Dari Eksperimen Kombucha Sampai Panggung Dunia, Perjalanan Kayla Ini Bikin Bangga!

Dari Eksperimen Kombucha Sampai Panggung Dunia, Perjalanan Kayla Ini Bikin Bangga!
Kayla tembus kancah internasional (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Siapa sangka, eksperimen dari minuman kombucha bisa membawa seorang siswi tampil di konferensi ilmiah internasional? Itulah cerita inspiratif Kayla, siswi BINUS SCHOOL Simprug yang sukses membuktikan kalau rasa penasaran dan konsistensi bisa membuka jalan ke panggung dunia.

Perjalanan Kayla dimulai sejak dirinya masih duduk di bangku TK di BINUS SCHOOL Simprug, sekitar 15 tahun lalu. Saat itu, ia bahkan belum mengenal apa itu olimpiade atau jurnal ilmiah. Kini, namanya justru dikenal lewat riset inovatif tentang perban ramah lingkungan berbahan dasar SCOBY, lapisan selulosa hasil fermentasi kombucha.

1. Riset Kombucha yang Bawa Nama Indonesia ke Kancah Internasional

Penelitian Kayla berjudul 'Chitosan-Guar Gum Coated SCOBY Bacterial Cellulose As A Potential Material For Sustainable Wound Dressing' berhasil dipublikasikan di International Journal of Environmental Sciences. Lewat proyek tersebut, ia juga mendapatkan Global Youth Action Fund Grant senilai USD 2.500 atau sekitar Rp40 jutaan.

Nggak berhenti sampai di situ, risetnya juga dipresentasikan dalam konferensi internasional yang digelar The NorthCap University di India. Pencapaian ini tentu jadi bukti kalau ide sederhana bisa berkembang jadi karya besar kalau ditekuni dengan serius.

Tapi Kayla ternyata nggak cuma jago di dunia riset. Selama sekolah, ia juga aktif di banyak kegiatan, mulai dari Presiden OSIS, Deputy Secretary-General Model United Nations, sampai Director di Summit of Talented Young Leaders.

Prestasinya pun nggak main-main. Kayla berhasil meraih medali emas dan perak di World Scholar’s Cup tingkat regional dan global, penghargaan dari World Mathematics Invitational, Singapore and Asian Schools Math Olympiad, American Math Olympiad, hingga penghargaan esai kategori Biologi dari Oxbright. Ia juga menjadi Top Scorer Indonesia untuk ICAS English dan masuk sembilan persen peserta terbaik nasional di ICAS Science.

"Saya lebih banyak fokus pada kompetisi akademis, tetapi di sini (BINUS SCHOOL Simprug) saya juga dapat mengeksplor lebih banyak bidang disiplin lain di luar akademis, seperti Singing Club atau tarian tradisional. Selama 15 tahun dari TK, SD, SMP, hingga SMA, saya didorong untuk berkembang secara holistik," ungkap Kayla.

(Alex Abbad resmi menikah di usia 47 Tahun, istrinya sahabat sendiri.)

2. Nggak Cuma Pintar Akademis, Tapi Juga Didorong Cari Passion

Yang bikin perjalanan Kayla menarik bukan cuma soal deretan prestasinya, tapi bagaimana ia terus konsisten mendalami hal-hal yang benar-benar ia minati. Lingkungan sekolah juga jadi salah satu faktor penting yang mendukung perkembangannya, baik secara akademis maupun non-akademis.

BINUS SCHOOL Simprug sendiri memang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara penuh, mulai dari Early Years sampai IB Diploma Programme (IBDP). Kurikulum ini dikenal punya standar internasional dan mendorong siswa untuk berpikir kritis, melakukan riset independen, hingga memahami etika dalam dunia keilmuan.

Menariknya lagi, sekitar 90% lulusan angkatan 2026 BINUS SCHOOL Simprug berhasil diterima di universitas luar negeri, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, hingga Singapura.

3. Banyak Lulusan Tembus Kampus Top Dunia

Kepala Sekolah BINUS SCHOOL Simprug, Isaac Koh, mengatakan bahwa pencapaian para siswa merupakan hasil kerja sama seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari guru, siswa, hingga dukungan orang tua.

"Di BINUS SCHOOL Simprug, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang perlu dipupuk dengan lingkungan belajar yang tepat. Dengan kurikulum IB yang kami jalankan secara konsisten dari Early Years hingga IBDP, ditambah Journeys Programme yang memungkinkan siswa mengeksplorasi passion mereka secara mendalam, kami tidak hanya mempersiapkan mereka untuk diterima di universitas terbaik, kami mempersiapkan mereka untuk berkembang di sana," ungkap Isaac.

Beberapa universitas top dunia yang berhasil dimasuki lulusan BINUS SCHOOL Simprug antara lain University College London (UCL), The University of Hong Kong, University of Melbourne, UNSW Sydney, King’s College London, University of Toronto, McGill University, University of Sydney, hingga University of Warwick.

Selain itu, banyak siswa juga berhasil mendapatkan beasiswa berkat prestasi akademis, kepemimpinan, dan kontribusi sosial mereka. Hal ini menunjukkan bahwa para lulusan nggak cuma unggul secara akademik, tapi juga punya kualitas yang diakui secara global.

(Azura anak Aurel Hermansyah jatuh dari tangga, langsung dilarikan ke UGD.)

(kpl/gtr)

Rekomendasi
Trending