Rahasia Kostum Dayang Sumbi Bisa 'Ngomong' di Panggung
Kostum Dayang Sumbi di Pagelaran Sabang Merauke 2026 (Credit: Dok. Pribadi)
Kapanlagi.com - Gimana caranya bikin penonton langsung ngeh sama karakter Dayang Sumbi, bahkan sebelum dia buka suara sekalipun? Buat desainer Liliana Lim, jawabannya simpel banget: lewat kostum. Di Pagelaran Sabang Merauke 2026, busana Dayang Sumbi didesain biar bisa langsung nyeritain karakternya sendiri begitu tampil di panggung.
Buat Liliana, busana itu bukan cuma pelengkap penampilan doang. Kostum jadi elemen pertama yang mengenalkan karakter ke penonton, jauh sebelum dialog pertama diucapkan. Makanya, urusan desain ini digarap serius biar Dayang Sumbi bisa langsung "kebaca" begitu muncul di Indonesia Arena.
Advertisement
1. Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Berkarisma
Dayang Sumbi selama ini dikenal sebagai sosok perempuan yang cantik dan anggun. Tapi Liliana nggak mau kecantikan itu diterjemahkan jadi tampilan yang cuma lembut doang. Ia justru pengen sisi berkarisma dari karakter ini ikut nongol, biar Dayang Sumbi tetap kelihatan kuat dan punya "aura" besar di tengah panggung.
Dari situ, siluet busananya mulai dibentuk. Liliana pilih garis yang feminin tapi tetap tegas, dan bisa menonjolkan bentuk tubuh secara elegan. Salah satu andalannya adalah draperi, teknik menyusun kain sampai menghasilkan lipatan dan jatuhan yang mengalir cantik.
(Gisela Cindy resmi menikah dengan Sian di Kanada!)
2. Teknik Moulage: Bikin Kostum Langsung di Atas Tubuh
Nah, ini yang bikin menarik: draperi kostum Dayang Sumbi dikerjakan pakai teknik moulage. Beda sama proses jahit biasa yang mulai dari pola di kertas, teknik ini justru membentuk kain langsung di atas tubuh atau manekin. Kainnya dilipat, ditarik, disusun pelan-pelan sampai ketemu siluet yang pas.
Karena dikerjakan langsung mengikuti bentuk tubuh, moulage kasih ruang buat desainer lihat langsung gimana kain jatuh dan bergerak secara real. Prosesnya kerasa lebih spontan, tapi tetap butuh ketelitian ekstra. Sedikit aja perubahan arah lipatan, hasilnya bisa beda karakter sama sekali.
Teknik ini pas banget buat nerjemahin sisi Dayang Sumbi yang feminin dan anggun. Garis-garis draperinya bikin kesan lembut, sementara bentuk keseluruhan kostumnya tetap kuat biar karismanya nggak hilang meski dilihat dari jarak jauh sekalipun.
3. Kombinasi Warna Emas dan Cokelat yang Penuh Makna
Cerita karakter Dayang Sumbi juga "diceritain" lewat pilihan warna. Liliana memilih perpaduan emas dan cokelat untuk kostum ini. Warna emas dipakai buat mewakili kemuliaan, sekaligus kasih kesan istimewa pada sosok Dayang Sumbi.
Sementara warna cokelat hadir lewat motif batik khas Jawa Barat, daerah yang jadi latar asli kisah Dayang Sumbi. Kombinasi ini bikin kostumnya nggak cuma cantik secara visual, tapi juga ada benang merah antara karakter, asal cerita, sampai pesan yang mau disampaikan lewat tiap detailnya.
4. Tantangan Kostum Panggung yang Nggak Main-Main
Beda sama busana sehari-hari, kostum panggung punya tantangan tersendiri. Detailnya harus tetap kebaca dari bangku penonton paling belakang sekalipun, siluetnya wajib jelas di tengah gempuran tata cahaya dan visual panggung, tapi si penampil juga harus tetap nyaman bergerak.
Karena itu, pilihan draperi, garis busana, sampai komposisi warna nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Semuanya harus kerja bareng biar hasil akhirnya maksimal di atas panggung.
Lewat rancangan Liliana Lim, karakter Dayang Sumbi nggak cuma dikenalin lewat dialog atau adegan aja. Keanggunan, kecantikan, sampai karismanya udah lebih dulu "ngomong" lewat siluet busana, jatuhan kain, hingga warna yang dikenakan. Jadi begitu Dayang Sumbi muncul di Pagelaran Sabang Merauke - Hanya Indonesia yang Punya: "Hikayat Srikandi Nusantara", kostumnya bukan sekadar outfit yang dipakai doang, tapi udah jadi bagian dari cerita itu sendiri.
(kpl/gtr)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Mila Nurwanti Sebut April Sebagai Pesaing Terberat di D'Academy
