.
3. Keutamaan Malam Lailatul Qodar
Keutamaan malam Lailatul Qadar sungguh luar biasa dan mampu menggugah setiap jiwa yang beriman untuk meraihnya. Malam ini disebut "lebih baik dari seribu bulan", menunjukkan nilai ibadah yang sangat tinggi. Allah SWT menegaskan kemuliaan malam ini dalam firman-Nya:
"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."(QS. Al-Qadr: 3)
Setiap amal ibadah dilakukan pada malam tersebut akan mendapatkan pahala setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Ini adalah kesempatan emas yang tak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang mendambakan ridha Allah SWT.
Pada malam penuh berkah ini, para malaikat dan Ruh (Malaikat Jibril) turun ke bumi dengan izin Allah. Mereka membawa kedamaian dan keberkahan hingga terbit fajar.
4. Pahala Berlipat Ganda dan Ampunan
Suasana malam Lailatul Qadar dipenuhi ketenangan batin, dorongan kuat untuk beribadah, berzikir, dan membaca Al-Qur'an. Ada pula peluang besar terkabulnya doa-doa, karena Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan.
Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam penetapan takdir, di mana Allah SWT menetapkan takdir setiap makhluk untuk tahun yang akan datang. Ini adalah kesempatan emas bagi seorang Muslim memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
"Barang siapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).
Malam ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Manfaatkan setiap detik di sepuluh malam terakhir Ramadan ini untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
5. Sunnah Nabi dalam Menghidupkan Malam Lailatul Qodar
Rasulullah SAW memberikan teladan kepada umat Islam tentang bagaimana mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar. Salah satu sunnah yang paling dikenal adalah meningkatkan intensitas ibadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah RA disebutkan:
"Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh kesungguhan. Beliau memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur�an, berzikir, serta mengajak keluarga untuk ikut menghidupkan malam dengan ibadah.
Selain itu, Rasulullah SAW juga melakukan itikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Itikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT, sehingga seseorang dapat lebih khusyuk dan terhindar dari kesibukan dunia yang dapat mengganggu ibadah.
6. I'tikaf dan Qiyamul Lail
Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah i'tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah semata-mata hanya untuk Allah SWT. I'tikaf memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah, bermuhasabah, dan merenungkan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan.
Selain itu, memperbanyak shalat malam atau qiyamul lail, seperti shalat Tarawih, Tahajud, Hajat, dan Witir, adalah amalan utama yang dicontohkan Nabi. Ini untuk berkomunikasi intim dengan Sang Pencipta dan meraih pahala berlipat ganda.
Menghadiri shalat Isya dan Subuh berjamaah juga dianggap sebagai bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar. Ini sejalan dengan hadis Nabi SAW dan dinukil oleh Imam Asy-Syafi'i.
"Siapa yang menghadiri shalat 'Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat 'Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh."
7. Amalan Utama Lainnya
KLovers, untuk memaksimalkan peluang meraih kemuliaan Lailatul Qadar, ada beberapa amalan utama sangat dianjurkan di sepuluh malam terakhir Ramadan. Ini termasuk memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, dan beristighfar.
Mengingat Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur'an, maka memperbanyak tilawah dan tadabbur Al-Qur'an menjadi upaya terbaik. Ini untuk menjemput hidayah dan rahmat Allah SWT.
Perbanyak doa dan istighfar, memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Orang arif bersungguh-sungguh beramal namun tetap merasa kurang, banyak meminta ampunan kepada Allah.
Terakhir, jangan lupakan amalan sosial seperti bersedekah. Sedekah di malam Lailatul Qadar memiliki nilai pahala setara bersedekah selama 83 tahun tanpa henti.
"Mengkombinasikan antara shalat, membaca Al-Quran, berdoa, dan tafakur adalah amal yang paling utama dan paling sempurna dikerjakan pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadhan dan malam-malam lainnya." (Lathaiful Ma'arif, [Beirut, Darul Ibnu Hazm: 2004 M], halaman 204).
8. Doa Mustajab Saat Berburu Lailatul Qodar
Selain memperbanyak ibadah, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika malam Lailatul Qadar. Doa ini diriwayatkan dari Aisyah RA ketika ia bertanya kepada Nabi tentang doa terbaik yang dibaca pada malam tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika engkau mengetahui malam Lailatul Qadar maka bacalah Allahumma innaka âafuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni." (HR. Tirmidzi)
Doa tersebut dibaca sebagai berikut:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allahumma innaka ‘afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia dan Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini dikenal sebagai doa yang singkat namun memiliki makna yang sangat mendalam. Dalam doa tersebut, seorang hamba memohon ampunan kepada Allah SWT sekaligus mengakui bahwa hanya Allah yang memiliki sifat Maha Pengampun.
Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa ini, KLovers tidak hanya mengikuti sunnah Nabi, tetapi juga membuka pintu rahmat dan ampunan Allah SWT yang tak terbatas di malam Lailatul Qadar. Mari kita panjatkan doa-doa terbaik kita dengan hati yang tulus dan penuh harap.
9. FAQ
Apa itu Lailatul Qadar? Lailatul Qadar adalah malam istimewa dalam Islam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, di mana Al-Qur'an diturunkan dan para malaikat turun ke bumi membawa kedamaian serta keberkahan hingga terbit fajar.
Kapan Lailatul Qadar diperkirakan terjadi di Ramadan 2026? Meskipun waktu pastinya dirahasiakan, Lailatul Qadar dianjurkan dicari pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Untuk Ramadan 2026, diperkirakan jatuh pada tanggal 10, 12, 14, 16, atau 18 Maret 2026.
Apa saja amalan yang dianjurkan saat Berburu Lailatul Qadar? Amalan yang dianjurkan meliputi i'tikaf di masjid, memperbanyak shalat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur'an, berzikir, beristighfar, bersedekah, dan memperbanyak doa permohonan ampunan.
Apa doa yang paling utama dibaca saat Lailatul Qadar? Doa yang sangat dianjurkan adalah "All�humma innaka afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī" yang berarti "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Mau tahu informasi terkini seputar dunia hiburan? Yuk langsung cek KapanLagi. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/mda)
Advertisement
