Buntut Pernyataan Darurat Militer, Pejabat Tinggi Kepresidenan Korea Selatan Mundur Massal

Buntut Pernyataan Darurat Militer, Pejabat Tinggi Kepresidenan Korea Selatan Mundur Massal
Darurat Militer di Korea Selatan (credit: liputan6.com)

Kapanlagi.com - Pengumuman mendadak Presiden Yoon Suk Yeol mengenai darurat militer telah memicu gejolak politik yang luar biasa di ibu kota Korea Selatan. Dalam sekejap, deklarasi tersebut menuai kecaman keras dan penolakan dari Majelis Nasional, menciptakan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun Yoon telah mencabut keputusan tersebut, dampaknya terasa nyata dengan banyaknya pejabat senior yang memilih untuk mengundurkan diri.

Langkah kontroversial ini diambil setelah oposisi melontarkan tudingan tajam terhadap pemerintahan Yoon, yang mereka anggap sebagai ancaman serius bagi demokrasi di Korea Selatan. Kini, suara desakan agar Yoon mundur dari jabatannya semakin menggema, menciptakan atmosfer politik yang semakin tidak stabil.

Dinamika yang penuh gejolak ini tidak hanya menarik perhatian domestik, tetapi juga sorotan internasional. Amerika Serikat dan negara-negara lain kini menyerukan penyelesaian damai di tengah meningkatnya tekanan politik di dalam negeri. Situasi ini jelas menunjukkan betapa rentannya stabilitas politik di Korea Selatan saat ini. Akankah Yoon Suk Yeol mampu meredakan ketegangan ini, atau justru akan terjerat lebih dalam dalam krisis yang mengancam masa depan pemerintahannya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!

1. Darurat Militer yang Memicu Gejolak

Pada malam yang penuh ketegangan tanggal 3 Desember 2024, Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer dengan dalih melindungi bangsa dari "kekuatan anti-negara," sambil menuding oposisi sebagai penyebab utama kekacauan dalam pemerintahan.

Namun, langkah kontroversial ini langsung menuai badai kritik dari berbagai kalangan di dalam negeri, hingga Majelis Nasional secara tegas menolak keputusan tersebut melalui pemungutan suara. Dalam tekanan yang semakin meningkat, Yoon pun terpaksa mencabut pernyataan darurat militer hanya enam jam setelah pengumumannya, menjadikan malam itu sebagai momen bersejarah yang mengguncang stabilitas politik Korea Selatan.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Senior

Dalam sebuah momen dramatis yang mengguncang panggung politik, pengumuman darurat militer diikuti oleh pengunduran diri massal dari pejabat-pejabat tinggi, termasuk Kepala Staf Kepresidenan Chung Jin-suk dan Penasihat Keamanan Shin Won-sik, pada 4 Desember 2024.

Keputusan berani ini mencerminkan hilangnya kepercayaan di kalangan elite pemerintahan Presiden Yoon, di tengah sorotan tajam terhadap kegagalan dalam menangani krisis yang melanda. Di sisi lain, suara oposisi semakin lantang menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan yang dinilai telah merusak sendi-sendi demokrasi negara.

3. Respons Oposisi yang Menguat

Partai Demokrat, sebagai kekuatan oposisi utama di Korea Selatan, melontarkan kritik pedas kepada Presiden Yoon, menilai langkah darurat militer yang diambilnya sebagai sebuah ancaman serius bagi fondasi demokrasi negara.

Ancaman dari beberapa anggota parlemen untuk mengajukan mosi pemakzulan semakin menambah ketegangan, sementara seruan mogok massal dari serikat buruh menambah tekanan politik yang sudah membara. Di tengah hiruk-pikuk ini, protes yang menggema di jalanan Seoul hanya memperburuk keadaan, menciptakan suasana yang semakin tidak menentu.

4. Kekhawatiran Internasional

Langkah berani yang diambil ini berhasil menarik perhatian dunia internasional, termasuk dari Amerika Serikat, sekutu utama Korea Selatan, yang tak ragu menyuarakan keprihatinan mendalamnya.

Juru bicara Gedung Putih menegaskan pentingnya menyelesaikan setiap perselisihan politik dengan cara damai, sementara Tiongkok dan Rusia juga tak mau ketinggalan untuk memantau perkembangan situasi. Dengan demikian, isu stabilitas di kawasan Asia Timur kini menjadi sorotan global yang tak bisa diabaikan.

5. Masa Depan Politik Yoon Suk Yeol

Presiden Yoon Suk Yeol kini berada di ambang krisis, dengan popularitasnya yang merosot tajam dan tekanan dari oposisi yang semakin menguat. Mereka tidak ragu untuk mengancam langkah pemakzulan sebagai pilihan terakhir jika Yoon enggan mundur dengan sukarela. Parlemen yang dikuasai oleh lawan politiknya semakin memperketat jaring tekanan ini, dan jika mosi pemakzulan benar-benar diajukan, Yoon berisiko menjadi presiden Korea Selatan kedua yang terpaksa dipecat sebelum masa jabatannya berakhir.

6. Apa yang menjadi alasan darurat militer diumumkan di Korea Selatan?

Presiden Yoon Suk Yeol telah mengumumkan keadaan darurat militer sebagai langkah tegas untuk melindungi negara dari ancaman yang diidentifikasi sebagai "kekuatan anti-negara" serta menghadapi oposisi yang dinilai mengganggu jalannya pemerintahan. Keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas dan keamanan nasional di tengah tantangan yang mengancam.

7. Mengapa pejabat senior di Korea Selatan ramai-ramai mengundurkan diri?

Pengunduran diri tersebut mencuat sebagai aksi protes yang menggema, menentang keputusan darurat militer yang dinilai kontroversial dan penuh kesalahan oleh pemerintahan Yoon.

8. Apa tanggapan internasional terhadap krisis di Korea Selatan?

Amerika Serikat beserta negara-negara lainnya mengungkapkan keprihatinan yang mendalam, mendesak perlunya solusi politik yang damai agar konflik yang ada tidak semakin memburuk.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/ank)

Rekomendasi
Trending