BINUS SCHOOL Serpong Ajak Siswa Saling Peduli Lewat R U OK? Day

BINUS SCHOOL Serpong Ajak Siswa Saling Peduli Lewat R U OK? Day
Binus School Serpong rayakan R U OK? Day (Dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Satu pertanyaan sederhana, 'R U OK?', menjadi bagian penting dalam upaya membangun kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekolah. Hal tersebut dilakukan BINUS SCHOOL Serpong melalui peringatan R U OK? Day pada Senin, 21 September 2026.

Kegiatan ini digelar di tengah temuan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022 yang mencatat sekitar 15,5 juta remaja Indonesia berusia 10–17 tahun atau 34,9 persen mengalami masalah kesehatan mental. Namun, hanya 2,6 persen di antaranya yang mengakses layanan bantuan.

R U OK? Day di BINUS SCHOOL Serpong diadaptasi dari gerakan R U OK? Australia, yang berfokus pada pencegahan bunuh diri dan peningkatan kesadaran kesehatan mental. Program tersebut mendorong masyarakat untuk membangun koneksi serta menyediakan ruang aman bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan untuk bercerita.

Di lingkungan BINUS SCHOOL Serpong, nilai tersebut diterapkan sejak jenjang Early Years hingga Secondary. Siswa diajak memahami bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari keberanian untuk mencari dukungan.

1. Warna Kuning dan Listening Corner Jadi Bagian dari Kampanye

Suasana berbeda terlihat di lingkungan sekolah saat R U OK? Day berlangsung. Siswa, guru, dan staf mengenakan pakaian berwarna kuning sebagai simbol keterbukaan dan kepedulian terhadap siapa saja yang ingin bercerita.

Sejumlah aktivitas juga disiapkan di berbagai area sekolah. Salah satunya Kindness Board yang menjadi tempat untuk membagikan pesan dan kata-kata positif. Khusus jenjang Secondary, sekolah menghadirkan Listening Corner yang melibatkan siswa relawan untuk mendengarkan cerita teman-temannya.

"Hari ini, seluruh siswa, guru, dan staf menggunakan warna kuning sebagai bentuk keterbukaan bagi siapa pun yang ingin bercerita. Di seluruh area sekolah, kami juga menyediakan Kindness Board untuk menyebarkan kata-kata positif. Sementara itu, di jenjang Secondary, kami memiliki Listening Corner yang melibatkan siswa relawan untuk mendengarkan cerita teman-temannya," ungkap Koordinator Wellbeing untuk Secondary BINUS SCHOOL Serpong, Inez Taniwangsa.

Untuk jenjang Early Years dan Primary, pendekatan yang digunakan lebih banyak melalui kebiasaan sederhana dalam keseharian. Anak-anak diajak belajar mengenali perasaan orang lain dan membangun kebiasaan untuk saling menyapa serta mendengarkan.

"Di Early Years dan Primary, kami percaya bahwa budaya saling peduli dibangun melalui tindakan-tindakan kecil dalam keseharian. Kami ingin anak-anak belajar untuk peka terhadap perasaan orang lain dan memahami bahwa sesederhana menanyakan, ‘Kamu baik-baik saja?’ dapat memberikan dampak yang berarti. R U OK? Day menjadi pengingat bahwa kebiasaan untuk saling menyapa, mendengarkan, dan peduli satu sama lain perlu terus dilakukan setiap hari," tambah Koordinator Wellbeing untuk Early Years & Primary BINUS SCHOOL Serpong, Rosemarie Mercado.

2. Wellbeing Programme Diterapkan dari Usia Dini

R U OK? Day merupakan bagian dari Wellbeing Programme yang diterapkan BINUS SCHOOL Serpong secara menyeluruh dari jenjang paling dini hingga menengah. Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan wellbeing berdasarkan kebutuhan siswa.

Sekolah menerapkan Positive Behavioural Interventions and Supports (PBIS) yang berfokus pada penguatan perilaku positif, hubungan sehat, serta dukungan restoratif. Selain itu, terdapat Multi-Tiered System of Support (MTSS) untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan siswa sejak awal dan memberikan dukungan yang lebih terarah serta personal.

Pendampingan tersebut diperkuat dengan keberadaan Wellbeing Centre yang menyediakan bimbingan, konseling, dan dukungan profesional bagi siswa. School Counselor juga tidak hanya menunggu siswa datang ke ruang konseling, tetapi turut melakukan pengamatan di kelas untuk mengenali kebutuhan mereka serta menjalankan check-in secara berkala.

BINUS SCHOOL Serpong menerapkan rasio satu School Counselor untuk 150 siswa. Para konselor mendampingi siswa dalam menghadapi berbagai persoalan akademik maupun nonakademik.

Dengan pendekatan tersebut, dukungan wellbeing tidak hanya diberikan ketika siswa sedang menghadapi masalah. Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari keseharian serta budaya sekolah.

3. Listening Corner Jadi Ruang untuk Saling Mendengarkan

Selama R U OK? Day, Student Lounge BINUS SCHOOL Serpong juga diubah menjadi Listening Corner. Area tersebut menjadi tempat bagi siswa untuk bercerita sekaligus mendapatkan kesempatan untuk didengarkan.

Listening Corner dikelola oleh siswa yang tergabung dalam Club Buddy dan Mindspace. Kehadiran siswa sebagai bagian dari kegiatan tersebut menjadi salah satu cara membangun interaksi dan kepedulian di antara komunitas sekolah.

"Kami sedang membangun budaya di lingkungan sekolah agar kebiasaan saling menanyakan kabar dan saling mendengarkan dapat terus hidup di kelas, di koridor, dan dalam keseharian seluruh komunitas sekolah," tutur Inez.

Melalui R U OK? Day, BINUS SCHOOL Serpong menempatkan kebiasaan untuk bertanya, mendengarkan, dan memperhatikan kondisi orang lain sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Kegiatan tersebut berjalan bersama berbagai dukungan wellbeing yang telah diterapkan dari jenjang Early Years hingga Secondary.

(kpl/gtr)

Rekomendasi

Trending