Diperbarui: Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Rempeyek atau peyek, camilan khas Indonesia yang selalu berhasil memanjakan lidah, terutama saat dinikmati bersama nasi pecel atau sekadar sebagai teman ngobrol santai. Namun, banyak di antara kita yang merasa kesulitan menghadirkan peyek yang tidak hanya renyah dan gurih, tetapi juga tidak menyerap banyak minyak. Jangan khawatir! Dengan teknik dan bahan yang tepat, Anda bisa menciptakan peyek sempurna dengan mudah, tanpa khawatir akan minyak berlebih.
Rahasia terletak pada pemilihan tepung, cara mengaduk adonan, dan teknik menggoreng yang benar. Bahkan, ada trik jitu untuk memastikan peyek tetap renyah meski disimpan dalam waktu yang lama. Dalam artikel ini, kami akan membagikan langkah demi langkah untuk membuat peyek yang tipis, gurih, dan minim minyak.
Dengan mengikuti tips-tips praktis yang kami sajikan, Anda akan bisa menyajikan rempeyek yang lezat dan tahan lama, tanpa risiko menjadi lembek atau berminyak. Yuk, simak rahasia membuat peyek yang sempurna di bawah ini!
Advertisement
Pemilihan tepung yang tepat sangat penting untuk menciptakan rempeyek yang renyah dan tidak mudah hancur. Tepung beras adalah bahan utama yang digunakan untuk memberikan tekstur renyah pada peyek, sementara tepung tapioka atau kanji akan memberikan kelembutan dan kekokohan. Dengan mencampurkan kedua jenis tepung ini, peyek akan lebih stabil dan tidak mudah remuk saat digoreng.
Selain itu, pastikan Anda mengayak tepung sebelum mencampurkannya dengan bahan lainnya. Proses ini penting untuk menghindari adanya gumpalan dalam adonan yang bisa membuat hasil peyek menjadi tidak rata. Dengan tepung yang tepat, rempeyek akan matang dengan tekstur yang lebih padat dan renyah tanpa menyerap banyak minyak.
Adonan yang terlalu kental atau terlalu cair bisa memengaruhi tekstur rempeyek . Idealnya, adonan harus memiliki konsistensi yang agak encer tetapi masih bisa menempel pada sendok atau spatula, sehingga menghasilkan peyek yang tipis dan merata saat digoreng. Hindari membuat adonan terlalu kental karena rempeyek bisa menjadi terlalu tebal dan sulit matang dengan sempurna.
Selain itu, pastikan semua bahan tercampur dengan baik, termasuk telur, santan, dan bumbu segar yang memberikan rasa gurih pada rempeyek. Proses pencampuran ini juga harus dilakukan dengan hati-hati agar adonan tidak mengandung gumpalan tepung. Jika adonan tercampur rata, hasilnya akan lebih maksimal dan teksturnya akan lebih merata.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Minyak yang digunakan untuk menggoreng rempeyek harus cukup banyak agar rempeyek bisa tenggelam dan matang merata. Penggunaan minyak yang sedikit akan menyebabkan rempeyek menyerap minyak lebih banyak, sedangkan minyak yang banyak justru membuat rempeyek lebih cepat matang tanpa menyerap minyak berlebihan. Pastikan minyak dipanaskan pada suhu 170-180°C untuk memastikan hasil yang renyah.
Suhu minyak yang tepat sangat penting agar rempeyek bisa matang dengan baik tanpa cepat gosong. Untuk menguji suhu minyak, Anda bisa meneteskan sedikit adonan ke dalam minyak; jika adonan mengembang dan langsung mengapung, itu tanda suhu minyak sudah tepat. Dengan minyak yang cukup, rempeyek akan matang sempurna dan tidak berminyak.
Setelah minyak panas, tuangkan adonan tipis-tipis di pinggir wajan dengan menggunakan sendok. Hindari menuangkan adonan terlalu tebal agar rempeyek bisa matang merata dan tetap tipis. Jika adonan terlalu tebal, rempeyek akan lebih sulit untuk mengembang dengan sempurna dan akan lebih banyak menyerap minyak.
Selain itu, penting untuk tidak membolak-balik rempeyek terlalu sering selama proses penggorengan. Biarkan rempeyek matang di satu sisi terlebih dahulu, lalu siram dengan minyak panas untuk membantu peyek terlepas dari wajan dan matang merata. Dengan teknik ini, rempeyek akan tetap renyah dan tidak akan menyerap minyak berlebihan.
Setelah digoreng, penting untuk meniriskan rempeyek dengan baik agar minyak yang menempel bisa hilang. Gunakan kertas minyak atau tisu dapur untuk menyerap sisa minyak dari rempeyek setelah penggorengan. Jangan tumpuk rempeyek selagi masih panas, karena uap panas bisa membuat rempeyek menjadi lembek.
Setelah rempeyek dingin, simpan dalam wadah kedap udara agar teksturnya tetap renyah dalam waktu lama. Penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kualitas rasa rempeyek . Jika disimpan dengan benar, rempeyek dapat bertahan hingga beberapa minggu tanpa kehilangan kerenyahannya.
Advertisement
Rempeyek menjadi berminyak jika minyak yang digunakan tidak cukup banyak, atau jika wajan yang digunakan tidak sesuai. Pastikan menggunakan wajan cekung dan minyak yang banyak agar peyek matang cepat dan tidak menyerap minyak berlebihan.
Menggoreng rempeyek dengan suhu minyak yang stabil sangat penting. Pastikan suhu minyak tidak terlalu tinggi agar peyek tidak gosong sebelum matang sempurna.
Tepung tapioka adalah bahan tambahan yang sangat membantu agar rempeyek tetap renyah dan kokoh meski setelah beberapa hari disimpan. Pastikan juga tidak mengaduk adonan terlalu lama agar tepung tidak kehilangan daya keringnya
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/rmt)
Advertisement
Bolehkah Pasien Jantung Naik Pesawat? Ini yang Perlu Diketahui
7 Ide Kegiatan Asyik di Rumah bagi yang Merayakan Lebaran Tanpa Mudik
7 Potret Rachel Zegler, Si Snow White Problematik yang Bikin Film Flop Hingga Beberapa Kali Ditegur Pihak Disney
Rayakan Kebersamaan! 7 Ide Foto Keluarga Instagramable di Hari Lebaran
7 Ide Permainan Tradisional yang Cocok untuk Acara Keluarga