Bikin Liburan ke Bali Makin Seru, Ubud Food Festival Siap Memanjakanmu

Kamis, 18 April 2019 15:13 Penulis: Iwan Tantomi
Bikin Liburan ke Bali Makin Seru, Ubud Food Festival Siap Memanjakanmu
© Shutterstock

Kapanlagi Plus - Liburan ke Bali memang selalu menarik dan meninggalkan momen yang begitu seru. Apalagi Bali bukan saja menawarkan keindahan alam, tetapi juga budaya yang menarik. Bahkan, alam dan budaya ini kerap dihadirkan menjadi satu atraksi wisata yang begitu mengagumkan bagi wisatawan.

Selain atraksi wisata, Bali juga terkenal dengan kelezatan kulinernya. Kabar baiknya, buat kamu yang suka wisata kuliner, salah satu gelaran kuliner bergengsi di Bali bakal hadir kembali tahun. Gelaran bernama Ubud Food Festival (UFF) 2019 ini akan dihelat 26-28 April mendatang. Event ini akan dilangsungkan di Festival Hub @ Taman Kuliner, Jl. Raya Sanggingan, Ubud.

Selain acara inti, ada juga Special Events, Masterclasses, Food Tours. Beragam event ini akan dilangsungkan di beberapa lokasi lain sekitar Ubud. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Ubud Food Festival pertama kali diselenggarakan tahun 2015.

"Sejak saat itu, event ini dikenal sebagai salah satu festival kuliner paling dinanti di Indonesia. Misi Ubud Food Festival adalah mendukung perkembangan industri kuliner dan pariwisata Indonesia yang dinamis dan berkelanjutan," ujarnya, Kamis (18/4).

UFF adalah proyek tahunan dari yayasan nirlaba Mudra Swari Saraswati yang didirikan oleh Founder & Director Janet DeNeefe.

"Ubud Food Festival memiliki program berbayar dan tidak berbayar. Acaranya cukup padat. Terdiri dari demo masak, acara spesial, diskusi makanan, masterclass, food tour, pasar makanan, pemutaran film, acara untuk anak-anak, dan pertunjukkan musik," ujar wanita yang akrab disapa Kiki itu.

Tahun ini, UFF mengangkat tema Spice Up the World. Lebih dari 100 pembicara akan hadir dalam festival itu. Terdiri dari chef, ahli gastronomi, pelaku industri kuliner baik nasional maupun internasional. Kuliner Indonesia tetap ditampilkan sebagai bintang.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Ricky Fauziyani mengatakan UFF menghadirkan program berbayar dan program tidak berbayar.

"Program berbayar terdiri dari Kitchen Stage @ Indus Restaurant, Special Events yang didukung oleh AQUA Reflections, Masterclasses, Food Tours, dan satu dari tiga Kids Events yaitu Celebrate Indonesian Food. Festival telah bekerja sama dengan berbagai hotel dan restoran terbaik di Ubud dan sekitarnya untuk menyelenggarakan program-program tersebut," ujar Ricky.

Sedangkan program tidak berbayar yang dipusatkan di Festival Hub @ Taman Kuliner di Jalan Raya Sanggingan, Ubud. Ada lebih dari 70 kios makanan, minuman, kerajinan, alat masak, komunitas, dan lainnya yang mengisi sudut-sudut Festival Hub @ Taman Kuliner.

"Menariknya, pengunjung Festival dapat menemukan berbagai hidangan khas nusantara dari para vendor pilihan yang ada di Ubud Food Festival 2019 Presented by ABC ini. Ada makanan dari Aceh, Ternate, Manado, dan tentunya Bali. Tidak ketinggalan, makanan khas Asia seperti dari Thailand dan Korea,” paparnya.

Festival Hub @ Taman Kuliner terbuka untuk umum dan dapat diakses oleh siapa saja. Pengunjung tidak akan dikenakan biaya untuk masuk ke area ini untuk menikmati program-program gratis dari UFF.

Ada enam kategori untuk program gratis yang bisa dinikmati di Festival Hub @ Taman Kuliner selama penyelengaraan Festival yaitu Food for Thought, Quick Bites, Teater Kuliner, Kids Events, pemutaran film, dan pertunjukkan musik.

Selain itu, pengunjung juga dapat menambah wawasan seputar dunia dan lanskap kuliner yang menarik dalam sesi Food for Thought, yaitu panel diskusi yang melibatkan para pembicara Festival.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat yakin event ini mampu mendatangkan banyak wisatawan.

"Kuliner adalah identitas bangsa. Dan Indonesia dikenal memiliki banyak kuliner nikmat, meski belum memiliki makanan nasional. Namun, Ubud Food Festival akan bisa mempertegas Indonesia sebagai pusat kuliner nikmat," paparnya.

(kly/tmi)

Reporter:

Iwan Tantomi



MORE STORIES




REKOMENDASI