Cara Mencegah Gondongan, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Cara Mencegah Gondongan, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Ilustrasi Gondongan (credit: freepik)

Kapanlagi.com - Mencegah gondongan sangat penting, karena penyakit ini tergolong menular dan disebabkan oleh virus paramyxovirus. Virus ini menyerang kelenjar ludah yang terletak di sekitar rahang dan leher. Gondongan lebih sering menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga tetap berisiko tertular. Penularannya terjadi melalui percikan air liur dari batuk atau bersin, serta kontak dengan benda yang terkontaminasi.

Karena penyebarannya yang mudah, diperlukan langkah pencegahan yang tepat untuk memutus rantai penularan, terutama di lingkungan rumah atau sekolah. Salah satu cara paling efektif adalah dengan melakukan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan mengisolasi penderita ketika terinfeksi juga sangat disarankan.

Berikut ini penjelasan tentang penyebab gondongan, gejala yang harus diwaspadai, langkah pencegahan, serta pengobatan yang dianjurkan.

1. Penyebab Gondongan dan Cara Penularannya

Gondongan disebabkan oleh virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah, terutama di bawah telinga dan rahang. Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui:

  • Percikan air liur saat batuk atau bersin.
  • Kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi, seperti gagang pintu, mainan, atau peralatan makan.

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang. Selain itu, masa inkubasi virus yang mencapai 2–3 minggu membuat penularan sulit terdeteksi sejak dini. Karena itu, disiplin dalam menerapkan langkah pencegahan di rumah dan sekolah sangat penting.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Gejala Gondongan yang Harus Diwaspadai

Gondongan sering diawali dengan gejala ringan yang terkadang tidak disadari. Pembengkakan pada kelenjar ludah di sekitar rahang adalah gejala utama, sering kali disertai:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Kesulitan mengunyah atau berbicara.

Pada beberapa kasus, gondongan juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Meskipun beberapa anak mungkin hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala, pemeriksaan ke dokter sangat disarankan jika tanda-tanda tersebut muncul. Deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

3. Cara Mencegah Gondongan

Langkah pencegahan gondongan yang paling efektif adalah dengan vaksinasi MMR, yang diberikan dalam dua dosis:

  • Dosis pertama: usia 12–15 bulan.
  • Dosis kedua: usia 4–6 tahun.

Vaksin ini mampu memberikan perlindungan hingga 88–95% setelah dosis kedua. Selain vaksinasi, langkah pencegahan lainnya meliputi:

  1. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci menggunakan sabun.
  2. Membersihkan permukaan benda dengan disinfektan.
  3. Menghindari berbagi alat makan atau minum.
  4. Isolasi penderita untuk mencegah penyebaran.

Mengajarkan anak untuk menutup mulut saat batuk atau bersin juga penting dalam memutus rantai penularan.

4. Diagnosis dan Pengobatan Gondongan

Diagnosis gondongan dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan tes laboratorium, seperti tes air liur atau urine. Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, penggunaan antibiotik tidak efektif. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala, seperti:

  • Menggunakan obat pereda nyeri.
  • Memberikan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan.
  • Mengonsumsi cairan yang cukup.
  • Istirahat total.

Obat seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat digunakan untuk menurunkan demam. Dengan penanganan yang tepat, pemulihan biasanya terjadi dalam waktu 7–10 hari.

5. Komplikasi Serius yang Harus Diwaspadai

Jika tidak ditangani dengan baik, gondongan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Orchitis (peradangan testis) pada pria.
  • Oophoritis (peradangan ovarium) pada wanita.
  • Meningitis atau ensefalitis, jika virus menyebar ke sistem saraf.

Komplikasi ini dapat memengaruhi kesuburan atau menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Oleh karena itu, deteksi dini dan vaksinasi sangat penting untuk mencegah risiko ini.

6. Apakah gondongan bisa sembuh tanpa pengobatan?

Ya, gondongan biasanya sembuh sendiri dalam 7–10 hari, tetapi pengobatan tetap diperlukan untuk meredakan gejala.

7. Apakah vaksin MMR benar-benar efektif?

Sangat efektif, dengan tingkat perlindungan mencapai 88–95% setelah dosis kedua.

8. Bagaimana mencegah penularan gondongan di rumah?

Isolasi penderita, menjaga kebersihan tangan, dan mendisinfeksi benda-benda yang sering disentuh adalah langkah utama untuk mencegah penularan.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/srr)

Rekomendasi
Trending