Curhatan ZA, Pelajar Penikam Begal di Malang Sebelum Sidang Putusan Hakim Hari Ini

Kamis, 23 Januari 2020 13:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Curhatan ZA, Pelajar Penikam Begal di Malang Sebelum Sidang Putusan Hakim Hari Ini
Ilustrasi © merdeka.com


Kapanlagi Plus - ZA (18) pelajar penikam begal di Kabupaten Malang akan menjalani sidang putusan kasusnya. Pelajar SMA Kelas 3 itu menyampaikan curahan hatinya (curhat) di tengah suasana menjelang keputusan penting dalam hidupnya.

Kalimat ZA tidak banyak yang keluar, bahkan lebih banyak terdiam. Nampak hatinya sedang gundah, hanya bisa menunggu di tengah upaya yang sedang dilakukan tim pengacara membela kasusnya.

"Saya serahkan kepada pengacara saja. Harapannya keputusannya nanti seperti yang disampaikan kuasa hukum saya, bebas," kata ZA usai menjalani sidang keenamnya, Rabu (23/1).

1. Persiapan UN

ZA pun mengakui sedang banyak pikiran termasuk urusan persiapan Ujian Nasional (UN) yang terabaikan selama ini. Pikirannya terkonsentrasi habis untuk menyelesaikan kasusnya.

"UN nanti antara Mei-Juli. Kan tidak ada waktu belajar, ya cukup terganggu, bolak-balik," katanya.

Secara pikiran dan fisik mengaku syok karena harus balik-balik berurusan dengan kasusnya. Sejak awal kejadian harus menjalani pemeriksaan di Polres Malang berlanjut terus hingga kemudian persidangan demi persidangan.

2. Pengen Kuliah

ZA bermimpi dapat kembali ke sekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Kendati belum terpikirkan arah yang ingin ditempuh. Soal kampus yang akan dibidiknya masih dipikirkan sambil jalan.
 
"Pastinya, keinginan itu ada (kuliah), melanjutkan. Pikir-pikir dulu saja (melanjutkan ke kampus mana)," ungkapnya.

Situasi sekarang ini membuatnya kesulitan dalam urusan membagi waktu, antara sekolah dan menjalani proses kasusnya. Bahkan kerap izin dari sekolah untuk menyelesaikan urusan pribadinya.

Tetapi konsentrasinya saat ini memang pada kasusnya agar segera selesai dan dengan hasil yang berpihak kepadanya. "Susah juga (membagi waktunya), karena ada kasus ini. Doakan saja. Sebelum kejadian biasa-biasa saja, seperti anak sekolah lain, sering masuk sekolah," katanya.

3. Sekolah Beri Izin

Banyak pihak yang memberikan perhatian kepadanya, termasuk urusan pendampingan psikologis. Sekolahnya saat itu kerap memberikan izin, kemudian Bapas pernah mendatanginya saat di Polres Malang.

Tetapi kalau urusan beban perasaan banyak dicurahkan kepada kuasa hukum atau keluarga. Nantinya mereka yang memberikan saran dan masukan.

"Saya cerita, sama orangtua dan penasihat hukum," tegasnya.

4. Ingin Jadi Orang Sukses

Jika tidak terjadi penundaan, hari ini, Kamis (23/1) sidang ZA akan kembali digelar. Sidang kali ketujuh ini, Majelis Hakim akan membacakan keputusan atau vonis.

ZA berharap majelis hakim akan memberikan putusan bebas atas kasusnya tersebut. Sehingga harapannya menjadi orang sukses kelak dapat terwujud.
 
"Saya ingin jadi orang sukses saja," tegas ZA saat ditanya cita-citanya.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI