Sempat Dihantui Hukuman Seumur Hidup, Pelajar Penikam Begal di Malang Dituntut Setahun Pembinaan di Lembaga Sosial Anak

Rabu, 22 Januari 2020 10:17 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Sempat Dihantui Hukuman Seumur Hidup, Pelajar Penikam Begal di Malang Dituntut Setahun Pembinaan di Lembaga Sosial Anak
Ilustrasi pembunuhan begal © merdeka.com


Kapanlagi Plus - ZA (18), pelajar penikam begal hingga meninggal dunia di Malang akhirnya dituntut hukuman pembinaan selama satu tahun. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tersangka yang masih duduk di kelas 3 SMA itu menjalani pembinaan di sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Sidang berlangsung secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang. JPU Kristiawan dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan menilai ZA bersalah dan terbukti melakukan tindak penganiayaan yang menyebabkan kematian seseorang.

"ZA telah terbukti dan secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP," ujar JPU, Kristiawan Selasa (21/1).

 

1. Buktikan Tindak Penganiayaan

JPU menyertakan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, sendal jepit, senter, sebilah pisau dapur panjang 30 cm, jaket hitam, sarung hitam, dan celana jeans pendek.

Sementara itu, Koordinator Tim Kuasa Hukum ZA, Bhakti Reza Hidayat menyatakan, dakwaan pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 tentang pembunuhan tidak dapat dibuktikan oleh JPU. Tetapi JPU tetap ingin membuktikan Pasal 351 tentang Penganiayaan yang menimbulkan kematian seseorang.

"Tetapi Jaksa ingin membuktikan pasal 351 ayat 3 terkait penganiayaan yang menyebabkan kematian yang kemudian didakwakan kepada ZA," tegas Bhakti.

2. Dituntut Hukuman 1 Tahun

Ancaman hukuman pasal 351 ayat 3 itu 7 tahun penjara, tetapi JPU menuntut ZA hukuman 1 tahun dengan dimasukkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial. Sidang sendiri sempat ditunda beberapa jam karena JPU harus menyiapkan berkas tuntutan.

Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan pledoi oleh terdakwa sebelum kemudian pembacaan putusan. Majelis hakim direncanakan akan menjatuhkan vonis pada ZA, Kamis (23/1) mendatang.

"Kami dari tim JPU akan menyampaikan pledoi bahwa dari tiga pasal ini harus dihubungkan dengan pasal 49 ayat 1 dan 2 terkait dengan unsur pembenar dalam melakukan kegiatan ini," tegas Bakti.

3. Sempat Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Sebelumnya, ZA sempat dihantui ancaman hukuman seumur hidup. Dalam sidang dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya, ZA dikenakan dengan pasal 340 KUHP, 338 KUHP, 351 KUHP (3) dan UU darurat pasal 2 (1) dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Dakwaan itu dibacakan JPU dalam sidang digelar tertutup di Pengadilan Negeri Kepanjen pada Selasa (14/1).

Sidang itu diketuai Hakim Nunik Defiary dengan pembacaan dakwaan dilakukan JPU Kristriawan. Namun pasal yang didakwakan disoroti kuasa hukum ZA yang menyebut ancaman hukuman itu tidak jelas..

"Kenapa tidak jelas? Salah satu contoh ZA dituduh melakukan pembunuhan berencana. Tapi, ZA berboncengan dengan teman perempuannya lalu dicegat begal," kata Kuasa Hukum ZA, Bakti Riza Hidayat kepada awak media seusai persidangan.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI