BINUS University Perluas Jurusan AI, Pastikan Orang Tua Tak Perlu Khawatir AI Ubah Dunia Kerja

BINUS University Perluas Jurusan AI, Pastikan Orang Tua Tak Perlu Khawatir AI Ubah Dunia Kerja
BINUS University perluas jurusan AI (Credit: Dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi yang terdengar futuristis. Perkembangannya sudah ikut mengubah cara perusahaan bekerja, menciptakan model bisnis baru, bahkan membuka jenis pekerjaan yang sebelumnya belum terpikirkan. Kondisi ini tentu membuat banyak orang tua mulai memikirkan kembali pilihan jurusan kuliah untuk anak.

Pertanyaannya sederhana, tetapi cukup penting: apakah kompetensi yang dipelajari anak saat ini masih akan relevan ketika mereka lulus beberapa tahun mendatang?

Perkembangan Generative AI, AI Agent, dan teknologi otomatisasi membuat AI semakin banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari keuangan, kesehatan, manufaktur, pendidikan, hukum, hingga industri kreatif. Artinya, kemampuan memahami AI perlahan tidak lagi menjadi keahlian eksklusif calon programmer, tetapi mulai menjadi kompetensi yang dibutuhkan di berbagai bidang.

1. AI Mulai Mengubah Kebutuhan Dunia Kerja

Perubahan teknologi turut melahirkan istilah AI Economy, yaitu kondisi ketika kemampuan memanfaatkan dan mengembangkan AI menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing individu, perusahaan, maupun negara.

Kebutuhan terhadap profesi seperti AI Engineer, Machine Learning Engineer, AI Product Specialist, AI Consultant, hingga berbagai pekerjaan yang menggabungkan AI dengan bidang bisnis dan industri pun terus berkembang.

Menariknya, pemanfaatan AI kini sudah merambah jauh di luar industri teknologi. Praktisi hukum dapat menggunakan AI untuk membantu menganalisis dokumen, tenaga kesehatan memanfaatkannya sebagai pendukung proses diagnosis, perusahaan menggunakan AI untuk meningkatkan layanan pelanggan, sementara pekerja industri kreatif mengandalkan teknologi ini dalam berbagai tahap produksi konten.

Situasi tersebut membuat literasi AI semakin penting. Bagi calon mahasiswa, memahami teknologi ini tidak selalu berarti harus menjadi programmer. Yang tidak kalah penting adalah memiliki kemampuan berpikir kritis, memahami cara kerja teknologi, mengevaluasi hasil AI, berkolaborasi, serta mengetahui bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab.

Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi dunia pendidikan tinggi. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menghadirkan pengalaman industri dan pembelajaran lintas disiplin agar mahasiswa lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.

2. BINUS University Perluas Program Artificial Intelligence

Melihat kebutuhan tersebut, BINUS University terus memperluas akses pendidikan Artificial Intelligence bagi calon mahasiswa di berbagai daerah.

Setelah sebelumnya menghadirkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Kemanggisan dan BINUS @Alam Sutera, program tersebut kini diperluas ke BINUS @Bekasi, BINUS @Bandung, BINUS @Malang, dan BINUS University @Semarang. Sementara itu, Program Computer Science di BINUS @Medan juga memperkuat fokus pembelajarannya pada Artificial Intelligence.

Perluasan tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami AI tanpa harus berpindah kota untuk mendapatkan pendidikan di bidang tersebut.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan perluasan program ini menjadi bagian dari komitmen BINUS untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

"Keputusan untuk menghadirkan Program Artificial Intelligence di berbagai kampus BINUS merupakan bagian dari komitmen kami dalam semangat 'Fostering and Empowering the Society'. Kami ingin memastikan semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menguasai teknologi masa depan, sehingga mereka mampu menjadi inovator yang memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Dr. Nelly.

Program Artificial Intelligence BINUS University juga tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Kurikulumnya dirancang dengan pendekatan multidisiplin yang mencakup matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, Internet of Things (IoT), hingga robotics.

Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai etika AI, komunikasi, serta aspek bisnis. Dengan begitu, AI tidak hanya dipelajari sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di dunia nyata.

3. Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, tapi Paham Cara Kerjanya

Selain pembelajaran akademik, mahasiswa mendapatkan pengalaman melalui proyek nyata dan kolaborasi dengan industri. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memahami bagaimana teknologi AI digunakan untuk menjawab kebutuhan perusahaan maupun persoalan di masyarakat.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., mengatakan masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap perkembangan AI.

Menurutnya, pertanyaan yang relevan bukan hanya apakah AI akan menggantikan manusia, tetapi juga apakah generasi muda sudah siap bekerja bersama teknologi tersebut.

"AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan bagian dari kehidupan kita hari ini. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya kemampuan menggunakan berbagai tools AI, tetapi juga kemampuan memahami cara kerjanya, mengevaluasi hasilnya, mengembangkan solusi berbasis AI, serta menerapkannya secara bertanggung jawab untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat maupun industri. Itulah mengapa pendidikan AI hari ini harus menggabungkan fondasi akademik yang kuat, pengalaman industri, dan pembelajaran lintas disiplin," jelas Prof. Derwin.

Bagi orang tua yang tengah mempersiapkan anak memasuki perguruan tinggi, perkembangan AI memang menghadirkan tantangan baru. Pilihan jurusan tidak lagi cukup hanya mempertimbangkan profesi yang sedang populer, tetapi juga perlu melihat apakah pendidikan tersebut dapat membangun kemampuan yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Melalui perluasan Program Artificial Intelligence di berbagai kampus, BINUS University ingin membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari teknologi yang semakin berpengaruh terhadap dunia kerja.

Pada akhirnya, pendidikan AI bukan semata-mata soal belajar membuat teknologi canggih. Lebih dari itu, mahasiswa dipersiapkan untuk memahami teknologi, berpikir kritis, berinovasi, serta mengetahui bagaimana AI dapat digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Di tengah ekonomi global yang semakin terdorong oleh AI, kemampuan untuk beradaptasi dan bekerja berdampingan dengan teknologi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Dan bagi orang tua, memilih pendidikan yang mampu mempersiapkan anak menghadapi perubahan tersebut bisa menjadi salah satu investasi jangka panjang yang paling berarti.

(kpl/gtr)

Rekomendasi

Trending